Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jurnalis Riau Didorong Adaptif di Era AI

Joko Susilo • Kamis, 30 April 2026 | 10:15 WIB
Para peserta Journalist Capacity Building yang ditaja Tanoto Foundation mendengarkan penjelasan dari narasumber, Rabu (29/4/2026). (Joki Susilo)
Para peserta Journalist Capacity Building yang ditaja Tanoto Foundation mendengarkan penjelasan dari narasumber, Rabu (29/4/2026). (Joki Susilo)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tanoto Foundation mengundang insan pers di Riau untuk mengikuti kegiatan Journalist Capacity Building yang digelar, Rabu (29/4) di Hotel Novotel Pekanbaru. Kegiatan ini mengusung tema ”Transformasi Jurnalisme Berkualitas di Era AI dan Digital” sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi dalam dunia media. 

Hadir sebagai narasumber, Yefrizal dan Wahyudi El Panggabean turut memberikan materi kepada peserta.

Regional Lead Tanoto Foundation, Dendi Satria Buana menegaskan bahwa peningkatan kapasitas jurnalis merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas informasi publik. ”Jurnalis memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menyajikan informasi yang akurat dan terpercaya,” ujarnya. 

Baca Juga: Korban Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Ini Kronologi Peristiwa Diduga Perampokan Berujung Maut di Rumbai

Ia berharap melalui pelatihan ini, jurnalis mampu mengolah data menjadi pemahaman, fakta menjadi kepercayaan, serta mendo­rong perubahan sosial yang konstruktif. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 16.00 WIB ini diawali dengan sesi bertema ”Lanskap Jurnalisme di Era AI & Digital”. 

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami perubahan besar dalam dunia media, termasuk pergeseran konsumsi berita dari media konvensional ke platform digital dan peran media sosial dalam membentuk opini publik.

Selain itu, dibahas pula pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam kerja jurnalistik, mulai dari pengolahan data, penulisan berita otomatis, hingga verifikasi informasi. Meski demikian, pemateri menekankan pentingnya penggunaan AI secara bijak dengan tetap menjunjung tinggi prinsip akurasi, independensi, dan tanggung jawab. 

Baca Juga: Gunakan Pelat Nomor Modifikasi, 105 Kendaraan Kena Tilang, Begini Penjelasan Kasatlantas Polresta Pekanbaru

Pada sesi kedua, peserta mendapatkan materi tentang Etika Jurnalistik dan Verifikasi Informasi. Materi ini menekankan pentingnya menjaga akurasi pemberitaan, menerapkan prinsip cover both sides, serta melakukan fact-checking untuk memastikan kebenaran informasi.

Peserta juga diingatkan untuk melindungi narasumber, baik dari segi identitas maupun keselamatan, sebagai bagian dari tanggung jawab moral seorang jurnalis. Tanoto Foundation berharap kegiatan ini dapat memperkuat kompetensi jurnalis.(ilo) 

 

Editor : Arif Oktafian
#jurnalisme digital #era AI #tanoto foundation