PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebagai daerah penghasil minyak bumi, ternyata tidak membuat pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk masyarakat Riau aman. Terbukti, selama beberapa hari ini, BBM terutama pertalite dan solar sulit didapat di hampir seluruh daerah di Bumi Lancang Kuning. Akibatnya, antrean panjang pun menjadi pemandangan sehari-hari di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Di Kota Pekanbaru, antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU sudah dikeluhkan oleh para pengendara. Pasalnya, hanya untuk bisa mendapatkan beberapa liter BBM, pengendara harus mengantre panjang dan lama.
Pantauan Riau Pos, Ahad (3/5) di sejumlah SPBU, seperti di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di SPBU Pertamina 14.282.621 Kecamatan Bukit Raya, pukul 12.00 WIB antrean panjang mengular hingga ke depan Kantor Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Riau. Hal ini membuat arus lalu lintas pun tersendat karena seluruh pintu masuk dan keluar SPBU digunakan sebagai lokasi antrean kendaraan bermotor baik roda dua hingga roda empat.
Hal yang sama juga terjadi di SPBU 14.281.148 Pekanbaru Jalan Sultan Syarif Qasim Kecamatan Limapuluh. Antrean panjang hingga ke badan jalan hanya terjadi pada jalur mobil yang melakukan pengisian BBM jenis pertalite. Sedangkan kendaraan roda yang melakukan pengisian BBM serupa hanya mengular hingga ke depan pintu gerbang SPBU. Hal ini lantaran seluruh petugas SPBU di kawasan tersebut diturunkan membuka seluruh tangki pengisian BBM jenis pertalite untuk seluruh pengendara motor dan mobil yang mengantre sejak pagi.
Salah seorang petugas SPBU 14.281.148 Pekanbaru Jalan Sultan Syarif Qasim, Marshal, saat ditanyai Riau Pos menjelaskan jika BBM jenis pertalite stoknya masih cukup banyak. Sehingga ia meminta pengendara motor untuk mengantre sesuai jalur yang telah ditentukan. “Pertalite masih banyak, yang penting antre sesuai jalurnya. Yang habis tadi Pertamax Turbo,” katanya.
Semetara itu, seorang pengendara motor Chandra mengaku kesulitan mendapatkan BBM jenis pertalite di sejumlah SPBU di Pekanbaru. Ia menyebut stok BBM di sejumlah SPBU terbatas sehingga memicu antrean panjang.
“Tadi sudah ngantre di Sudirman, tapi antreannya panjang dan macet parah. Disuruh sama petugasnya untuk cari SPBU lain karena antrean sudah sampai berlapis di badan jalan. Alhamdulillah dapat di SPBU Sultan Syarif Qasim. Ngantre tidak sampai lama karena ada empat mesin yang di buka bersamaan,” katanya. Ia berharap pemerintah bisa segera mengatasi antrean panjang seluruh SPBU di Pekanbaru dan memastikan stok BBM di seluruh SPBU aman seperti sebelumnya.
Seorang warga Pekanbaru bernama Udin mengaku antre selama satu jam guna mendapatkan beberapa liter pertalite untuk sepeda motornya. Ia antre di SPBU Jalan HR Soebrantas dekat Ponpes Babussalam setelah mendatangi beberapa SPBU yang ternyata kosong BBM jenis pertalite. ‘’Untung di SPBU ini ada pertalite. Tapi beginilah, harus antre lama. Saya baru bisa mengisi setelah satu jam menunggu,” keluhnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Tertib Perdagangan dan Perindustrian Disperindag Pekanbaru, Khairunnas, mengatakan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru akan melaksanakan sidak pada sejumlah SPBU di Pekanbaru pada Senin (4/5) ini. Sidak tersebut akan dilakukan bersama tim terpadu yang terdiri dari unsur kepolisian dan kejaksaan untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan.
“Benar, rencananya kami bersama tim terpadu dari kepolisian dan kejaksaan akan turun melakukan sidak ke sejumlah SPBU. Kami ingin melihat langsung kondisi riil di lapangan terkait kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean panjang di SPBU. Sekaligus menelusuri distribusi BBM hingga membuat harga di tingkat eceran melonjak,” katanya.
Khairunnas menegaskan, dalam sidak tersebut pihaknya juga akan memberikan sosialisasi kepada pengelola SPBU agar tidak melayani penjualan BBM kepada pengecer. Karena hal itu dinilai berpotensi memicu kelangkaan di tingkat konsumen langsung. Pasalnya, prioritas distribusi harus diberikan kepada masyarakat pengguna langsung, sehingga pasokan tetap tersedia dan antrean panjang bisa dikurangi.
Antrean Solar Masih Terjadi
Sementara itu, antrean kendaraan masih terlihat di SPBU Jalan Garuda Sakti Pekanbaru dengan nomor 14.282.682 pada Ahad (4/5) sekitar pukul 17.00 WIB. Sejumlah truk tampak mengular di jalur pengisian bahan bakar jenis solar. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan solar masih cukup tinggi, khususnya dari kalangan sopir truk angkutan barang.
Meski begitu, situasi antrean kali ini berbeda dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jika sebelumnya para sopir harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian, kini mereka sudah bisa langsung melakukan pengisian meskipun tetap harus mengantre. Hal ini membuat proses distribusi solar dinilai mulai lebih lancar.
Salah seorang sopir truk, Erwindani, mengungkapkan bahwa antrean masih terjadi, namun waktu tunggu tidak selama sebelumnya. Ia menyebut kondisi ini cukup membantu para sopir dalam menjalankan aktivitas mereka. “Sekarang sudah bisa ngisi, walaupun antre. Dulu bisa lama kali nunggu, bahkan sampai berjam-jam,” ujarnya.
Ia berharap kondisi ini terus membaik ke depannya, sehingga tidak lagi menghambat distribusi barang yang sangat bergantung pada kelancaran pasokan bahan bakar solar.
Baca Juga: Stok BBM Habis di Beberapa SPBU di Kota Pekanbaru
Di Bengkalis Antrean Sudah Sepekan
Sudah sepekan terakhir masyarakat pulau Bengkalis mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar. Bahkan setiap hari di tengah terik panas matahari dan hujan, pengendara sepeda motor rela antre panjang di jalan menuju SPBU.
Dari pantauan di lapangan pada, Ahad (3/5) sekitar pukul 16.15 WIB, ratusan sepeda motor dan mobil pribadi antre panjang di Jalan Bantan, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis untuk membeli BBM jenis pertalite. Bahkan antrean yang mereka lakukan sejak pukul 15.13 WIB karena menunggu mobil muatan BBM yang belum masuk ke SPBU tersebut akibat kendala penyeberangan Roro Bengkalis.
Antrean panjang juga terlihat di SPBU di Jalan Lembaga, Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis. Pagar SBPU masih terkunci rapat, sedangkan antrean yang terlihat berjejer panjang berupa mobil dan pengisi BBM eceran yang menggunakan gerobak muatan jerigen.
“Sudah dua jam menunggu, katanya mobil tangki BBM belum masuk. Tak taulah apa masalahnya antrean terus untuk mendapatkan BBM jenis pertalite,” ucap Andi yang menunggu antrean BBM di SPBU Jalan Bantan, Ahad (3/5).
Ia mengaku sangat resah, karena sudah dua jam mengantre namun belum juga datang BBM di SPBU tersebut. Seharusnya pukul 14.30 WIB sudah masuk BBM ke SPBU, tapi sampai sore ini belum juga masuk.
Hal yang sama juga disampaikan Anto, salah seorang pengemudi mobil pribadi. Ia mengaku sudah satu jam lebih menunggu membeli BBM jenis pertalite. Karena tangki mobilnya sudah kosong minyaknya. “Kalau tak mengantre kami khawatirkan tak dapat. Makanya saya rela nganter lama untuk membeli pertalite, karena di SPBU Jalan Lembaga tidak menjual BBM jenis Pertalite melainkan solar saja,” ujarnya.
Sedangkan pengemudi yang menunggu di SPBU Jalan Lembayan juga mengeluhkan lamanya antrean untuk membeli BBM jenis solar bersubsidi. “Sudah dua jam menunggu, katanya BBM jenis solar yang masuk. Tapi sampai pukul 16.35 WIB belum juga masuk mobil tangki BBM nya,” ucap Ijul, pengemudi mobil pickup di Jalan Lembaga.
Agus Kurniawan salah seorang pengawas SPBU Nomor 16287050 di Jalan Bantan mengatakan, kondisi ini sudah terjadi selama sepekan. Ini akibat keterlambatan masuknya mobil tangki BBM ke SPBU yang diakibatkan oleh penyeberangan Roro. Ia mengaku, jatah BBM jenis Pertalite sebanyak 10 kiloliter (Kl) dan solar juga 10 Kl. Namun untuk sore ini untuk solar hanya 5 kl dan pertalite sebanyak 10 Kl atau dua mobil tangki.
Sementara itu, untuk wilayah daratan pulau Sumatera, seperti di SPBU di Sungai Pakning, Kecamatan Bukitbatu dan SBPU Dompas Kecamatan Siak Kecil pada Ahad (3/5/2026) sekitar pukul 10.15 WIB terlihat tidak terjadi antrean dan masih lengang.
Dari pantauan di lapangan hanya di SPBU Dompas di Jalan Lintas Siak-Pakning yang mengalami antrean mobil. Namun antrenya hanya berjarak sekitar 20 meter dari pintu SPBU tersebut. “Kalau di sini aman dan tak ada antrean BBM. Karena mobil tangki BBM masuk telat waktu ke SPBU sehingga tak terjadi antrean,” ucap Lina, salah seorang petugas SPBU di Pakning.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis, Zulpan, juga menyampaikan kondisi antrean di SPBU akibat keterlambatan pasokan BBM ke SPBU di pulau Bengkalis. Makanya masyarakat mengalihkan anteran untuk mendapatkan BBM jenis pertalite dan solar. “Kami berharap masyarakat tidak panic buying atau terpengaruh isu-isu yang belum tentu benar,” harapnya.
Polisi Atur Antrean Kendaraan
Personel Polres Kuansing terlihat ikut membantu pengaturan kendaraan yang antre dan lalu lintas yang melewat ruas jalan Proklamasi Sungai Jering agar tidak terjadi penumpukan dan kemacetan lalu lintas. Antrean kendaraan mengisi BBM di SPBU Sungai Jering nomor 14 293 640 masih terjadi hingga Ahad (3/5).
Baca Juga: Wako Agung Nugroho Resmikan Bumi Perkemahan Tunas Kencana dan Dorong Kepedulian Lingkungan
Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana menyebutkan, ada beberapa kendala yang menyebabkan antrean panjang kendraan. Seperti kuota BBM ada yang tidak masuk di SPBU sehingga kendaraan beralih mengisi di SPBU terdekat. Untuk mengantisipasi kemacetan, antrean tidak tertib, dia sudah memerintahkan semua Polsek untuk ikut membantu pengaturan kendaraan dan lalu lintas di semua SPBU. Ia pun berharap, rencana tambahan kuota 20 persen itu segera terealisasi.
Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak gaduh dan tetap tertib dalam melakukan pengisian BBM. Menggunakan barcode sesuai nomor polisi dan kendaraan.
Dari pantauan Riau Pos di lapangan, antrean SPBU Sungai Jering jauh berkurang. Kalau Sabtu lalu, antrean truk berbahan bakar solar dari arah Pekanbaru hingga depan rumah makan Sinar Kampar, kali ini hanya sampai di depan Bank Cempaka Sungai Jering. Bahkan siang ini, pukul 12.30 WIB ketika, antrean hanya tinggal di depan SPBU.
Pengisian Cukup Stabil
Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Batu 4 Bagansiapiapi terpantau tetap berjalan normal sepekan belakangan ini meski terjadi penyesuaian harga pada sejumlah jenis BBM, khususnya kategori nonsubsidi. Direktur SPBU Batu 4 Bagansiapiapi, Adharsam, mengatakan bahwa hingga awal Mei 2026 ini aktifitas pengisian BBM masih cukup stabil. Menurutnya, perubahan harga lebih terasa pada produk nonsubsidi, sementara BBM subsidi relatif tidak mengalami perubahan.
“Untuk pengisian saat ini masih normal. Memang ada kenaikan di beberapa jenis BBM nonsubsidi, tapi untuk subsidi seperti Pertalite dan BioSolar masih tetap sehingga masyarakat masih terbantu,” ujar Adharsam, Ahad (3//5) kemarin.
Diakuinya, ketersediaan stok BBM juga dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Bagansiapiapi dan sekitarnya. “Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, memastikan stok aman,” katanya.
Meranti Terpantau Aman
Di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang mewarnai sejumlah kabupaten dan kota di Riau, Kepulauan Meranti masih terpantau aman dan stabil pada, Ahad (3/4). Aktivitas di sejumlah SPBU menunjukkan adanya antrean kendaraan, namun masih dalam batas normal dan tidak mengindikasikan lonjakan pembelian yang signifikan.
Selain itu, distribusi dan ketersediaan BBM di setempat juga telah dilaporkan lancar tanpa adanya kelangkaan. Kondisi ini turut diakui oleh Kepala Dinas Perdagangan Kepulauan Merantu Marwan kepada Riau Pos.
“Stok BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Distribusi berjalan normal sesuai kuota dan jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Andi Alfa mengaku bahwa pengawasan ketat terus dilakukan oleh jajarannya. Laporan sementara sejumlah SPBU dan APMS, khususnya di Kecamatan Tebingtinggi dan Merbau, menunjukkan tidak adanya peningkatan signifikan terhadap permintaan BBM jenis Pertalite maupun Bio Solar. “Penyaluran masih berada dalam kondisi normal dan tidak ditemukan indikasi panic buying di masyarakat,” terangnya.
Sebagai langkah antisipatif, Polres Kepulauan Meranti terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait, serta meningkatkan kegiatan monitoring guna memastikan situasi tetap terkendali. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan melalui Call Center 110,” terangnya.(ayi/ilo/ksm/dac/fad/wir)
Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian