PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Provinsi Riau menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi untuk menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan buruh. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto hadir memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen pekerja yang berkumpul di lapangan Purna MTQ, Pekanbaru, Ahad (3/5).
SF Hariyanto menekankan bahwa perlindungan bagi tenaga kerja bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan fondasi utama stabilitas daerah. Ia juga menyatakan bahwa para pekerja adalah aktor intelektual dan fisik di balik kemajuan Bumi Lancang Kuning.
Ia menyebut buruh sebagai tulang punggung pembangunan yang secara konsisten menjaga denyut nadi perekonomian tetap berdetak. Tanpa kontribusi pekerja, menurutnya, visi besar Riau untuk menjadi pusat ekonomi di Sumatera tidak akan pernah terwujud.
“Momentum ini bukan hanya perayaan semata atau seremoni tahunan. Namun, ini adalah bagian dari apresiasi tulus pemerintah terhadap peran vital pekerja yang menjadi penggerak utama roda perekonomian di Provinsi Riau,” ujar SF Hariyanto dengan tegas di hadapan perwakilan serikat pekerja.
Baca Juga: 4 Pelaku Pembunuhan Terancam Hukuman Mati
Plt Gubri juga menggaris bawahi bahwa pemerintah tidak bisa bergerak sendiri dalam menciptakan ekosistem kerja yang ideal. Perlindungan tenaga kerja harus dipandang sebagai komitmen kolektif yang melibatkan “segitiga emas” hubungan industrial, yakni pemerintah, dunia usaha, dan pekerja itu sendiri. Ketiga unsur ini harus berjalan beriringan tanpa ada salah satu pihak yang merasa dikorbankan.
Terkait keberlanjutan ekonomi, SF Hariyanto meminta dunia usaha untuk mengubah paradigma dalam memandang sumber daya manusia. Perusahaan diharapkan melihat pekerja bukan sekadar sebagai instrumen produksi, melainkan bagian dari investasi keberlanjutan bisnis.
Di sisi lain, serikat pekerja diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas hubungan industrial melalui komunikasi yang sehat. Ia juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh masyarakat pekerja yang ingin menyampaikan aspirasi maupun keluhan.
Pemprov Riau, melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), dipastikan akan selalu siap menjadi mediator yang netral dan solutif. SF Hariyanto meminta agar setiap persoalan yang muncul di lapangan segera dikonsultasikan agar tidak berlarut-larut menjadi konflik.
Baca Juga: Bumi Perkemahan Tunas Kencana Diresmikan
“Apabila ada hal-hal yang perlu disampaikan, aspirasi yang perlu diperjuangkan, maupun persoalan yang memerlukan jalan keluar, silakan sampaikan kepada kami. Kami siap mendengar, siap berdialog, dan siap mencari jalan terbaik secara bersama-sama demi keadilan semua pihak,” tambahnya lagi.
Plt Gubri mengajak seluruh elemen untuk tetap menjaga kekompakan dan merawat rasa saling percaya. Ia memimpikan Riau tumbuh sebagai daerah yang tidak hanya unggul secara angka statistik industri, tetapi juga adil dalam distribusi kesejahteraan.
“Kita ingin buruh sejahtera, dan di saat yang sama industri juga harus terus tumbuh. Kuncinya hanya satu: dialog yang jujur dan saling percaya,” pungkasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Riau, Roni Rakhmat, mengungkapkan bahwa peringatan tahun ini diramaikan oleh setidaknya 8 serikat pekerja besar. Partisipan tersebut mencakup Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Riau, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Sejahtera, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riau, hingga Serikat Pekerja Perkebunan Tingkat Regional PTPN IV.
Baca Juga: Bumi Perkemahan Tunas Kencana Diresmikan
Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan soliditas buruh di Bumi Lancang Kuning dalam menyuarakan hak-hak mereka. Selain nama-nama di atas, kelompok lain seperti KSPSI AGN Riau, Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI) Riau, serta Serikat Buruh Cahaya Indonesia (SBCI) Riau juga turut memadati lokasi.
Menurut Roni, perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan apresiasi nyata bagi para pekerja yang telah menjadi tulang punggung ekonomi Riau. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap dedikasi yang diberikan para buruh mendapat rekognisi yang layak melalui ruang dialog terbuka ini.
“Kita berharap dengan adanya ruang dialog ini, para pekerja dapat hidup lebih sejahtera. Aspirasi mereka tidak hanya didengarkan, tetapi langsung ditampung oleh pimpinan untuk dicarikan jalan keluarnya,” ujar Roni Rakhmat.(adv/sol)
Editor : Arif Oktafian