PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - SMPN 29 Pekanbaru melaksanakan berbagai program lingkungan. Ini sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Program ini melibatkan seluruh warga sekolah dan warga sekitar lingkungan sekolah secara aktif dan berkesinambungan. Dalam rangka ikut mendukung program sekolah Adiwiyata menuju Pekanbaru Green City.
Kepala SMPN 29 Pekanbaru Erlinawati MPd menyebutkan, dalam mendukung program Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan (SPBL) ada enam kegiatan yang dilakukan. Pertama, Program Pengolahan Sampah Menjadi Kompos. ”Sampah organik yang dihasilkan setiap hari di lingkungan sekolah berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengolahan menjadi kompos yang bermanfaat,” ujar Erlinawati.
Kedua, program Keanekaragaman Hayati. Latar belakang lingkungan sekolah perlu ditata agar memiliki keanekaragaman hayati sebagai sarana edukasi dan penghijauan. Ketiga, program konservasi hemat energi. ”Penggunaan listrik yang berlebihan dapat meningkatkan biaya dan merusak lingkungan,” katanya.
Baca Juga: UIN Suska Riau Mewisuda 1.200 Lulusan selama Dua Hari
Keempat , program perilaku hidup hemat air dan listrik. Latar belakang program ini adalah penggunaan air dan listrik yang tidak bijak dapat menyebabkan pemborosan sumber daya. Kelima, program pemilahan sampah. Latar belakang, sampah yang tidak dipilah menyulitkan proses pengolahan dan daur ulang.
Keenam, program karya daur ulang. ”Banyak sampah yang masih dapat dimanfaatkan menjadi barang bernilai guna,” ulasnya.
Program-program tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh warga sekolah serta kemitraan yang ada dengan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak luar. Melalui kegiatan ini, SMPN 29 Pekanbaru diharapkan mampu menjadi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan serta menjadi contoh bagi sekolah lainnya.(ali/c)
Editor : Arif Oktafian