Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Urai Kemacetan di Panam, Jalan Alternatif Diperlebar

Prapti Dwi Lestari • Kamis, 7 Mei 2026 | 10:50 WIB
Zulhelmi Arifin. (JPG)
Zulhelmi Arifin. (JPG)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kemacetan panjang yang kerap terjadi di Jalan HR Soebrantas atau kawasan Panam membuat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berupaya mencarikan solusi. Salah satunya dengan melakukan pelebaran jalan-jalan alternatif yang ada di sekitar Jalan HR Soebrantas. 

Pelaksana Harian (Plh) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Rabu (6/5) menyebutkan, salah satu upaya dan solusi konkret untuk mengatasi kemacetan di Jalan HR Soebrantas yang selama ini dikenal padat adalah dengan mela­kukan pelebaran jalan alternatif. Pemko, sebutnya sudah melakukan pelebaran Jalan Bangau Sakti yang nantinya akan terhubung hingga ke Jalan Naga Sakti sebagai jalur alternatif.

Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Dalam proses realisasinya, Pemko Pekanbaru telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Radio Republik Indonesia (RRI) dan Universitas Riau (Unri).

Baca Juga: Ratusan Gram Sabu dan Ratusan Butir Pil Ekstasi Ditemukan di Kampung Dalam

”Upaya penguraian kemacetan ini dengan melebar jalan alternatif. Salah satu­nya di Jalan Bangau Sakti, kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Hal ini karena sebagian lahan yang akan digunakan berada di kawasan tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan Zulhelmi Arifin lagi, pihak RRI telah menyetujui rencana pelebaran jalan di area lahan untuk menara pemancar di Jalan HR Soebrantas- Jalan Bangau Sakti itu. Pelebaran tersebut direncanakan mencapai sekitar delapan meter dengan panjang kurang lebih 900 meter.

Saat ini pihaknya terus melanjutkan koordinasi dengan pihak Unri hingga ke kawasan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pekanbaru.

Baca Juga: Mendagri Puji Inovasi Walikota Genjot PAD 

”Proses hibah atau pengurangan lahan akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan BPN. Hal ini guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan serta tidak merugikan aset Negara,” ujar Zulhelmi.

Pemko juga berkomitmen melakukan pengukuran secara detail terhadap lahan yang diperlukan. Agar, penggunaan lahan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelebaran jalan.

”Kami tidak ingin terjadi pengurangan lahan yang berlebihan. Oleh karena itu, pengukuran akan dilakukan secara cermat untuk memastikan kebutuhan riil di lapangan,” ucapnya 

Baca Juga: Kejari Pekanbaru Terima SPDP Kasus Perampokan dan Pembunuhan di Rumbai

Sedangkan, untuk agenda pengukuran yang telah dijadwalkan sempat tertunda akibat kondisi cuaca hujan. Meski demikian, seluruh pihak terkait, termasuk camat dan lurah setempat, telah bersiap untul meninjau lokasi.

Pemko Pekanbaru berharap, proyek pelebaran Jalan Bangau Sakti dapat segera terealisasi sehingga mampu mengurangi kemacetan di Jalan Soebrantas. Selain itu, penataan infrastruktur pendukung seperti jaringan kelistrikan juga akan dilakukan guna meningkatkan kenyamanan masyarakat.(ayi)

 

Editor : Arif Oktafian
#pemko #Plh #Zulhelmi arifin #kemacetan #jalan alternatif