PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Jemaah calon haji (JCH) Riau yang tergabung dalam Gelombang I mulai berangsur meninggalkan Madinah dan menuju Makkah, Rabu (6/5). Bahkan, sebagian JCH telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah. Secara umum, kondisi jemaah dilaporkan dalam keadaan sehat.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau Defizon menyampaikan, pergerakan JCH Riau berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan. “Sebagian sudah bergerak ke Makkah untuk melaksanakan umrah. Sementara yang masih di Madinah tetap menjalankan ibadah arbain dan ziarah,” ujarnya, kemarin.
Ia juga menjelaskan, para petugas haji telah melakukan visitasi di Hotel Andalus Golden Palace sektor 2. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan bimbingan manasik (bimsik) yang dijadwalkan berlangsung, Kamis (7/5) hari ini pukul 08.30 Waktu Arab Saudi (WAS).
Di sisi lain, sebanyak 40 JCH Kloter BTH 4 telah melaksanakan tawaf umrah pada pukul 10.00 WAS. Mereka merupakan jemaah kategori risiko tinggi (risti) dan penyandang disabilitas yang sebelumnya belum sempat melaksanakan tawaf. Sedangkan, Kloter BTH 5 juga mulai bersiap meninggalkan Madinah menuju Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji.
JCH asal Kabupaten Kampar yang tergabung dalam Kloter BTH 5 ini dilaporkan dalam kondisi sehat setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Madinah. “Alhamdulillah, kondisi JCH Kloter BTH 5 dalam keadaan sehat. Hari ini (kemarin, red) jemaah mulai diberangkatkan menuju Makkah. Kami mengimbau agar jemaah terus menjaga kondisi kesehatan karena akan memasuki rangkaian ibadah inti,” ujar Kepala Kemenhaj Kampar Dirhamsyah.
Baca Juga: Terkumpul Rp18 M, Dana Zakat Disalurkan untuk Kegiatan Sosial
Sementara itu, Petugas Kesehatan Haji Kabupaten Kampar Ns Rita Yulita SKep menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi jemaah. “Secara umum kondisi jemaah tetap terjaga dan sehat. Kami rutin melakukan pemeriksaan dengan mengunjungi langsung jamaah ke kamar masing-masing,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tim kesehatan selalu siaga dalam memberikan pelayanan, baik untuk pemeriksaan rutin maupun penanganan jika terdapat keluhan dari jemaah. “Dengan kondisi kesehatan yang prima serta dukungan pelayanan maksimal dari petugas, diharapkan seluruh JCH Kampar Kloter BTH 5 dapat menjalankan ibadah di Makkah dengan khusyuk dan kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur,” harapnya.
Kemenhaj Riau terus melakukan pemantauan terhadap kondisi JCH dan memastikan seluruh proses pelayanan, pembinaan, dan kesehatan berjalan optimal. Pemantauan dilakukan melalui laporan rutin dari para ketua kloter sebagai bagian dari upaya menjamin kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.
Takziah ke Rumah Duka
Duka masih menyelimuti keluarga JCH asal Kabupaten Kampar Dawanus Mahmud Muhammad (52) yang wafat di Tanah Suci. Kehilangan ini tak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga menjadi perhatian Kemenhaj Riau. Rabu (6/5), Kakanwil Kemenhaj Riau Defizon mengunjungi kediaman almarhum untuk menyampaikan belasungkawa.
Tak hanya bertakziah dan memanjatkan doa, tetapi dia juga memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan. “Kami hadir untuk menyampaikan duka cita yang mendalam sekaligus memberikan semangat kepada keluarga. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta keikhlasan,” ujar Defizon, Rabu (6/5).
Baca Juga: Antrean SPBU Masih Terjadi di Daerah
Defizon juga memastikan seluruh hak JCH yang wafat akan dipenuhi, termasuk asuransi jiwa. Ia menjelaskan, pemerintah melalui penyelenggara haji telah menyiapkan perlindungan bagi jemaah. “Untuk ahli waris, hak asuransi tetap diberikan sesuai ketentuan. Selain itu, ibadah haji almarhum akan dibadalkan, sehingga kewajiban hajinya tetap terpenuhi,” jelasnya.
Defizon turut menemui keluarga besar almarhum, termasuk lima anak yang ditinggalkan. Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut, namun ia mengingatkan bahwa wafat di Tanah Suci merupakan kemuliaan tersendiri.
“Ini adalah tempat yang baik dan waktu yang baik. InsyaAllah almarhum mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT,” tambahnya.
Beberapa JCH Kuansing Demam, Batuk, dan Pilek Ringan
JCH asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) masih berada di Madinah, Rabu (6/5). Secara keseluruhan mereka dalam kondisi sehat. Namun ada beberapa JCH Kuansing terserang demam, batuk, dan pilek ringan. Kondisi ini masih bisa ditangani oleh tenaga kesehatan di Madinah.
“Alhamdulillah, secara keseluruhan kondisi JCH Kuansing baik. Tapi ada beberapa yang alami demam, batuk dan pilek ringan,” kata Petugas Haji Daerah (PHD) Wiwit R Natalia Dedetuwitri pada Riau Pos dari Kota Madinah, kemarin.
Baca Juga: Sekdaprov Riau Ajak Sinergi Lintas Sektor DBH Sawit Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Wiwit mengatakan, aktivitas JCH di Madinah saat ini melakukan salat berjemaah, ziarah ke makam Nabi ke Raudhah, ibadah arbain, dan pengajian di Masjid Nabawi. Untuk suhu udara, sekarang berkisar 40-41 derajat Celcius. Makanya JCH lansia (lanjut usia) dianjurkan untuk melakukan salat di hotel pada siang hari. “Cuaca panas sehingga jemaah tidak disarankan berlama-lama di luar pada siang hari,” ujarnya.
Napak Tilas Sejarah, JCH Inhil Ziarah di Jabal Uhud
Sebagian JCH asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang tergabung dalam kloter keberangkatan tahun 2026 melaksanakan rangkaian ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah di Kota Madinah. Dua lokasi yang dikunjungi yakni Jabal Uhud dan Masjid Kuba.
Pendamping JCH Inhil, Akbar Jumady, Rabu (6/5) mengatakan, kegiatan ziarah ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian ibadah, tetapi juga sarana untuk meningkatkan pemahaman sejarah Islam serta memperkuat keimanan jamaah selama berada di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, jemaah dalam kondisi sehat dan dapat mengikuti ziarah dengan lancar. Jemaah juga terlihat sangat antusias dan khusyuk dalam setiap rangkaian kegiatan,” ujarnya.(ilo/dac/kom/*2)
Editor : Arif Oktafian