Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

336 Liter Eco Enzyme Dituang ke Anak Sungai Siak 

Prapti Dwi Lestari • Rabu, 13 Mei 2026 | 10:48 WIB
Perwakilan umat Buddha di Pekanbaru melakukan penuangan eco enzyme  ke anak Sungai Siak di Jalan Haji Guru Sulaiman, Pekanbaru, Selasa (12/5/2026). (Prapti Dwi Lestari/riau pos)
Perwakilan umat Buddha di Pekanbaru melakukan penuangan eco enzyme  ke anak Sungai Siak di Jalan Haji Guru Sulaiman, Pekanbaru, Selasa (12/5/2026). (Prapti Dwi Lestari/riau pos)

 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Aksi kepedulian lingkungan kembali dijalankan oleh ratusan umat Buddha di Pekanbaru yang melakukan penuangan eco enzyme ke anak Sungai Siak di Jalan Haji Guru Sulaiman Pekanbaru, Selasa (12/5).

Menurut Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Riau, Wiryanto, kegiatan menuangkan eco enzyme ke aliran sungai bukan hanya dalam rangkaian menyambut Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) banun juga aksi kepedulian terhadap lingkungan yang turut menjadi fokus perhatian para umat Buddha di Pekanbaru.

”Meksipun ini program pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama. Namun kepedulian sosial dalam lingkungan yang ditunjuk oleh umat Buddha di Pekanbaru patut diapresiasi. Ini juga sebagai bentuk kepedulian umat beragama terhadap pelestarian lingkungan,” ucapnya, Selasa (12/5).

Baca Juga: Bapanas Pertanyakan Distribusi Minyakita

Dikatakannya, terdapat 336 liter eco enzyme yang dituangkan ke anak Sungai Siak yang berasal dari Majelis Pandita Buddha Indonesia (Mapanbumi) Riau dan Buddha Tzu Chi. ”Kita berharap bisa mengedukasi masyarakat untuk membuat eco enzyme di rumah. Menuangkannya di selokan dan parit-parit di lingkungan rumah,” ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Permabudhi Riau, Jono menjelaskan, eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik (kulit buah/sayur), gula (merah/molase), dan air selama 3-6 bulan. Enzim ini memiliki banyak manfaat, termasuk memperbaiki kualitas air yang sudah tercemar seperti danau, sungai got, sumur, selokan dan lainnya.

”Kami berharap aksi seperti ini bisa terus dijalankan oleh semua kalangan agar lingkungan di Pekanbaru dapat terjaga demi keberlangsungan hidup makhluk hidup lainnya,” katanya. 

Ketua Walubi Riau, Mariyana juga berharap aksi pelestarian lingkungan dapat dimulai dari rumah.(ayi)

Editor : Arif Oktafian
#peduli lingkungan #umat buddha #Sungai Siak