PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Jenderal Ahmad Yani atau biasa disebut pasar tumpah terus dikeluhkan pengguna jalan, khususnya pengendara kendaraan. Pasalnya, pedagang berjualan di badan jalan hingga menjelang siang hari.
Pantauan Riau Pos, Kamis (14/5) terlihat para PKL sudah memadati ruas Jalan Ahmad Yani sejak pagi hari. Lapak dagangan bukan hanya dibentang di atas trotoar, namun juga di badan jalan yang membuat ruas jalan semakin sempit dan sulit dilintasi kendaraan motor dan mobil.
Pasar tumpah ini ada di dekat pusat kesehatan, pendidikan, serta pertokoan.
Baca Juga: Wako Agung Tinjau Perbaikan Jalan Rindang, Pengaspalan Ditarget Rampung Dua Pekan
Seorang pengendara Alexander (39) mengaku resah dengan keberadaan pasar tumpah yang tidak teratur hingga mengganggu ketertiban lalu lintas.
Apalagi banyak pembeli yang memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan sehingga semakin menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut.
”Kalau bisa ditata lebih baik biar tidak macet jalan ini. Karena kan dekat dengan pusat kesehatan, kalau ada yang urgent kasihan jalan macet karena lapak pedagang yang sampai tengah jalan,” ucapnya.
Menyikapi keluhan ini, Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Desheriyanto mengaku bakal menertibkan kembali pedagang pasar tumpah yang berjualan di sepanjang Jalan Ahmad Yani.
Baca Juga: Long Weekend, Aktivitas di Bandara SSK II Terpantau Normal
Diakuinya, keberadaan pedagang yang berjualan hingga ke badan jalan saat ini, menganggu lalu lintas di kawasan serta menimbulkan tumpukan sampah yang berserakan akibat aktivitas pasar tumpah di sana.
”Kita segera tertibkan kembali. Kami melibatkan beberapa OPD terkait,” katanya.
Menurutnya, pihaknya melakukan penertiban fokus ke jam operasional pedagang pasar tumpah tersebut. Pedagang hanya diperbolehkan berjualan hingga pukul 07.00 WIB.
Ia tidak menampik saat ini pedagang berjualan hingga diluar batas waktu yang telah ditentukan. Pedagang saat ini berjualan hingga pukul 11.00 WIB.
Baca Juga: Perkara Penyelewengan KUR Bank BUMN di Pekanbaru Naik Tahap II
Ia menyebut setidaknya ada sekitar 200 pedagang yang berjualan di kawasan tersebut. Mereka berjualan di trotoar dan bahkan ada yang di bahu jalan.
Disampaikannya, keberadaan PKL di bahu dan trotoar Jalan Ahmad Yani tentu sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
”Masyarakat khususnya pengguna jalan sangat terganggu dengan adanya aktivitas pedagang, karena mereka masih berjuang di jam-jam sibuk sehingga mengganggu keamanan dan kelancaran arus lalu lintas,” tegasnya.(yls)
Lapaoran PRAPTI DWI LESTARI, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian