Air Mata Haru di Tanah Suci, Perhatian dari Pemko Pekanbaru untuk Jemaah Haji

Joko Susilo • Dipublikasikan Jumat, 15 Mei 2026 | 22:33 WIB
Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, datang menemui langsung jemaah asal Kota Pekanbaru. (Istimewa)
Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, datang menemui langsung jemaah asal Kota Pekanbaru. (Istimewa)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Suasana hangat terasa di Jawharat Altalayie Hotel, kawasan Syisyah, Kota Makkah, Kamis (14/5/2026) waktu setempat.

Di tengah ribuan jemaah yang tengah mempersiapkan diri menyambut puncak ibadah haji, rombongan dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru hadir membawa sesuatu yang sederhana namun begitu berarti bagi para tamu Allah, perhatian dan rasa peduli.

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar, datang menemui langsung jemaah asal Kota Pekanbaru yang tergabung dalam Kloter 3 dan 4. Ia didampingi sang istri, Dr Sari Rahmawati, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Hazli Fedriyanto bersama istrinya, Ria Novianti.

Baca Juga: Pengusaha di Riau Diminta Mutasi Plat Kendaraan ke BM

Kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan seremonial. Di hotel tempat para jemaah beristirahat itu, Markarius ingin memastikan satu hal penting, warga Pekanbaru yang tengah menjalankan rukun Islam kelima berada dalam kondisi baik dan tetap semangat menghadapi rangkaian ibadah yang masih panjang.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan langsung dari Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, agar pemerintah kota memastikan kondisi jemaah asal Pekanbaru yang saat ini berada di tanah suci.

Di ruang pertemuan hotel, suasana penuh keakraban begitu terasa. Markarius menyapa satu per satu jemaah, mendengarkan cerita mereka, menanyakan kondisi kesehatan, hingga memastikan kebutuhan selama berada di Makkah terpenuhi dengan baik.

Baca Juga: Banjir di Pangean Kuansing Surut, Giliran Kecamatan Inuman dan Cerenti Tergenang

Ia memahami, fase menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina merupakan perjalanan yang tidak ringan, terutama bagi jemaah lanjut usia.

“Jamaah harus tetap bahagia, banyak bersyukur, makan dan minum yang cukup serta menjaga kesehatan. Jangan terlalu memaksakan diri karena perjalanan ibadah masih panjang menuju Arafah dan Mina,” kata Markarius di hadapan para jemaah.

Kalimat itu terdengar sederhana, namun bagi para jemaah yang berada ribuan kilometer dari kampung halaman, perhatian dari pimpinan daerah menghadirkan rasa tenang tersendiri.

Baca Juga: Promo "ME TIME" Capella Honda Hadirkan DP Mulai Rp1 Jutaan

Di sela kunjungan, Markarius kemudian melangkah menuju salah satu kamar hotel. Di sana, seorang jemaah Kloter 3 asal Pekanbaru bernama Rahmad tengah menjalani pemulihan usai mendapat perawatan kesehatan.

Pertemuan itu berubah menjadi momen yang mengundang haru. Rahmad tampak tidak kuasa menahan air mata saat Wakil Wali Kota Pekanbaru datang langsung menjenguk dirinya. 

Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, ia mengaku terharu karena tidak menyangka akan mendapat perhatian langsung dari pimpinan daerah di tengah kondisi sakit yang dialaminya di tanah suci.

Baca Juga: Memasuki Hari Kedua, Tim Gabungan Lakukan Penyisiran dan Penyelaman Cari Korban Tenggelam di Sungai Kampar

Di kamar sederhana itu, suasana mendadak sunyi. Beberapa jemaah yang ikut menyaksikan tampak ikut terenyuh. Markarius menggenggam tangan Rahmad dan mendoakan agar kesehatannya segera pulih sehingga dapat kembali menjalani ibadah dengan baik bersama rombongan.

Ia juga berharap seluruh jemaah asal Kota Pekanbaru diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

Tak hanya menyapa jemaah, Markarius juga meninjau fasilitas hotel dan pelayanan konsumsi yang diberikan pihak syarikah. Ia bahkan menanyakan langsung kepada jemaah mengenai cita rasa makanan yang disediakan selama berada di Makkah.

Baca Juga: Ombudsman Riau Temukan 11.856 Ijazah SMA-SMK Negeri Belum Diambil

Spontan, para jemaah menjawab serentak.“Alhamdulillah,” ucap mereka kompak, disambut senyum dan tawa ringan yang mencairkan suasana.

Di balik kekhusyukan ibadah haji, berbagai tantangan ternyata masih dihadapi para petugas di lapangan. Tenaga kesehatan daerah yang bertugas di Kloter 3, drg Harvandi Anwir, memaparkan sejumlah persoalan yang ditemui selama mendampingi jemaah di tanah suci.

Mulai dari jemaah yang kehilangan kartu Nusuk, persoalan istithaah kesehatan yang belum tuntas, hingga adanya jemaah dengan kondisi demensia yang membutuhkan perhatian khusus.

Baca Juga: Pertina Pekanbaru Gelar Muskotlub, Bob Wendriyanto Calon Tunggal

Menurutnya, tantangan lain juga datang dari anggota keluarga pendamping yang masih belum sepenuhnya siap menghadapi situasi di tanah suci.

Meski demikian, secara umum kondisi jemaah asal Pekanbaru dinilai cukup baik. Ketua Kloter 3, Faulina Riska, bersama pembimbing ibadah kloter, Ustad Devi Aprianto, memastikan para jemaah tetap mengikuti arahan petugas selama menjalani seluruh rangkaian ibadah.

Di tengah padatnya aktivitas dan suhu Kota Makkah yang cukup menyengat, perhatian kecil seperti sapaan, kunjungan, hingga doa ternyata memiliki arti besar bagi para jemaah.

Baca Juga: Jemaah Haji Riau Kamaruddin Mukhtar Diberangkatkan ke Tanah Suci Bersama Kloter BTH 20

Bagi Rahmad, mungkin kunjungan itu akan menjadi salah satu kenangan paling membekas selama berada di tanah suci. (ilo)

Editor : M. Erizal
jemaah haji pekanbaru wawako pekanbaru markarius anwar