Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Di Kandang Sederhana Peternakan Aisyah, Boya Menjaga Harapan Musim Kurban

Dofi Iskandar • Minggu, 17 Mei 2026 | 16:21 WIB
Pemilik peternakan Aisyah Boya saat menunjukkan kambingnya. (Istimewa)
Pemilik peternakan Aisyah Boya saat menunjukkan kambingnya. (Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Langit sore di kawasan Arengka Atas, Sidomulyo Barat, Pekanbaru, mulai redup ketika aktivitas di sebuah kandang ternak perlahan usai. 

Jarum jam menunjukkan pukul 16.30 WIB. Suara embikan kambing dan domba masih terdengar bersahutan dari balik pagar kandang di Jalan Pahlawan Nomor 17.

Di tempat itu, pemilik peternakan bernama Boya baru saja menuntaskan pekerjaan rutinnya. Setelah memastikan seluruh hewan sudah diberi makan, ia duduk beristirahat di sudut kandang milik Peternakan Aisyah miliknya.

Baca Juga: Jaga Fungsional Jalan, BPJN Riau Gesa Perbaikan Ruas Jalan Pekanbaru-Padang

Sudah 11 tahun Boya menjalani usaha peternakan kambing dan domba. Dari kandang sederhana itu, ia menggantungkan hidup sekaligus merawat harapan setiap kali musim Iduladha datang.

Saat ini, sekitar seratus ekor kambing dan domba dipeliharanya. Sebagian merupakan kambing perah (menyediakan susu kambing murni), sementara lainnya dipersiapkan untuk kebutuhan hewan kurban.

Menjelang Hari Raya Iduladha, kandangnya mulai ramai didatangi pembeli. Namun tahun ini, Boya mengaku penjualan masih berjalan biasa saja.

Baca Juga: BPBD Kuansing Tunggu Bantuan Pangan dari Provinsi, Kuansing Sudah Aman dari Banjir

"Kalau dibanding tahun kemarin, hampir sama. Biasanya dua minggu menjelang Iduladha baru mulai ramai yang pesan," ujarnya, Ahad (17/5/2026).

Untuk hewan kurban jenis kambing, stok miliknya bahkan sudah habis dipesan pelanggan. 

Kini yang tersisa tinggal domba dengan berbagai ukuran dan harga. Harga kambing atau domba yang dijual berkisar mulai Rp1,8 juta hingga Rp8 juta per ekor. Perbedaan harga ditentukan dari ukuran dan bobot hewan.

Baca Juga: Kembangkan Inovasi Sawit dan Spare Part Lokal, Politeknik Kampar Dapat Dukungan dari Pemkab

"Kalau yang Rp8 juta itu berat hidupnya sekitar 90 kilogram. Kalau Rp1,8 juta beratnya sekitar 15 sampai 18 kilogram," jelas Boya.

Sebagian besar pembeli berasal dari Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Menurutnya, pelanggan dari wilayah sekitar lebih mudah dilayani karena faktor pengiriman ternak. "Kalau terlalu jauh kami susah mengantarnya," katanya sambil tersenyum.

Di balik rutinitas menjual hewan kurban, Boya menyimpan cerita yang selalu membuatnya tersentuh setiap tahun. Ia mengaku sering merasa haru melihat para pembeli datang dengan niat beribadah.

Baca Juga: Menag RI Direncanakan Hadir Buka MTQ Riau di Kuansing, Semua Kafilah Sudah Dapatkan Penginapan

"Rata-rata yang membeli hewan kurban itu sudah menyiapkan amplopnya sendiri untuk membeli hewan kurban. Kadang saya terharu melihat mereka," ucapnya.

Bagi Boya, musim kurban bukan hanya soal keuntungan usaha. Ada nilai keikhlasan dan semangat berbagi yang ia saksikan langsung dari para pelanggan yang datang ke kandangnya.

Namun perjalanan menjadi peternak bukan tanpa tantangan. Persoalan terbesar yang kini mulai dirasakannya adalah sulitnya mencari rumput untuk pakan ternak.

Baca Juga: Berikut Cara dan Tips Menghancurkan Lemak di Perut yang Aman dan Efektif

Perkembangan kota yang semakin pesat membuat lahan hijau semakin berkurang. Kondisi itu memaksanya mulai memikirkan alternatif pakan untuk keberlangsungan usaha di masa depan.

"Sekarang cari rumput makin susah karena kota makin besar. Jadi harus mulai dipikirkan pakan alternatif ke depannya," ujarnya.

Meski begitu, Boya tetap bertahan. Di tengah keterbatasan dan tantangan, ia terus merawat ternaknya satu per satu. 

Baca Juga: Napak Tilas Puluhan Warga Belanda ke Desa Koto Kombu dan Pekanbaru, “Di Sini Keluarga Kami Pernah Dipaksa Kerja oleh Jepang”

Dari kandang sederhana itu, ia menjaga harapan agar musim kurban tahun ini membawa keberkahan, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi orang-orang yang datang membeli hewan kurban untuk berbagi dengan sesama.

Editor : M. Erizal
#Peternakan Aisyah #hewan kurban #iduladha