PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - AKSI begal di jalanan makin meresahkan warga Kota Pekanbaru. Polisi tak hanya diminta bisa menangkap para pelaku begal, tapi juga harus melakukan patroli di titik-titik rawan untuk mencegah kejadian berulang.
Aksi begal terakhir ramai diperbincangkan warga di media sosial usai diunduhnya sebuah video aksi pembegalan, Jumat (15/5) lalu. Di mana, korban seorang pria baru pulang kerja dibegal oleh lima orang sehingga sepeda motornya berhasil dibawa kabur.
Kondisi ini, menurut anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Aidhil Nur Putra sudah cukup membuat resah warga kota. Ia kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius, agar masyarakat tetap merasa aman saat beraktivitas di luar rumah.
Baca Juga: Bahas Keluhan Warga, Wako Agung Kumpulkan Kepala OPD di TRC 112
”Ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai masyarakat kembali dihantui rasa takut saat melintas di jalan, apalagi pada waktu Subuh yang memang kondisi jalan masih sepi,” kata Aidhil, Senin (18/5).
Ia turut meminta aparat penegak hukum segera bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan yang terjadi di Soekarno-Hatta. Seiring dengan itu, pengamanan di kawasan yang selama ini kerap dikeluhkan warga harus ditingkatkan.
Ketua Fraksi Nasdem DPRD Pekanbaru ini menilai peningkatan intensitas patroli sangat penting untuk mencegah aksi kriminal jalanan kembali terulang. Yang terpenting, Aidhil menekankan, memberikan rasa aman bagi masyarakat yang memulai aktivitas sejak pagi hari.
”Pengamanan sangat penting agar aksi kriminal jalanan tidak kembali meresahkan warga, terutama masyarakat yang harus beraktivitas sejak pagi atau berangkat kerja selepas Salat Subuh,” ucapnya.
Baca Juga: Live Music DJ di Kuliner Malam Cut Nyak Dien Dikeluhkan
Selain itu Aidhil juga mengimbau masyarakat untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan di tingkat RT dan RW. Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan amat pentingmempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
”Peran masyarakat juga penting. Kita turut mengimbau kepada masyarakat, kalau ada aktivitas mencurigakan apalagi tindak kriminal di lingkungan tempat tinggal, segera laporkan,” tutupnya.
Polisi Buru Pelaku
Sementara itu, Kasi Humas Polsek Binawidya, Aipda Iswanto, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat. Polisi telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan keterangan dan mencari petunjuk terkait pelaku.
”Kita sudah terima LP-nya. Anggota sudah ke TKP dan melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut dan kita mencari pelaku,” ujar Ipda Iswanto, pada Senin (18/5).
Menurutnya, kepolisian tidak tinggal diam menyikapi keresahan masyarakat yang muncul akibat maraknya isu begal di media sosial.
Selain fokus melakukan penyelidikan, jajaran kepolisian juga meningkatkan patroli malam di sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan tindak kriminalitas.
Baca Juga: Di Kantor TRC 112, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Kumpulkan OPD Bahas Keluhan Warga
Patroli tersebut dilakukan sebagai langkah preventif guna memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pengendara yang melintas pada malam hari.
”Selain melakukan penyelidikan, kami juga meningkatkan patroli malam di titik-titik yang dianggap rawan. Ini untuk mencegah terjadinya aksi kriminalitas jalanan yang meresahkan warga,” jelasnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara, terutama pada malam hingga dini hari. Warga diminta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan maupun menjadi korban tindak kejahatan.
”Kami mengimbau masyarakat tetap waspada saat berkendara, terutama pada malam hari. Jika menemukan hal mencurigakan atau menjadi korban tindak pidana, segera laporkan ke pihak kepolisian terdekat atau melalui Call Center 110,” tegasnya.
Pelaku Lima Orang
Diketahui, seorang pria berinisial AF (27) menjadi korban dugaan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di dekat simpang Jalan Teropong, Jumat (15/5) sekitar pukul 05.30 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban pulang dari tempat kerjanya menuju rumah dengan mengendarai sepeda motor miliknya. Namun ketika melintas di lokasi kejadian, korban diduga dipepet oleh lima orang pelaku yang mengendarai dua unit sepeda motor.
Akibat aksi para pelaku, korban kehilangan kendali hingga terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya. Tidak lama setelah korban terjatuh, salah seorang pelaku disebut mendekati korban sambil membawa sebilah parang dan memperlihatkannya ke arah korban.
Karena takut dan merasa terancam, korban kemudian memilih melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Sementara sepeda motor miliknya tertinggal di tempat kejadian perkara (TKP) dan diduga dibawa kabur oleh para pelaku.(end/dof/yls)
Laporan TIM RIAU POS, Kota
Editor : Arif Oktafian