PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Magister Ilmu Pertanian Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) melaksanakan edukasi dan pelatihan pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos di SD Santa Maria Pekanbaru. Kegiatan ini memanfaatkan limbah pasar dan serasah daun sebagai bahan utama pupuk organik yang ramah lingkungan dan bernilai guna.
Kegiatan dipimpin oleh Dr Indra Purnama MSc, Dr Ir Yuliana Susanti SP MSi dan Fawzia Novianti PhD bersama mahasiswa Pascasarjana Unilak, belum lama ini. Program ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan serta keterampilan warga sekolah dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman sekolah.
Baca Juga: Perbaikan Drainase Dinilai Belum Signifikan
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik, dampak limbah terhadap lingkungan, serta manfaat kompos bagi penghijauan sekolah. Guru dan siswa juga mengikuti praktik langsung pembuatan pupuk organik menggunakan limbah pasar dan serasah daun yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan penggunaan komposter sederhana sebagai teknologi tepat guna yang dapat diterapkan di sekolah.
Dr Yuliana Susanti menjelaskan bahwa limbah organik rumah tangga maupun pasar selama ini masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, limbah tersebut memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk organik yang dapat mendukung kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi volume sampah. ”Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa dan guru bahwa limbah organik bukan hanya sampah, tetapi juga memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan baik. Edukasi seperti ini penting untuk membangun budaya peduli lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Baca Juga: Lapangan Belimbing Akan Dijadikan Sport Center
Selain pelatihan, tim PkM juga melakukan pendampingan pengelolaan kompos, penyusunan panduan sederhana pembuatan pupuk organik, serta pembentukan tim kecil pengelola kompos sekolah agar program dapat berjalan secara berkelanjutan. Kepala SD Santa Maria Pekanbaru Yeanna Amimi SPd menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa dan guru dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.(nto/c)
Editor : Arif Oktafian