PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 3.000 umat Buddha di Pekanbaru dan Wilayah Riau, Sabtu (23/5/2026) petang akan menjalani tradisi pawai Waisak Bersama 2570 BE/2026 M di Jalan Dr Leimena atau yang dikenal masyarakat sebagai Jalan Karet, kawasan Kampung Tionghoa Melayu.
Menurut Ketua Panitia Waisak Bersama, Aniruddha Tan didampingi Sekretaris Panitia Vina Anggreni mengatakan, Pawai Waisak merupakan prosesi arak-arakan sakral (kirab) yang dilakukan oleh umat Buddha dalam rangkaian perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak. Acara ini bertujuan untuk membawa air suci dan api abadi sebagai simbol kesucian, kemuliaan, dan pelita batin.
Tahun ini pawai Waisak melibatkan sekitar 2964 peserta dan 12 mobil hias, odong-odong untuk anak-anak dan orang tua. Peserta berasal dari berbagai lembaga dan organisasi. Di antaranya Lembaga Keagamaan Buddha, Lembaga Pendidikan dan Ormas Tionghoa.
"Hampir 3.000 peserta yang terdaftar untuk mengikuti pawai Waisak. Rute pawai dimulai dari Jalan Karet, Juanda, A Yani, M Yamin, Sudirman dan kembali ke Juanda," katanya
Ia memastikan persiapan pawai Waisak sudah hampir rampung. Pihak panitia telah melakukan koordinasi menyeluruh demi kelancaran dan keamanan acara.
Menurut rencana, peserta pawai dilepas pukul 17.30 WIB. Dilepas Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Dr. H. Muliardi, M.Pd dan Kapolrsta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, SIK., MH.
"Mari seluruh umat Buddha di Pekanbaru bersama-sama mengikuti kegiatan pawai Waisak 2570 BE. Mari kita bersama-sama memperingati momen kelahiran, pencapaian kesempurnaan, dan wafatnya Sang Buddha,"katanya
Baca Juga: HUT Ke-242 Kota Pekanbaru, Kue Talam Durian sepanjang 1 Kilometer Bakal Disajikan untuk Masyarakat
Sementara itu, Humas dan Media Panitia Waisak, Ket Tjing menambahkan, Umat Buddha sangat antusias mengikuti Pawai Waisak. Ini sebagai bentuk kegembiraan menyambut Trisuci Waisak 2570 BE.
Tahun ini, Waisak mengambil tema 'Dharma Sebagai Penjaga Perdamaian Dunia'. Mengikuti petunjuk dan arahan dari pemerintah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI. Berharap ajaran Buddha dapat digaungkang kepada siapa saja yang memiliki hati kasih.
Puncak perayaan Waisak jatuh pada tanggal 31 Mei mendatang. Waisak memperingati tiga Peristiwa penting, yaitu kelahiran Bodhisattva Shiddarta Gautama. Kedua, memperingati Pangeran Siddharta Gautama yang telah meninggalkan kehidupan keduniawian menjadi pertapa. Membina diri hingga akhirnya mencapai kesempurnaan menjadi Buddha dan wafatnya sang Buddha.
"Dengan adanya pawai ini dihadapkan dapat memupuk rasa persaudaraan, karena pawai Waisak tidak hanya diikuti umat Buddha,"tegasnya.(ayi)
Baca Juga: Wali Kota Pekanbaru Buka PON KC 2026, Ratusan Atlet Karate Bertanding
Editor : Edwar Yaman