SENAPELAN (RIAUPOS.CO) - Melibatkan sekitar 3.000 peserta dan 12 mobil hias, umat Buddha di Kota Pekanbaru dan wilayah Riau menjalani tradisi Pawai Waisak Bersama 2570 BE/2026 M di Jalan Dr Leimena atau Jalan Karet, kawasan Kampung Tionghoa Melayu, Kecamatan Senapelan, Sabtu (23/5) petang.
Meskipun diwarnai pemadaman listrik, namun suasana meriah tetap terlihat sepanjang rute pawai yang dilewati mobil hias, atraksi seni, hingga iring-iringan peserta dari berbagai organisasi dan lembaga.
Rute pawai dimulai dari Jalan Karet, melintasi Jalan Juanda, Jalan Ahmad Yani, Jalan Mohammad Yamin, Jalan Jenderal Sudirman, dan kembali lagi ke Jalan Juanda. Sepanjang perjalanan, masyarakat tampak antusias menyaksikan iring-iringan peserta yang berjalan dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan
Tahun ini, Waisak mengambil tema ”Dharma sebagai Penjaga Perdamaian Dunia”.
Ketua Panitia Waisak Bersama, Aniruddha Tan mengatakan, Pawai Waisak Bersama merupakan prosesi arak-arakan sakral (kirab) yang dilakukan oleh umat Buddha dalam rangkaian perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak. ”Acara ini bertujuan untuk membawa air suci dan api abadi sebagai simbol kesucian, kemuliaan, dan pelita batin,” jelasnya.
Baca Juga: Pelaku Ingin Kuasai 20 Ton Minyakita
Tahun ini pawai Waisak. Peserta berasal dari berbagai lembaga dan organisasi. Di antaranya Lembaga Keagamaan Buddha, lembaga pendidikan, dan ormas Tionghoa.
”Hampir 3.000 peserta yang terdaftar untuk mengikuti pawai Waisak. Rute pawai dimulai dari Jalan Karet, Jalan Juanda, Jalan Ahmad Yani, Jalan M Yamin, Jalan Jenderal Sudirman dan kembali ke Jalan Juanda,” katanya.(ayi)
Editor : Arif Oktafian