PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Masa penerimaan peserta didik baru di Kota Pekanbaru segera dimulai. Para orang tua dan calon siswa bersiap mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang akan dilaksanakan secara online untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru telah menetapkan jadwal pendaftaran. Untuk jenjang SMP, pendaftaran berlangsung selama empat hari mulai 22 hingga 25 Juni 2026. Sementara pendaftaran untuk SD negeri dibuka pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, mengatakan seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online guna memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus menjamin transparansi dalam seleksi.
Baca Juga: Begini Pengakuan Mantan Putri Indonesia Riau 2024 Jeni Rahmadial Fitri saat Diserahkan ke Kejaksaan
Salah satu perubahan yang menjadi perhatian pada pelaksanaan SPMB tahun ini adalah penerapan jalur domisili berbasis kelurahan untuk jenjang SMP. Sistem tersebut dirancang agar calon peserta didik memiliki kesempatan lebih besar bersekolah di lingkungan tempat tinggalnya.
“Jalur domisili sekarang berbasis kelurahan di sekitar sekolah. Bisa saja ada lima sampai delapan kelurahan yang masuk dalam cakupan sekolah tersebut. Setelah itu baru dilakukan pemeringkatan berdasarkan koordinat tempat tinggal,” jelas Alek Kuniawan, Selasa (9/6/2026).
Selain jalur domisili, calon peserta didik SMP dapat memilih jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi. Jalur prestasi dibagi menjadi dua kategori, yakni akademik dan nonakademik.
Prestasi akademik dihitung dari nilai rapor yang dipadukan dengan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA). Sementara prestasi nonakademik mencakup berbagai pencapaian, mulai dari kegiatan organisasi siswa, kepramukaan, olimpiade, hingga kejuaraan olahraga yang sesuai dengan petunjuk teknis dari kementerian.
Baca Juga: 63 Tim Mendaftar Ikut Piala Soeratin Zona Riau 2026
Bagi keluarga kurang mampu, tersedia jalur afirmasi yang mengacu pada data kesejahteraan masyarakat berdasarkan kategori desil. Jalur ini ditujukan untuk kelompok masyarakat dari kategori sangat miskin hingga menengah ke bawah.
Sedangkan jalur mutasi diperuntukkan bagi peserta didik yang mengikuti perpindahan tugas orang tua atau berasal dari luar daerah yang pindah ke Kota Pekanbaru.
Tak hanya mengandalkan sekolah negeri, Pemko Pekanbaru juga menggandeng sejumlah sekolah swasta untuk membantu menampung peserta didik dari keluarga kurang mampu.
“Untuk tingkat SMP, kami bekerja sama dengan beberapa sekolah swasta. Biaya pendidikan anak-anak yang masuk melalui program ini akan digratiskan selama tiga tahun,” ujar Alek.
Baca Juga: Plt Gubri SF Hariyanto Pastikan Tiga PSN di Riau Berjalan dengan Baik
Untuk jenjang SD, mekanisme pendaftaran lebih sederhana dengan tiga jalur utama, yakni domisili berbasis kelurahan, mutasi, dan jalur berdasarkan ketentuan usia yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menjelang pembukaan pendaftaran, Disdik Kota Pekanbaru terus mematangkan berbagai persiapan teknis agar proses SPMB berjalan lancar dan dapat diakses masyarakat tanpa kendala.
“Kami terus melakukan pemantapan menjelang pelaksanaan SPMB SMP pada 22–25 Juni dan SPMB SD pada 29 Juni–1 Juli,” tutup Alek.(ilo)
Editor : Edwar Yaman