Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harga Pertamax Melejit Naik, Antrean Pertalite Mulai Jadi Pilihan

Joko Susilo • Rabu, 10 Juni 2026 | 20:55 WIB
Di SPBU Jalan HR Soebrantas, antrean kendaraan tampak mengular pada jalur pengisian Pertalite. (Joko Susilo/Riaupos.co)
Di SPBU Jalan HR Soebrantas, antrean kendaraan tampak mengular pada jalur pengisian Pertalite. (Joko Susilo/Riaupos.co)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) yang resmi naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter langsung menjadi perbincangan di kalangan pengendara di Pekanbaru, Rabu (10/6/2026).

Di SPBU Jalan HR Soebrantas, antrean kendaraan tampak mengular pada jalur pengisian Pertalite. Sepeda motor memenuhi satu sisi antrean, sementara mobil dan minibus berbaris di jalur lainnya. 

Meski demikian, kondisi antrean masih tergolong normal dan belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.

Baca Juga: Wahid Ganti Kabid PUPR Riau Tanpa Koordinasi dengan Kepala Dinas, JPU Sebut Penyalahgunaan Kekuasaan

Pemandangan berbeda terlihat di jalur pengisian Pertamax. Tidak tampak antrean kendaraan seperti biasanya. Sejumlah dispenser bahkan terlihat lengang dengan aktivitas pengisian yang jauh lebih sedikit dibandingkan Pertalite.

Bagi sebagian pengendara, selisih harga yang kini semakin lebar membuat Pertalite menjadi pilihan yang lebih masuk akal untuk menghemat pengeluaran harian.

"Pertamax RON 92 saja naik jadi Rp16 ribuan per liter. Lebih baik isi Pertalite," kata Adrian usai mengisi BBM di SPBU Jalan HR Soebrantas.

Baca Juga: Di Inhu, Pelaksanaan SPMB Dimulai 1 Juli, Tidak Dipungut Biaya 

Pendapat serupa disampaikan Aris yang ditemui saat mengisi BBM di SPBU Jalan Kaharuddin Nasution. Menurutnya, kenaikan harga Pertamax membuat masyarakat semakin mempertimbangkan biaya operasional kendaraan, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan setiap hari.

Kondisi tersebut membuat sebagian pengguna BBM nonsubsidi mulai menghitung ulang pengeluaran bahan bakar mereka, sementara Pertalite kembali menjadi pilihan utama bagi banyak pengendara.

Meski belum terlihat lonjakan antrean yang drastis, perbedaan suasana antara dispenser Pertalite dan Pertamax mulai menggambarkan perubahan pilihan masyarakat setelah penyesuaian harga BBM diberlakukan. 

Baca Juga: Digitalisasi Pajak dan Retribusi, QRIS Disiapkan untuk Tekan Kebocoran PAD Meranti

Di satu sisi antrean tetap bergerak perlahan, sementara di sisi lain dispenser Pertamax tampak lebih lengang dibanding hari-hari sebelumnya. (ilo)

Editor : M. Erizal
#Harga bbm di riau #BBM Nonsubsidi Naik #harga pertamax naik