PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengambil langkah strategis dalam memperkuat identitas kuliner daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Melalui penandatanganan kesepakatan bersama, Kue Talam Ketan Durian resmi diperkuat sebagai produk unggulan UMKM sekaligus sajian penyambutan khas atau welcome food Kota Pekanbaru.
Penandatanganan kesepakatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Pekanbaru lantai 5 Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Kamis (11/6/2026). Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Wakil Wali Kota Markarius Anwar dan jajaran OPD Pemko, perwakilan pengelola bandara, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Indonesian Hotel General Manager Association (IGHMA), pelaku usaha oleh-oleh, serta sejumlah pelaku UMKM.
Melalui kolaborasi tersebut, Kue Talam Ketan Durian yang selama ini dikenal sebagai salah satu kuliner khas Pekanbaru akan menjadi sajian penyambutan bagi tamu yang datang ke hotel maupun berbagai titik layanan yang bekerja sama dengan Pemko Pekanbaru.
Baca Juga: 177 CPNS Meranti Mulai Latsar, Didominasi Tenaga Teknis dan Kesehatan
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menonjolkan produk unggulan lokal sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai salah satu penopang utama perekonomian Kota Pekanbaru.
"Iya. Jadi, dalam rangka hari jadi Kota Pekanbaru dan juga tentu untuk bagaimana menonjolkan dan mengembangkan pelaku UMKM yang ada di Kota Pekanbaru, yang memang salah satu menjadi penunjang ekonomi di Kota Pekanbaru hari ini. Kami melakukan penandatanganan dari Pemerintah Kota Pekanbaru, persatuan hotel, dan juga dengan bandara," ujar Agung.
Menurutnya, Kue Talam Ketan Durian dipilih karena telah menjadi salah satu makanan khas yang identik dengan Pekanbaru. Dengan menjadikannya sebagai welcome food, diharapkan kuliner tersebut semakin dikenal luas oleh masyarakat maupun wisatawan yang datang ke ibu kota Provinsi Riau.
Baca Juga: Panitia Sayembarakan Logo Pacu Jalur 2026 Tepian Narosa
"Bagaimana kue talam durian ini, yang memang menjadi khas Kota Pekanbaru, menjadi welcome food atau makanan penyambut kedatangan. Ini merupakan komitmen kita bersama agar bisa mempromosikan dan menonjolkan ini menjadi sebuah makanan yang diingat oleh masyarakat Pekanbaru maupun para tamu wisata yang datang ke Kota Pekanbaru," jelasnya.
Agung menilai langkah tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan kuliner khas daerah, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas. Dengan meningkatnya permintaan terhadap produk tersebut, maka para pelaku UMKM, pusat oleh-oleh, hingga sektor perhotelan akan ikut merasakan manfaatnya.
"Harapannya dengan MoU ini tentu bergeraklah ekonomi di tingkat paling bawah maupun juga di tingkat UMKM, maupun juga dari pusat perbelanjaan oleh-oleh yang ada di Kota Pekanbaru. Tentu segala sektor ini saling mendorong, baik dari sektor makanan yang menjadi favorit, bagaimana menghadirkan wisatawan yang ada di luar sana untuk datang mencicipi makanan, juga menginap di hotel-hotel yang ada di Kota Pekanbaru," katanya.
Baca Juga: Khalid Ali Dorong Wacana Gaji PPPK Ditanggung APBN Demi Ringankan Beban Fiskal Daerah Meranti
Ia menyebut perkembangan teknologi informasi dan media sosial saat ini menjadi sarana promosi yang sangat efektif bagi produk-produk kuliner daerah. Bahkan, menurutnya, sudah ada sejumlah wisatawan yang datang ke Pekanbaru secara khusus untuk mencicipi makanan khas yang viral di media sosial.
"Karena hari ini dengan adanya keterbukaan informasi melalui media sosial yang tentu menjadi sebuah senjata yang paling baik untuk mempromosikan sebuah makanan baru. Bahkan ada beberapa tamu yang kita tanya, ada yang khusus datang mencicipi makanan dan menginap di hotel," ungkap Agung.
Oleh karena itu, Pemko Pekanbaru menggandeng berbagai pihak mulai dari pengelola bandara, asosiasi perhotelan hingga pelaku usaha untuk bersama-sama mengembangkan potensi ekonomi berbasis kuliner lokal.
Baca Juga: Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang, Riau Sumbang 1 Hotspot di Sumatera
Dalam kesempatan tersebut, Agung juga menyinggung agenda perayaan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru yang akan menghadirkan rekor Muri Kue Talam Ketan Durian sepanjang sekitar satu kilometer kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan itu dilaksanakan tanpa menggunakan anggaran APBD karena mendapat dukungan penuh dari para sponsor dan pelaku usaha. "Ini yang akan dibagikan kepada seluruh masyarakat Pekanbaru. Tanpa ada pakai APBD, karena memang berebut sekali orang yang ingin menjadi sponsor untuk menyediakan talam durian," katanya.
Lebih dari sekadar membagikan makanan khas daerah, kegiatan tersebut menurut Agung juga bertujuan memberikan motivasi kepada generasi muda dan masyarakat bahwa peluang menjadi pengusaha sukses terbuka lebar melalui sektor UMKM.
Baca Juga: Bupati Inhu Dukung Progam Peremajaan Sawit Rakyat sebagai Penopang Perekonomian
"Sebenarnya bukan tentang kue talam duriannya, tapi ingin memberikan motivasi kepada seluruh anak muda Kota Pekanbaru, termasuk ibu-ibu, bahwa ada yang bisa menjadi pengusaha besar tanpa modal besar, tetapi mampu menampung dan mempromosikan produk-produk UMKM yang ada di Kota Pekanbaru untuk dijual kembali," terangnya.
Sementara itu, Ketua PHRI Riau Nofrizal menyambut baik inisiatif yang digagas Wali Kota Pekanbaru tersebut. Menurutnya, langkah tersebut merupakan terobosan yang akan memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi daerah.
"Alhamdulillah, tadi kami sudah bersama-sama dengan Pak Wali dan OPD serta beberapa pelaku usaha lainnya menandatangani kerja sama untuk menjadikan kue talam durian sebagai makanan khas dan welcome food terutama di hotel," ujarnya.
Nofrizal menjelaskan, selama ini hotel-hotel umumnya hanya menyediakan welcome drink bagi tamu yang datang. Namun ke depan, hotel-hotel di Pekanbaru akan mulai menyediakan Kue Talam Ketan Durian sebagai sajian penyambutan.
"Menyambut ulang tahun Pekanbaru, setiap tempat penginapan atau akomodasi kita minta menyediakan welcome food. Kalau selama ini welcome drink, hari ini welcome food untuk kedatangan tamu-tamu," katanya.
Tidak hanya itu, PHRI juga akan mendorong agar Kue Talam Ketan Durian menjadi salah satu menu yang tersedia dalam sajian sarapan pagi di hotel-hotel. "Kami akan menggagas juga nanti setiap sarapan pagi itu salah satunya menu yang disajikan adalah kue talam durian," ungkapnya.
Menurut Nofrizal, program tersebut menunjukkan kepedulian Wali Kota Pekanbaru terhadap perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. "Kami melihat bahwasanya Wali Kota Pekanbaru sangat peduli terhadap perkembangan pariwisata di Pekanbaru. Dengan adanya program ini, secara otomatis geliat kepariwisataan akan semakin baik. Karena salah satunya menonjolkan ikon yang selama ini mungkin belum dikenal secara luas," tuturnya.
Ia meyakini, jika seluruh hotel di Pekanbaru menyajikan Kue Talam Ketan Durian kepada para tamu, maka permintaan terhadap produk UMKM tersebut akan meningkat signifikan dan berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat. "Bayangkan saja kalau ada lebih dari 200 hotel di Pekanbaru, semuanya menyajikan makanan pembukanya kue talam durian. Berapa banyak UMKM bisa menggeliat. Kalau UMKM menggeliat, otomatis roda perekonomian juga akan semakin baik," pungkasnya.
Editor : Rinaldi