PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kinerja perekonomian Kota Pekanbaru pada triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Berdasarkan data terbaru yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru pada awal Juni 2026, sejumlah indikator utama ekonomi daerah mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara year on year (YoY).
Dalam laporan tersebut, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tercatat tumbuh sebesar 5,03 persen. Sementara itu, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) juga mengalami kenaikan sebesar 4,13 persen.
Di antara berbagai komponen pengeluaran, pertumbuhan paling tinggi terjadi pada Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang melonjak hingga 20,69 persen. Selain itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencerminkan aktivitas investasi turut mencatat pertumbuhan sebesar 8,55 persen.
Baca Juga: Disambut Antusias Masyarakat, Bupati Kuansing Buka Pacu Jalur Rayon I, 47 Jalur Ambil Bagian
Peningkatan pada berbagai indikator tersebut dinilai menjadi gambaran positif terhadap geliat ekonomi Kota Pekanbaru sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi di Provinsi Riau. Tingginya pertumbuhan belanja pemerintah dianggap berperan penting dalam mendorong aktivitas ekonomi, mempercepat perputaran uang di masyarakat, serta memberikan dorongan bagi sektor perdagangan, jasa, dan berbagai usaha produktif lainnya.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang mendekati 8 persen secara tahunan pada triwulan pertama tahun ini merupakan buah dari sinergi dan kerja keras seluruh elemen yang ada di Kota Pekanbaru.
“Alhamdulillah, berdasarkan data yang dirilis BPS, berbagai kebijakan yang telah kami jalankan mulai menunjukkan hasil yang positif bagi perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi yang terus mengalami perbaikan ini bukan semata-mata hasil kerja pemerintah, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat Kota Pekanbaru,” ujar Agung Nugroho.
Baca Juga: Rp60,2 Miliar Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Tercatat Ada di Kabupaten Kampar
Ia menjelaskan bahwa sejak awal memimpin Kota Pekanbaru, pemerintah daerah berupaya mengarahkan pengelolaan belanja daerah agar lebih efektif, produktif, dan tepat sasaran sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, setiap pengeluaran pemerintah harus mampu memberikan manfaat nyata serta menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.
“Kami terus berupaya memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah dapat berputar dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui program pembangunan, belanja barang dan jasa, serta berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku usaha lokal, kami ingin mendorong terciptanya dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah,” katanya.
Agung menilai tingginya pertumbuhan konsumsi pemerintah yang mencapai lebih dari 20 persen menjadi bukti bahwa percepatan realisasi anggaran dapat menjadi salah satu instrumen efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, belanja pemerintah tidak hanya sekadar berkaitan dengan penyerapan anggaran, tetapi juga harus mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Belanja pemerintah bukan hanya berbicara tentang administrasi dan realisasi anggaran. Yang lebih penting adalah bagaimana anggaran tersebut mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Ketika proyek pembangunan berjalan, UMKM mendapatkan peluang usaha, tenaga kerja terserap, dan daya beli masyarakat meningkat. Itulah yang terus menjadi perhatian utama kami,” jelasnya.
Selain pertumbuhan konsumsi pemerintah, peningkatan PMTB sebesar 8,55 persen juga dinilai sebagai indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha dan investasi di Kota Pekanbaru.
Agung mengatakan bahwa capaian tersebut menjadi sinyal positif yang menunjukkan Pekanbaru semakin dilirik sebagai daerah yang memiliki prospek ekonomi yang baik dan peluang investasi yang menjanjikan.
“Ini tentu menjadi kabar baik bagi kita semua. Kepercayaan investor terhadap Kota Pekanbaru terus meningkat. Mereka melihat Pekanbaru sebagai daerah yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga stabilitas daerah, memberikan pelayanan yang semakin baik, serta menciptakan kepastian dan kemudahan bagi para pelaku usaha,” ungkapnya.
Ke depan, Agung menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru akan terus berupaya menjaga tren pertumbuhan ekonomi agar tetap berkelanjutan. Berbagai langkah strategis akan dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan sektor UMKM, hingga optimalisasi pendapatan daerah.
Ia menegaskan bahwa capaian saat ini tidak akan membuat pemerintah daerah cepat merasa puas. Sebaliknya, hasil tersebut akan dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin terlena dengan capaian ini. Justru data tersebut menjadi penyemangat bagi kami untuk bekerja lebih keras lagi. Yang paling penting adalah memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar dirasakan masyarakat, baik melalui peningkatan kesejahteraan, terbukanya lapangan kerja, maupun semakin luasnya peluang usaha bagi warga Kota Pekanbaru,” tutupnya.(ali)
Editor : Edwar Yaman