Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ketua Komisi VI DPR RI Tinjau SPPG Pekanbaru

M Ali Nurman • Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:52 WIB
Ketua Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade (empat kanan) didampingi Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho (dua kanan) meninjau dapur SPPG di Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Jumat (19/6/2026). M ALI NURMAN/RIAU POS
Ketua Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade (empat kanan) didampingi Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho (dua kanan) meninjau dapur SPPG di Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Jumat (19/6/2026). M ALI NURMAN/RIAU POS

 PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pekanbaru di Labuh Baru Barat 02, Kecamatan Payung Sekaki, Jumat (19/6). Didampingi Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Andre menyoroti berbagai pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Andre dan Agung mengecek langsung kondisi dapur, sistem operasional, hingga makanan yang dipersiapkan untuk para penerima manfaat program MBG. Usai meninjau dapur, keduanya melanjutkan kunjungan ke SD Negeri 168 Pekanbaru untuk melihat langsung pelaksanaan program di tingkat sekolah.

Menariknya, Andre dan Agung menuju sekolah tersebut menggunakan kendaraan operasional SPPG yang dikemudikan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru. Kedatangan mereka disambut para siswa, guru, dan orang tua murid yang antusias. Di sela kunjungan, Andre juga berdialog dengan sejumlah ibu-ibu yang bekerja di dapur SPPG.

Dalam perbincangan tersebut, Andre menanyakan manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para pekerja dan keluarga mereka. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan makanan bergizi kepada anak-anak, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan membantu ekonomi rumah tangga.

Baca Juga: DJP Soroti Kerancuan Dana Hibah MBG, BGN Sebut Bebas Pajak, Kemenkeu Tegaskan Tetap Jadi Objek PPh

“Sangat bermanfaat. Sangat-sangat. Ini juga ada ibu-ibu dan punya anak juga di sekolah. Belanja sudah berkurang. Ya kan yang pasti kan ibu-ibu dapat pekerjaan. Pekerjaan. Dapat uang. Lalu anak-anak ibu-ibu juga dapat makanan bergizi. Lebih hemat kan?” kata Andre saat berdialog dengan pekerja SPPG.

Ia juga memastikan pelaksanaan program berjalan aman dengan menanyakan langsung terkait kemungkinan kasus keracunan makanan. “Tapi di sini enggak pernah masalah keracunan, kan?” tanyanya kepada para pekerja, yang dijawab tidak pernah terjadi.

Kepada wartawan, Andre mengatakan dapur SPPG di Pekanbaru telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan BGN. “Kalau menurut kami ya, saya dan Pak Wali Kota datang tadi (kemarin, red), memang dapur ini sudah memenuhi SOP yang ditetapkan oleh BGN,” ujarnya.

Baca Juga: Wako Pekanbaru Agung Nugroho Minta MBG Terus Dilanjutkan, Sebut Buka Lapangan Kerja dan Ringankan Beban Orang Tua

Ia mengungkapkan, pengelola dapur juga telah berkoordinasi dengan pimpinan BGN terkait sejumlah pembenahan yang saat ini sedang dijalankan secara nasional. Andre menjelaskan, salah satu perubahan penting adalah penghentian operasional dapur selama masa libur sekolah. 

Selain itu, BGN juga melakukan perubahan mekanisme pemberian insentif operasional dapur yang dipangkas saat libur sekolah. Perubahan lain yang menurutnya cukup signifikan adalah penyesuaian insentif berdasarkan jumlah penerima manfaat. Dengan skema baru, besaran insentif tidak lagi diberikan secara merata.

Menurut Andre, selama masa libur sekolah BGN juga akan melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG di Indonesia guna memastikan seluruh operasional berjalan sesuai standar. “Tinggal waktu libur sekolah nanti, nanti akan ada audit menyeluruh dari BGN untuk memastikan seluruh dapur itu sesuai dengan SOP yang ada,” tambahnya.

Andre menjelaskan, kunjungan ke Pekanbaru dilakukan untuk melihat langsung kondisi pelaksanaan MBG di luar daerah pemilihannya. Sebagai anggota DPR RI dari Sumatera Barat, ia mengaku telah berkeliling meninjau berbagai dapur MBG di wilayah tersebut.

Ia mengatakan kunjungan tersebut sekaligus untuk membandingkan aspirasi masyarakat di Pekanbaru dengan yang ditemuinya di Sumatera Barat. “Nah, saya ingin cek di Pekanbaru seperti apa. Karena kita ingin mendengarkan suara masyarakat, kondisi di lapangan, apakah benar seperti yang saya temukan di Sumatera Barat daerah pemilihan saya sama yang terjadi di Pekanbaru,” katanya.

Dari hasil kunjungan, Andre menyimpulkan bahwa masyarakat masih menginginkan program MBG terus berjalan. “Alhamdulillah saya temukan bahwa memang masyarakat memang menginginkan MBG ini lanjut, berbeda dengan narasi-narasi yang dibangun selama ini di media sosial,” ujarnya.

Lebih jauh, Andre mengungkapkan saat ini BGN sedang melakukan refocusing program untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran dan memperkuat sasaran program. Menurutnya, pemerintah tidak lagi semata-mata mengejar jumlah penerima manfaat hingga 85 sampai 90 juta orang, tetapi juga memastikan kualitas pelaksanaan program.

Melalui refocusing tersebut, kata Andre, pemerintah akan lebih memprioritaskan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta kelompok rentan guna menekan angka stunting. “BGN akan fokus kepada daerah 3T dan juga fokus kepada 3B, supaya untuk menekan stunting dan juga memastikan bahwa penyebaran dapur ini ada di daerah 3T,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyatakan dukungannya agar MBG tetap dilanjutkan karena manfaatnya telah dirasakan langsung masyarakat. “Saya betul sungguh-sungguh menyampaikan kepada Pak Andre, sampaikan kepada Pak Prabowo, kalau bisa program MBG ini harus terus tetap berjalan,” kata Agung.

Menurutnya, manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan siswa, tetapi juga orang tua dan pelaku ekonomi lokal.

“Pertama dampaknya kepada wali murid. Wali murid tentu sudah akan berkurang memberikan jajan kepada anaknya. Yang kedua lapangan pekerjaan. Yang ketiga banyak perputaran sembako,” ujarnya.

Agung menilai berbagai dinamika yang muncul dalam pelaksanaan MBG merupakan hal yang wajar karena program tersebut masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan.

“Program MBG ini sebenarnya adalah baik tapi harus berproses. Berproses untuk lebih baik lagi,” katanya.

Ia menyebut sejumlah aspek yang masih bisa diperbaiki, mulai dari efisiensi anggaran, ketepatan sasaran penerima manfaat hingga peningkatan kualitas makanan yang disajikan.

“Pertama tentang mungkin penyesuaian terkait anggarannya. Yang kedua, tepat sasaran. Yang ketiga, makanannya mungkin harus lebih baik lagi,” ucap Agung.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memberi kesempatan kepada pemerintah dalam menyempurnakan program tersebut dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar.

“Kita tidak boleh terikut arus karena hoaks. Kita tidak perlu ikut-ikutan misalnya, oh, MBG ini tidak baik. oh, ini MBG ada keracunan. Kita harus berpikir positif kepada siapa pun, termasuk juga kepada pemerintah,” tuturnya.(ali)    

Editor : Bayu Saputra
#andrie rosadi #tinjau mbg #SPPG #walikota Pekanbaru #Mbg