Gerakan ayah mengambil rapor di musim tahun ajaran 2025-2026 ini mulai disambut antusias dari para ayah. Meski mereka harus meminta izin dulu dari tempat kerja.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pengambilan rapor semester genap tahun ajaran 2025-2026 di sekolah-sekolah Kota Pekanbaru banyak dilakukan, Jumat (19/6). Salah satunya di SMPN 22 Pekanbaru, Jalan Sidodadi, dekat Jalan Harapan Raya.
Pantauan Riau Pos di SMPN 22 Pekanbaru, terlihat sejak pagi para orang tua termasuk para ayah memasuki kelas anak mereka untuk mengambil rapor dan membahas capaian pendidikan anaknya selama satu tahun belajar di sekolah.
Terlihat juga wajah bahagia dari para siswa yang merasa mendapatkan perhatian penuh dan dukungan dari keluarga khususnya sang ayah yang selama ini kerap jarang tampil atupun ikut ambil bagian dalam perkembangan akademik anak disekolah.
Salah seorang walimurid SMPN 22 Pekanbaru, Basrizal mengatakan, gerakan mengambil rapor anak di sekolah sangat baik meskipun banyak pertimbangan yang harus dirasakan para kaum
ayah karena harus meninggalkan pekerjaannya. Ia mengaku harus meminta izin terlebih dahulu ketempat kerja agar bisa menemani sang anak mengambil rapor di sekolah.
”Sebenarnya program ini sangat baik hanya saja kita ini para bapak pasti memikirkan pekerjaan juga. Syukurnya tadi saya sudah meminta izin ke tempat kerja sehingga bisa menemani anak untuk mengambil rapor pemain karena kebetulan ibunya juga tidak bisa,” katanya tersenyum.
Dirinya berharap hasil akademik anaknya tahun ini dapat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, dan para tenaga pendidik bisa lebih sabar mendidik siswa yang setiap tahun pasti punya cerita tersendiri.
Sementara itu,Wakil kurikulum SMPN 22 Pekanbaru Murita mengaku sudah mensosialisasikan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) sebagai bagian dari program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) kepada seluruh walimuridnya.
Kebijakan ini dikeluarkan guna meningkatkan keaktifan dan kehadiran ayah dalam memantau perkembangan pendidikan serta tumbuh kembang anak secara langsung di sekolah.
Namun nyatanya gerakan ini disambut antusias oleh para orang tua khususnya para ayah yang ikut berperan mengambil rapor disekolah.
”Kami bersyukur antusiasme para ayah dalam mengambil rapor disekolah ini cukup tinggi. Bisa dibilang hampir setengah wali murid kami yang mengambil itu para ayah atau bapak. Malah banyak orang tua lengkap yang ikut mengambilkan rapor sang anak. Ini kan salah satu bentuk dukungan dari orang tua kepada dunia pendidikan sang anak. Tapi kalau kita buat diakhir pekan,pasti lebih banyak lagi bapak -bapak yang hadir,” ucapnya.***
Editor : Bayu Saputra