PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sudah cukup sering Masjid Raudhatul Jannah Islamic Center (RJIC) melaksanakan Khitan Massal Gratis. Setahun bisa dua kali. Namun baru kali ini ditemukan antusiasme yang cukup luar biasa.
Baru satu hari pendaftaran dibuka, esok harinya langsung penuh. Kuota awal untuk 100 anak terisi dengan cepat. Bahkan kuota cadangan pun juga tak makan waktu lama. Setiap hari Masjid RJIC masih menerima kurang lebih puluhan telepon yang menanyakan tentang khitan massal. Itu belum termasuk pesan WhatsApp. Bahkan, sampai hari H dan acara sudah selesai pun masih ada yang ingin mendaftar.
Dari 175 calon peserta yang mendaftar, 171 anak berhasil dikhitan pada Ahad (21/6/2026) di RSIA Annisa Pekanbaru. Paling kecil usia 5 tahun dan paling besar usia 15 tahun. Ada yang jauh-jauh datang dari Salo, Kabupaten Kampar. Mereka adalah para dhuafa, yatim, dan membutuhkan. Namun sebenarnya, di luar itu, masih sangat banyak anak yang tidak mendapat peluang. Banyaknya telpon dan pesan WA yang masuk adalah bukti betapa tingginya minat masyarakat untuk memanfaatkan peluang ini.
Baca Juga: Jalur Keramat Jubah Merah Raih Gelar Juara Tepian Burondo Pangean
Menurut penanggung jawab kegiatan, dr Ferdy Tryanda, ini adalah yang keenam kalinya Masjid RJIC bekerja sama dengan RSIA Annisa.
“Adalah suatu kebanggaan bagi kami bisa selalu membersamai RJIC. Dapat terus bekerja sama memberi manfaat yang banyak bagi kaum muslimin,” ujar dr Ferdy.
Untuk khitan massal kali ini, lanjutnya, RSIA Annisa menyediakan 13 tim operator. Selain dapat obat, peserta khitan juga diberi edukasi tentang perawatan di rumah dan jadwal kontrol ulang.
Ketua Yayasan Nadwah Islamiyah yang menaungi Masjid RJIC, Ir Mashudi mengatakan, khitan massal adalah kolaborasi RJIC bersama para muhsinin untuk menyalurkan kebaikan semaksimal mungkin kepada para penerima manfaat.
“Alhamdulillah kami diberi amanah menyalurkan infaq untuk membantu umat. Kami mohon maaf atas segala keterbatasan. Tidak semua (anak) mendapat kesempatan,” tutur Mashudi.
Ketua Divisi Sosial Masjid RJIC, Daryanto juga menyambut baik kegiatan ini.
“Alhamdulillah selama kami melaksanakan khitan massal, belum ada komplain,” ungkapnya.
Baca Juga: Wako Agung Minta Bujang Dara 2026 Jadi Garda Depan Promosi Wisata dan Budaya Pekanbaru
Perjuangan Nenek demi Cucu
Pada khitan massal kali ini terlihat perjuangan seorang nenek demi cucunya. Alkisah, Bapak O yang pada awalnya mendaftarkan anaknya. Info mulut ke mulut menyebar cepat di antara para tetangga.
Awalnya, kuota terakhir untuk cadangan hanya tinggal untuk empat anak. Jiran Bapak O, langsung gerak cepat membawa satu anak. Bapak O—yang datang belakangan—membawa empat anak lagi. Jadi total ada lima anak. Disarankan agar anak yang lebih besar saja yang diutamakan.
“Jangan lagi,” cegah si Nenek yang mendampingi.
“Tolonglah dua cucu saya ini. Mereka yatim. Anak saya sudah janda. Mereka ini (cucu-cucu) tinggal dengan saya,” tuturnya.
Setelah cucunya selesai dikhitan, sang nenek girang bukan kepalang. Saking gembiranya, dia sampai memukul-mukul meja pendaftaran dan mengucapkan syukur berulang kali.
“Terima kasih banyak ya nak. Terima kasih banyak ya Dok. Bersyukur sekali saya hari ini. Semua cucu yang saya bawa bisa disunat semua. Saya nggak menyangka cucu saya bisa disunat hari ini,” ujarnya.
Melihat masih ada satu orang anak yang tidak dapat kesempatan, tim dokter pun jatuh iba. Akhirnya anak lelaki yang seorang tadi pun ikut dikhitan juga. Tak sia-sia ikhtiarnya ikut dengan tetangga. Ibunya yang menderita depresi bolehlah bersenang hati.
Berkat rahmat dan pertolongan Allah, khitan massal gratis ini telah membantu banyak orang. Radit (9) rela datang jauh-jauh dari Pasir Putih. Dari mana tahu info tentang kegiatan ini?
“Sudah tiga anak kami yang ikut khitan RJ. Radit ini yang ketiga,” jawab sang Ibu.
Awalnya kami sempat khawatir mengenai jumlah peserta. Karena di saat yang sama juga ada beberapa kegiatan khitan massal yang melibatkan ribuan anak. Namun di luar dugaan, animo masyarakat justru jauh lebih tinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Info Khitan Massal RJ menjalar ke banyak grup WA.
Biidznillah, menurut sejumlah orang tua, khitan metode laser membuat mereka lebih memilih RJIC. Proses khitan metode laser memang jauh lebih cepat dan minim proses nyeri. Pelaksanaan di RSIA Annisa juga lebih nyaman. Apalagi ditambah hadiah bingkisan berupa sehelai kain sarung dan paket ayam goreng Almaz..***
Editor : Edwar Yaman