PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade melakukan kunjungan kerja ke Kota Pekanbaru. Oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Andre Rosiade diajak mengunjungi SDN 168 Pekanbaru di Kelurahan Labuhbaru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Jumat (19/6).
RAUT wajah Landriani Nurdin tak mampu menyembunyikan perasaannya. Di tengah kerumunan guru, orang tua murid, dan jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru, Kepala Sekolah (Kasek) SDN 168 Pekanbaru itu menyampaikan kondisi sekolah yang dipimpinnya.
Namun siapa sangka, ketika satu per satu keperluan sekolah yang selama bertahun-tahun diperjuangkannya langsung disanggupi di tempat. Air mata haru akhirnya jatuh dari pelupuk matanya.
Momen mengharukan itu terjadi saat Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho membawa Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengunjungi SDN 168 Pekanbaru di Kelurahan Labuhbaru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Jumat (19/6) pekan lalu.
Baca Juga: Berbagi Talam Durian Gratis untuk Pengunjung
Kunjungan tersebut dilakukan usai meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di kawasan tersebut.
”Pak Andre, ini adalah sekolah 168. Karena ini adalah sekolah yang juga merupakan sekolah favorit di wilayah sini, Pak Andre. Tapi kita tahu misalnya ada WC yang masih belum baik Pak Andre, ada lagi nanti lantai dan atap sekolah, maupun juga komputer dan lain-lainnya untuk anak-anak sekolah. Kami berharap dengan kekuasaan maupun dengan wewenang Pak Andre, nanti kami minta Ibu kepala sekolah untuk dapat langsung menyampaikan,”ujar Wako.
Mendapat kesempatan berbicara, Landriani maju ke depan. Ia mengungkapkan bahwa toilet sekolah saat ini berada dalam kondisi memprihatinkan. Termasuk juga ruang guru.
Baca Juga: Fotografer Riau Pos Dapat Hadiah Umrah dari Wako
Bangunan yang berdiri di atas lahan gambut dan rawa membuat pondasi terus mengalami penurunan.
Baca Juga: SPMB SMP Terapkan Zona Kelurahan
”Kalau untuk sekolah, izin saya menyampaikan kondisinya yang saat ini adalah toilet yang kami urgent sekarang, Pak. Juga ruang guru. Lantai bangunan terus turun meski telah beberapa kali diperbaiki,” katanya.
Mendengar penjelasan tersebut, Andre Rosiade meminta informasi mengenai jadwal masuk sekolah setelah libur tahun ajaran. Ketika mengetahui siswa akan kembali belajar pada 13 Juli mendatang, Andre langsung memberikan jawaban yang membuat suasana berubah menjadi riuh tepuk tangan. ”13 Juli. Oke. Besok hari Senin saya minta ada yang kerja. In sya Allah toilet sama ruang guru saya perbaiki,” tegas Andre.
Tepuk tangan menggema di halaman sekolah. Di tengah keharuan itu, Landriani juga menyampaikan keperluan lain yang selama ini menjadi kendala sekolah, yakni keterbatasan laptop dan komputer untuk pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).
”Untuk AKM kami selalu kurang murid 30, kami ada tiga sesi. Jadi saat ini kami masih, orang sudah satu sampai dua, kami masih tiga sesinya,” ungkapnya.
Andre kembali merespons positif permintaan tersebut. ”Oke, untuk laptop, kasih saya waktu, nanti kita koordinasi Pak Agung, saya cariin laptop untuk sekolah sini,” katanya.***
Laporan M ALI NURMAN, Kota
Editor : Arif Oktafian