PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PERINGATAN Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru tahun 2026 menjadi salah satu perayaan terbesar yang pernah digelar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya menghadirkan kemeriahan dan hiburan bagi masyarakat, perayaan tahun ini juga dipenuhi berbagai program yang langsung menyentuh keperluan masyarakat melalui 48 rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak April hingga Juli 2026.
Mengusung tema ”Pekanbaru KolaborAksi” dengan tagline ”Berkolaborasi Menjadi Aksi”, seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai bentuk kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun Kota Pekanbaru.
Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM, Ahad (21/6) mengatakan, Hari Jadi Pekanbaru tahun ini sengaja dirancang agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, sebagian besar kegiatan yang dilaksanakan tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menghadirkan pelayanan publik, program sosial, kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan hidup hingga pelestarian budaya.
Baca Juga: Wako Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Salah Satu Faktor Kenaikan PAD Pekanbaru Karena MBG
”Hari Jadi Pekanbaru ke-242 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh unsur masyarakat dalam membangun kota. Melalui tema Pekanbaru KolaborAksi, kami ingin memastikan setiap kegiatan yang dilaksanakan memberikan dampak dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Agung.
Menurutnya, 48 rangkaian kegiatan yang disiapkan tersebar dalam berbagai sektor pembangunan. Kegiatan tersebut diawali sejak April lalu melalui program Adiwiyata yang berlangsung dari 10 April hingga 19 Juni 2026.
Baca Juga: Wako Agung Nugroho Ajak ASN dan Masyarakat Berkolaborasi Bangun Pekanbaru
Selanjutnya terdapat berbagai kegiatan literasi seperti Lomba Bertutur tingkat SD/MI dan SMP/MTs, Lomba Video Konten Literasi, Lomba Resensi Buku, hingga Bimbingan Teknis Kepenulisan ”Pekanbaru Menulis”.
Pemko juga menggelar Lomba Perpustakaan SD/MI, Lomba Kebersihan Antar LPS, Bimtek Literasi Informasi, Testimoni dan Ucapan Hari Jadi Pekanbaru, serta Pameran Dealer Motor dan Mobil yang berlangsung hampir dua bulan.
Baca Juga: Kado HUT Pekanbaru: Wako Agung Nugroho Cairkan TPP Ke-13 Pegawai Pemko
Pada sektor pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat, pemko menghadirkan berbagai program yang langsung menyentuh keperluan warga. Mulai dari penghapusan denda pajak daerah sejak 1 Juni hingga 31 Agustus 2026, pengurangan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), sewa gratis Rusunawa, program rumah layak huni, diskon pusat perbelanjaan, hingga lomba video gotong-royong antar kelurahan.
Selain itu terdapat program Badan Usaha Aktif Mengelola Sampah dan Tertib Retribusi yang bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan kota.
Rangkaian kegiatan semakin semarak setelah diluncurkannya logo dan tema resmi Hari Jadi Pekanbaru ke-242 pada 4 Juni 2026. Setelah itu digelar Gerakan Pekanbaru Bersih dan Tanam Pohon Massal, Night Ride Pekanbaru, Pekanbaru Lestari Run 5K, Festival Pekanbaru Aman Bertani, Job Fair dan Pelatihan Tenaga Kerja, hingga Grand Final Bujang Dara Pekanbaru 2026.
Puncak kemeriahan berlangsung pada Ahad (21/6) melalui pelaksanaan MPP Goes to Car Free Day, layanan kesehatan gratis, bantuan disabilitas dan santunan sosial, khitanan massal, serta Festival Kue Khas Pekanbaru yang menghadirkan Kue Ketan Talam Durian sepanjang lebih dari satu kilometer.
Selain itu, selama momentum Hari Jadi Kota Pekanbaru masyarakat juga dapat menikmati layanan bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) gratis selama tiga hari, parkir gratis di sejumlah pusat perbelanjaan dan rumah sakit, serta diskon hotel sebesar 24 persen.
Sementara pada puncak Hari Jadi Kota Pekanbaru, Selasa (23/6) digelar Upacara Hari Jadi Pekanbaru, Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Pekanbaru. Ada juga, ASN Mengaji yang ditargetkan meraih Rekor MURI pembacaan Surah Al-Mulk pada 4 Juli 2026, serta tablig akbar yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
”Seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan wujud nyata semangat KolaborAksi yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga pelayanan dan manfaat bagi masyarakat,” tegas Agung.
Festival Kue Talam Ketan Durian Jadi Simbol Kolaborasi, Bangkitkan UMKM
Dari puluhan kegiatan yang digelar, Festival Kue Ketan Talam Durian menjadi agenda yang paling menyita perhatian publik. Festival yang dipusatkan di kawasan Car Free Day Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, berhasil menghadirkan lebih dari 80 ribu warga.
Antusiasme warga jauh melampaui perkiraan panitia. Ribuan masyarakat memadati kawasan pusat kota untuk menyaksikan langsung sajian Kue Talam KetanDurian sepanjang sekitar 1,1 kilometer yang dibentangkan di sepanjang Jalan Sudirman.
Festival tersebut akhirnya berhasil mencatat sejarah baru setelah Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menetapkan sajian tersebut sebagai Kue Talam Ketan Durian Terpanjang di Dunia.
”Alhamdulillah hari ini Pekanbaru kembali mencatat rekor MURI. Tahun lalu kita mencatat rekor MURI pernikahan massal terbanyak. Hari ini kita mencatat rekor MURI terpanjang di dunia. Terima kasih untuk Rekor MURI Indonesia dan seluruh masyarakat Pekanbaru,” kata Agung di lokasi didampingi Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung serta jajaran OPD Pemko Pekanbaru.
Menurut Agung, tujuan utama festival tersebut bukan semata-mata mengejar rekor, melainkan memperkenalkan Kue Talam Ketan Durian sebagai identitas kuliner khas Kota Pekanbaru. Sebagaimana Palembang identik dengan pempek, Yogyakarta dengan bakpia, dan Medan dengan bika ambon, Pemko Pekanbaru ingin menjadikan Kue Talam Ketan Durian sebagai ikon kuliner yang melekat dengan nama Pekanbaru.
Festival tersebut juga dilengkapi pembagian 3.000 buah durian gratis kepada masyarakat. Kehadiran puluhan ribu warga dinilai menjadi bukti kuat bahwa masyarakat memiliki rasa bangga terhadap budaya dan kuliner daerahnya.
Program Sosial dan Pelayanan Jadi Prioritas
Selain pemecahan Rekor MURI, rangkaian Hari Jadi Kota Pekanbaru juga diwarnai berbagai program sosial yang menyentuh langsung keperluan masyarakat. Salah satunya adalah khitanan massal yang awalnya diikuti 1.200 anak dan kemudian ditambah kuota sebanyak 1.000 peserta lagi karena tingginya minat masyarakat.
Pemko juga menjalankan program pemasangan instalasi listrik gratis bagi 2.000 rumah warga kurang mampu, layanan kesehatan gratis, bantuan sosial bagi kelompok rentan, hingga berbagai program kesejahteraan lainnya.
Tak hanya itu, pemerintah kota terus menguatkan berbagai program prioritas seperti Zero Anak Putus Sekolah, Zero Stunting, penguatan UMKM, pembangunan infrastruktur, penanganan banjir, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menurut Agung, seluruh rangkaian Hari Jadi Kota Pekanbaru sengaja dirancang agar manfaat dan kebahagiaannya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, Pemko Pekanbaru juga menghadirkan berbagai program khusus selama perayaan hari jadi kota. Mulai 22 hingga 24 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati fasilitas parkir gratis di pusat perbelanjaan dan lokasi jajanan yang bekerja sama dengan pemerintah.
Selain itu, hotel-hotel di Kota Pekanbaru juga memberikan diskon sebesar 24 persen selama periode 19 hingga 26 Juni 2026. ”Kemudian boleh menginap di hotel mana pun di Kota Pekanbaru dengan diskon 24 persen dari tanggal 19 sampai 26 Juni,” jelasnya.
Dorong Ekonomi dan UMKM
Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade yang turut hadir dalam Festival Kue Talam Ketan Durian memberikan apresiasi atas berbagai inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru.
Menurut Andre, perayaan Hari Jadi Kota Pekanbaru tahun ini tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha.
”Menurut saya perlu diapresiasi kerja keras pemerintah kota, Pak Wali Kota, Pak Wakil Wali Kota, seluruh perangkat Pemko dan juga dukungan forkopimda. Acara hari ini sukses luar biasa. Pemerintah kota membuat terobosan melalui rekor MURI yang menghibur masyarakat dan tentu diharapkan mampu meningkatkan ekonomi UMKM,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan Festival Ketan Talam Durian bukan sekadar pencapaian rekor, melainkan bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat mampu melahirkan kegiatan yang mengangkat budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Andre juga memberi perhatian terhadap sejumlah inovasi lain yang ditampilkan Pemko Pekanbaru dalam rangkaian Hari Jadi Kota Pekanbaru, mulai dari pelayanan kesehatan hingga program pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat melalui waste station.
”Saya melihat ada pelayanan kesehatan yang menunjukkan bagaimana pemko meningkatkan layanan kepada masyarakat. Kemudian terobosan waste station ini juga cara cerdas pemerintah kota menyelesaikan persoalan sampah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Sekali lagi, apresiasi kami terhadap kerja keras luar biasa Pemerintah Kota Pekanbaru,” katanya.
Dalam pada itu, usai festival Kue Talam Durian, Wako Pekanbaru Agung Nugroho juga mengungkapkan rencana Pemko Pekanbaru untuk terus mengangkat kuliner khas daerah melalui berbagai agenda berskala besar.
Setelah sukses menghadirkan Kue Talam Ketan Durian terpanjang di dunia, Pemko Pekanbaru berencana mengajukan pemecahan rekor dunia berikutnya melalui sajian pisang goreng kipas terbesar di dunia pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia mendatang.
”Kue Talam Ketan Durian dari mana? Dari Pekanbaru. In sya Allah nanti pada 17 Agustus kita akan tampilkan pisang goreng kipas terbesar di dunia. Kenapa? Karena pisang goreng kipas juga terkenal di Kota Pekanbaru,” ungkapnya.
Ia menilai keberhasilan Festival Kue Ketan Talam Durian membuktikan bahwa Pekanbaru memiliki potensi besar di sektor kuliner, pariwisata dan ekonomi kreatif yang dapat menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai daerah.
Agung kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru untuk terus menjalankan program-program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, penanganan banjir hingga program sosial lainnya.
Ia secara khusus menegaskan komitmen terhadap program Zero Anak Putus Sekolah dan Zero Stunting yang saat ini terus digencarkan pemerintah kota.
”Kalau ada anak putus sekolah silakan lapor ke posyandu, kantor lurah atau kantor camat. Saya jamin tidak ada anak Pekanbaru yang harus putus sekolah. Begitu juga dengan stunting. Tidak boleh ada anak Pekanbaru yang gizinya kurang. Ini menjadi amanah bagi kami,” tegasnya.
Dengan 48 rangkaian kegiatan yang berlangsung selama hampir empat bulan, Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru akhirnya tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun kota semata. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi panggung kolaborasi besar yang menghadirkan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya Melayu dan kebahagiaan bagi masyarakat.
Keberhasilan Festival Kue Talam Ketan Durian yang memecahkan Rekor MURI menjadi simbol puncak dari semangat KolaborAksi tersebut. Sebuah bukti bahwa ketika pemerintah, masyarakat, komunitas dan dunia usaha bergerak bersama, lahir karya besar yang mampu mengharumkan nama Pekanbaru di tingkat nasional sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu sebagai kebanggaan daerah.(ali)
Editor : Arif Oktafian