PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Memasuki usia ke-242 tahun, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan arah pembangunan yang tidak lagi semata bertumpu pada infrastruktur fisik, melainkan pada transformasi besar pelayanan publik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Berbagai inovasi lintas sektor kini menjadi wajah baru kota, mulai dari transportasi ramah lingkungan, layanan administrasi jemput bola, ketahanan pangan, hingga sistem kedaruratan terpadu berbasis teknologi.
Wali Kota (Wako) H Agung Nugroho SE MM akhir pekan lalu menegaskan, kemajuan kota tidak hanya diukur dari megahnya pembangunan fisik, tetapi dari kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat. “Pembangunan kota yang maju bukan hanya infrastruktur, tetapi bagaimana layanan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Agung.
Baca Juga: Pecahkan Rekor MURI, Beri Manfaat pada Masyarakat
Transportasi Publik: Dari Gratis Pelajar hingga Bus Listrik
Di sektor pendidikan dan mobilitas, Pemko Pekanbaru menghadirkan program transportasi gratis bagi pelajar. Program ini ditujukan untuk meringankan beban keluarga sekaligus membentuk budaya penggunaan transportasi publik sejak dini.
Transformasi kemudian berlanjut ke sektor transportasi perkotaan yang lebih modern melalui uji coba bus listrik ramah lingkungan. Peluncuran dilakukan usai agenda Logo Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 pada Kamis (4/6), yang dihadiri Wako Agung Nugroho, Wakil Wali Kota Markarius Anwar, Ketua TP PKK Sulastri Agung, serta jajaran OPD.
Baca Juga: Wako Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Salah Satu Faktor Kenaikan PAD Pekanbaru Karena MBG
Dua unit bus listrik dilepas untuk uji coba operasional dan langsung dijajal oleh jajaran forkopimda dengan rute Mal SKA menuju Mal Pekanbaru sejauh sekitar enam kilometer.
Agung menegaskan, pengembangan bus listrik merupakan bagian dari konsep Green City atau kota hijau. “Bus ini tidak menggunakan BBM, tetapi murni energi listrik. Ini masih uji coba. Kalau hasilnya sesuai harapan, akan kita operasikan secara penuh,” katanya.
Baca Juga: Wako Agung Nugroho Ajak ASN dan Masyarakat Berkolaborasi Bangun Pekanbaru
Ia menambahkan, aspek ketepatan waktu menjadi perhatian utama agar masyarakat mendapatkan kepastian layanan transportasi.
Selain ramah lingkungan, bus listrik tersebut juga dilengkapi teknologi keamanan modern berupa 18 kamera CCTV, terdiri dari satu kamera 360 derajat dan 17 kamera lainnya yang dipasang di dalam dan luar kendaraan. Sistem ini dapat dipantau secara daring oleh pemerintah dan aparat keamanan.
“Ini untuk memastikan keamanan penumpang, termasuk mencegah tindak kriminal seperti pencopetan dan memantau perilaku pengemudi,” ujar Agung.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar yang turut menjajal bus listrik menilai kendaraan tersebut memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman. “Aman dan nyaman, itu kuncinya. Kalau itu sudah terpenuhi, Insyaallah kita akan jalan dan operasikan untuk masyarakat,” katanya.
Markarius juga menyoroti efisiensi energi yang dimiliki armada tersebut. Berdasarkan penjelasan teknis yang diterimanya, bus listrik hanya membutuhkan waktu pengisian daya sekitar satu setengah jam. “Efisiensi energi bus juga sangat baik, dengan waktu pengisian sekitar 1,5 jam namun mampu beroperasi seharian penuh,” jelasnya.
Mobilitas Sosial: Mobil AMAN hingga Pangan Keliling
Transformasi pelayanan publik juga diperluas melalui layanan administrasi kependudukan berbasis jemput bola lewat Mobil Administrasi Mudah, Amanah, dan Nyaman (AMAN) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Layanan ini meliputi perekaman dan pencetakan KTP-el, KIA, KK, akta kelahiran, akta kematian, hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Mobil ini menjangkau wilayah yang sulit akses sehingga masyarakat tidak perlu datang ke kantor Disdukcapil.
Di sektor ketahanan pangan, Pemko menghadirkan Mobil Pak AMAN (Pangan Keliling Andalan, Murah, dan Amanah) yang bekerja sama dengan Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional. Program ini menyalurkan bahan pokok seperti beras SPHP, minyak goreng, telur, dan cabai langsung ke masyarakat dengan harga terjangkau untuk menjaga stabilitas pangan daerah.
Layanan Darurat Terpadu 112 TRC Pekanbaru Aman
Salah satu terobosan terbesar adalah peluncuran layanan darurat terpadu 112 TRC Pekanbaru Aman yang diresmikan pada 1 April 2026 di Pusat Komando 112, eks Kantor Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Jalan Dahlia, Kecamatan Sukajadi.
Agung menegaskan bahwa sistem ini merupakan bentuk pelayanan cepat dan responsif terhadap berbagai keadaan darurat. “Kalau ada kecelakaan, kebakaran, atau kondisi darurat lainnya, cukup tekan 112. Layanan ini gratis dan tim akan langsung turun,” tegasnya.
Sistem ini mengintegrasikan berbagai instansi seperti kepolisian, TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Pemadam Kebakaran, Satpol PP, BPBD, Polresta Pekanbaru, serta Dinas Kominfo.
Layanan ini juga terhubung dengan nomor 110 Polresta dan 119 Dinas Kesehatan untuk penanganan medis darurat. Selain itu, pusat komando juga didukung sekitar 300 kamera CCTV yang akan terus ditingkatkan menjadi 1.000 unit berbasis Artificial Intelligence (AI).
Mobil Antar Sehat dan Digitalisasi Layanan
Pemko juga meluncurkan Mobil Antar Sehat yang ditempatkan di setiap kecamatan untuk membantu pasien kurang mampu, termasuk layanan antar jemput pasien cuci darah.
Salah satu armada bahkan menggunakan mobil dinas Wali Kota jenis Alphard yang dialihfungsikan untuk masyarakat.
Di sisi digital, hadir aplikasi Pekanbaru Aman yang terintegrasi dengan layanan 112 dan dilengkapi fitur panic button.
Aplikasi ini memungkinkan warga melaporkan berbagai persoalan seperti kriminalitas, KDRT, jalan rusak, hingga penerangan jalan. Menariknya, aplikasi ini juga menyediakan layanan psikolog dan pojok curhat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Reformasi Perizinan dan Pendidikan
Pemko juga mempercepat layanan perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang sebelumnya memakan waktu berbulan-bulan kini dapat diselesaikan dalam hitungan hari bahkan jam.
Selain itu, berbagai biaya pendidikan nonformal, termasuk lembaga keagamaan, juga dipermudah bahkan digratiskan sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan masyarakat.(ali)
Editor : Arif Oktafian