PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak seluruh masyarakat terlibat dalam pembangunan. Hal ini sesuai semangat peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru, KolaborasiAksi, Berkolaborasi Menjadi Aksi.
Pada sidang paripurna Hari Jadi Kota Pekanbaru yang digelar Selasa (23/6/2026), Agung secara tersirat menyampaikan, untuk maju, seluruh elemen masyarakat harus bersatu, hidup berdampingan dengan harmonis. Agung mengajak meresapi nilai-nilai budaya Melayu yang membuat hal itu terjadi.
''Budaya Melayu itu bukan hanya pakaian adat, bukan hanya ornamen bangunan, dan bukan pula sekadar seremonial belakam melainkan, Melayu adalah adat kesantunan, kebersamaan, gotong royong, dan cara kita memperlakukan sesama manusia. Inilah yang harus kita jaga, karena kemajuan yang kehilangan jati diri akan mudah kehilangan arah,'' ucap Agung.
Baca Juga: 40 Persen Jalan Kabupaten Kampar Rusak, PUPR Prioritaskan Perbaikan Ruas Jalan Rusak Berat
Pada sidang dipimpin Ketua DPRD Kota Pekanbaru Isa Lahamid itu, Agung juga menegaskan bahwa seluruh warga Pekanbaru yang kini menikmati keamanan dan kenyamanan kota, sesungguh memiliki utang. Yaitu hutang sejarah yang harus dilunasi sampai akhir hayat, selama masih menjadi warga kota.
''Kita memiliki sebuah utang sejarah—utang sejarah kepada pendiri kota, para pemimpin terdahulu, dan generasi yang akan datang,'' ujarnya.
Maka, kata Agung, seluruh warga berkewajiban melunasi hutang itu dengan bersama-sama bekerja keras membangun dan membentuk Kota Pekanbaru ini menuju ke arah yang lebih baik secara berkesinambungan.
Baca Juga: Wako Agung Nugroho Pastikan Anak Pemegang KTP Luar Pekanbaru Tetap Bisa Sekolah
Seperti diketahui, tahun ini merupakan tahun kedua pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Agung Nugroho dan Markarius Anwar meminpin Kota Pekanbaru. Peringatan Hari Jadi tahun lalu, Agung baru beberapa bulan memimpin. Namun tahun ini ia dan Markarius sudah bekerja penuh.
Maka, kata Agung, ia tidak lagi berbicara peta dalam pembangunan. Tapi merupakam perjalanan pembangunan. Niat yang sudah ditanamkan dalam visi dan misi kini mulai satu persatu diimplementasikan.
Namun ia sadar, Pekanbaru tidak bisa dibangun oleh satu orang. Kota dengan penghuni lebih dari satu juta jiwa ini tidak akan mampu dibangun oleh wali kota sendiri atau oleh 50 orang Anggota DPRD saja.
''Jika tahun lalu kita mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi membangun Pekanbaru, maka tahun ini kita melangkah lebih jauh, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi menjadi aksi. Inilah yang disebut sebagai KolaborAksi,'' ujarnya.
Baca Juga: Erling Haaland Cetak Dua Gol Lagi saat Norwegia Kalahkan Senegal 3-2
Agung menerangkan, kolaborasi yang hanya berhenti pada niat dan perencanaan tidak akan mengubah apa pun. Kolaborasi harus bergerak, kolaborasi harus bekerja, kolaborasi harus melahirkan perubahan, dan kolaborasi harus menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Perjalanan membangun Pekanbaru, kata dia, tentu tidak semudah rencana di afas kertas. Semua elemen masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari persoalan infrastruktur, banjir, kebersihan kota, transportasi, kualitas lingkungan hidup, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
''Namun, kita memilih untuk tidak diam. Kita memilih bergerak, bekerja, dan menyelesaikan secara bersama-sama.
Karena Pemerintah Kota Pekanbaru tidak dapat bekerja sendiri demi kemajuan kota ini hanya dapat terwujud apabila semua elemen masyarakat berjalan bersama dalam semangat kolaborAksi,'' tegasnya.
Dimulai pukul 11.30 WIB, sidang paripurna istimewa Jari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru baru tuntas sekitar pukul 13.30 WIB. Sidang itu turut dihadiri Plt Gubernur Riau SF Haryanto, Ketua DPRD Riau Kaderismanto, Wali Kota Pekanbaru pada masanya Firdaus.
Turut hadir Forkompimda, para Anggota DPRD Riau Dapil Kota Pekanbaru, Wali Kota Payakumbuh yang ber-KTP Pekanbaru hingga Anggota DPD RI KH Mursyid.(end)
Editor : Edwar Yaman