PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 32 mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat (Humas) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) melakukan kunjungan edukatif ke Kantor Riau Pos, Kamis (25/6) siang. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Komunikasi Media Massa untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap praktik industri media, baik cetak maupun digital.
Kunjungan yang didampingi empat dosen Prodi Humas Umri itu disambut hangat oleh Redaktur Pelaksana Riau Pos, Syahrul Mukhlis. Dalam suasana penuh keakraban, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat proses kerja jurnalistik dan perkembangan industri media di tengah arus digitalisasi.
Adapun dosen yang mendampingi mahasiswa dalam kegiatan tersebut yakni Johan Faladhin MIKom, Muhammad Untung Surapati MIKom, Raja Widya Novchi MSoc Sc, serta Destita Mutiara MA selaku dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Media Massa.
Baca Juga: 12 SMA dan 32 SMK Swasta Sediakan Jalur Afirmasi
Destita Mutiara mengatakan, kunjungan ke Riau Pos merupakan bagian dari pembelajaran di luar kelas agar mahasiswa dapat memahami secara langsung implementasi teori yang selama ini dipelajari.
”Kunjungan ke Kantor Riau Pos ini berkaitan dengan mata kuliah Komunikasi Media Massa. Mata kuliah ini bertujuan untuk melihat bagaimana perkembangan media massa di Indonesia, khususnya salah satu media di Pekanbaru yakni Riau Pos,” ujarnya.
Menurut Destita, melalui kegiatan tersebut mahasiswa diharapkan dapat memperoleh gambaran nyata mengenai dinamika dunia media, mulai dari proses produksi berita hingga tantangan yang dihadapi industri pers saat ini.
”Jadi kami berkunjung ke Riau Pos untuk mengetahui secara lebih aktual bagaimana implementasi dan praktik media massa. Kegiatan ini diikuti sebanyak 32 mahasiswa dan didampingi oleh empat orang dosen Prodi Hubungan Masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Redaktur Pelaksana Riau Pos Syahrul Mukhlis menyampaikan apresiasinya atas kunjungan mahasiswa Umri. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat penting untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri media.
Dalam kesempatan tersebut, Syahrul memaparkan perkembangan dunia jurnalistik di era digital, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan media dalam mempertahankan eksistensinya di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Menurutnya, media saat ini dituntut untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan di tengah persaingan yang semakin ketat.
”Riau Pos terus melakukan transformasi media secara komprehensif melalui konvergensi multiplatform. Langkah ini penting untuk mempertahankan eksistensi kami dan tetap melayani pembaca lintas generasi,” ungkap Syahrul.
Selain mendapatkan materi mengenai perkembangan industri media, para mahasiswa juga berkesempatan berdiskusi langsung terkait proses kerja redaksi, tantangan jurnalisme digital, serta peluang karier di bidang media dan komunikasi.(dof/c)
Editor : Arif Oktafian