Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

MPLS Harus Terhindar dari Praktik Perploncoan 

Soleh Saputra • Kamis, 9 Juli 2026 | 10:16 WIB
SF Hariyanto. (JPG)
SF Hariyanto. (JPG)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Bebe­rapa sekolah di Provinsi Riau telah memulai masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan tahunan tersebut langsung mendapatkan aten­si dan pengawasan ke­tat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau agar berjalan sesuai dengan baik.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto turut memberikan penegasan kepada seluruh satuan pendidikan yang tersebar di wilayah Provinsi Riau. Ia menginstruksikan agar seluruh sekolah wajib menyelenggarakan rangkaian kegiatan MPLS 2026 tanpa ada unsur perploncoan, praktik perundungan, maupun segala bentuk tindakan kekerasan fisik dan psikologis.

Baca Juga: Pengerasan Dimulai, Simpang Sebidang Arifin Ahmad–Sudirman Dikebut hingga Akhir Tahun

‘’MPLS merupakan momentum yang sa­ngat penting dan mendasar bagi pertumbuhan mental siswa di lingkungan baru. Fase awal masuk sekolah ini ha­rus dimanfaatkan secara optimal untuk menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap sekolah, mengenalkan tata tertib, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan nilai antikorupsi sejak dini kepada generasi muda,’’ katanya.

Plt Gubri juga melarang keras adanya penugasan atau penggunaan atribut-atribut aneh yang tidak rele­van dengan proses pembelajaran, seperti yang sering terjadi pada era perploncoan masa lalu. Sifat dari pengena­lan sekolah ini harus diarahkan penuh pada aspek edukasi yang kreatif, menyenangkan, dan mampu memantik semangat belajar para siswa baru.

Baca Juga: Teken MoU dengan Pemkot Bandung, Wako Agung Ingin Pekanbaru Setara dengan Kota Besar Nasional

‘’Kegiatan harus edukatif, jangan sampai ada yang menggunakan atribut berlebihan seperti perploncoan. Saya tegaskan hal ini sekali lagi, tidak boleh ada kegiatan MPLS yang berjalan tidak sesuai dengan alurnya,’’ ungkap SF Hariyanto.

Lebih lanjut, SF Hariyanto meminta kepada seluruh kepala sekolah, jajaran majelis guru, hingga para pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) untuk terlibat aktif sebagai teladan yang baik. Di samping itu, ia juga membuka ruang pengawasan publik dengan meminta masyarakat serta orang tua murid untuk segera melapor ke dinas terkait jika menemukan adanya praktik menyimpang di lapangan.

‘’Anak-anak kita ini adalah aset masa depan Riau, jangan sampai mereka justru mengalami trauma psikologis di hari pertama masuk sekolah. Pemprov Riau berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif,’’ tu­tupnya.(sol)

Editor : Arif Oktafian
#MPLS 2026 #MPLS Riau #pendidik