Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Disdik Pekanbaru Tetapkan MPLS Lima Hari, Perpeloncoan dan Pungutan Dilarang

Joko Susilo • Minggu, 12 Juli 2026 | 15:00 WIB

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, Safrian Tommy. (Dok Riaupos.co)

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, Syafrian Tommy. (Dok Riaupos.co)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan sekadar agenda rutin di awal tahun ajaran. Bagi ribuan murid baru di Kota Pekanbaru, lima hari pertama di sekolah menjadi langkah awal membangun rasa percaya diri, mengenal lingkungan belajar, hingga menumbuhkan semangat untuk menempuh pendidikan.

Karena itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru memastikan pelaksanaan MPLS tahun ajaran 2026/2027 berlangsung aman, nyaman, edukatif, serta berorientasi pada pemenuhan hak anak. Seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP negeri dan swasta hingga SKB dan PKBM, diwajibkan melaksanakan MPLS selama lima hari pada pekan pertama masuk sekolah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, menegaskan bahwa MPLS harus menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik baru, bukan ajang yang menimbulkan rasa takut ataupun tekanan.

 Baca Juga: Hari Pertama Masuk Sekolah: ASN Kuansing yang Punya Anak Usia PAUD, SD, dan SMP Diberikan Kelonggaran

"Pelaksanaan MPLS harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Tidak boleh ada perpeloncoan, kekerasan, pungutan biaya maupun penggunaan atribut yang tidak edukatif. Seluruh kegiatan harus berada di bawah pengawasan guru dan benar-benar mendukung proses adaptasi murid," ujar Safriyan Tommy, Ahad (12/7/2026).

Menurutnya, pendekatan humanis menjadi fokus utama dalam pelaksanaan MPLS tahun ini. Selain membantu peserta didik mengenali lingkungan sekolah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengenalkan potensi diri murid, kurikulum pembelajaran, warga sekolah, hingga lingkungan fisik sekolah agar proses adaptasi berlangsung lebih mudah dan inklusif.

Tidak hanya itu, Disdik Kota Pekanbaru juga memasukkan penguatan karakter sebagai materi wajib selama MPLS. Para murid akan diperkenalkan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kegiatan Pagi Ceria, etika sopan santun bermedia sosial, hingga pembiasaan Budaya 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.

Baca Juga: Restorasi Mangrove Desa Teluk Pambang Jadi Perhatian Internasional 

Di sisi lain, kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi perhatian melalui program Green City. Dalam program tersebut, siswa dibiasakan memilah sampah sejak dini serta mengikuti gerakan satu siswa satu polybag tanaman sebagai bagian dari upaya mewujudkan sekolah hijau yang berkelanjutan.

"Kami ingin sejak hari pertama sekolah, anak-anak tidak hanya belajar mengenal lingkungan baru, tetapi juga mulai membangun karakter positif dan kepedulian terhadap lingkungan. Sekolah harus menjadi tempat yang membentuk generasi yang berkarakter sekaligus cinta kebersihan dan kelestarian lingkungan," tambah Safriyan.(ilo)

 

Editor : Edwar Yaman
MPLS Lima Hari syafrian tommy disdik pekanbaru perpeloncoan