Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Menggenggam Tangan Ayah, Sambut Hari Pertama Sekolah

Joko Susilo • Senin, 13 Juli 2026 | 13:14 WIB
Suasana di SD Jalan Purwodadi Ujung saat orang tua mengantar putra-putrinya di hari pertama sekolah
Suasana di SD Jalan Purwodadi Ujung saat orang tua mengantar putra-putrinya di hari pertama sekolah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Genggaman tangan ayah menjadi penenang bagi Zahra saat melangkah memasuki gerbang SD Negeri 191 Kota Pekanbaru, Senin (13/7). Di antara wajah-wajah kecil yang masih tampak malu dan penasaran, siswi baru itu berjalan perlahan mencari ruang belajar Kelas 1A, tempat petualangan barunya sebagai murid sekolah dasar dimulai.

Sejak pukul 06.30 WIB, suasana sekolah di Jalan Purwodadi Ujung mulai dipenuhi orang tua yang mengantar putra-putrinya. Senyum, pelukan, hingga pesan singkat untuk tetap semangat menjadi pemandangan yang mewarnai hari pertama masuk sekolah.

Tak lama kemudian, Zahra bersama ratusan murid baru berdiri mengikuti upacara bendera di halaman sekolah. Dari belakang barisan, para orang tua memperhatikan setiap langkah anak-anak mereka. Ada rasa bangga, haru, sekaligus cemas saat menyaksikan buah hati mulai belajar mandiri di lingkungan yang baru.

Baca Juga: Bus Gratis Mulai Beroperasi, Layani Tujuh Sekolah di Pekanbaru

Meski harus perlahan melepaskan genggaman tangan anak, sebagian besar orang tua memilih tetap berada di sekolah hingga jam pulang. Mereka ingin memastikan proses adaptasi berlangsung lancar dan anak-anak merasa nyaman menjalani hari pertama sebagai murid sekolah dasar.

Empat hari ke depan, para murid akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Selama masa itu, mereka diperkenalkan dengan ruang kelas, perpustakaan, guru, serta berbagai sudut sekolah agar lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.

Andika, salah seorang wali murid, mengaku bahagia bisa mendampingi anaknya pada momen penting tersebut. Menurutnya, banyak murid kelas 1 yang masih mengenakan seragam taman kanak-kanak karena seragam SD belum ada.

Baca Juga: Bahlil Pertimbangkan Gas Mubadala Diolah di KEK Arun Lhokseumawe

"Anak-anak masih banyak yang memakai seragam TK. Yang penting mereka tetap semangat mengikuti hari pertama sekolah," ujarnya.

Perasaan serupa juga dirasakan Yuni. Ia berharap kehadiran orang tua di hari pertama mampu menumbuhkan rasa percaya diri anak untuk mulai mengenal teman-teman baru dan lingkungan sekolah.

"Kami mendampingi anak agar mereka lebih percaya diri. Mudah-mudahan anak-anak cepat beradaptasi dan senang belajar di sekolah barunya," katanya.

Baca Juga: Meranti Menanti Sisa Utang DBH Rp150,47 Milliar dari Pemprov dan Pusat yang Tak Kunjung Disalurkan

Momen hangat antara orang tua dan anak pada hari pertama sekolah juga sejalan dengan semangat yang diusung Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru dalam pelaksanaan MPLS tahun ini. Sekolah diminta menjadikan masa pengenalan sebagai pengalaman yang menyenangkan, ramah anak, dan bebas dari praktik perpeloncoan maupun kekerasan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Safriyan Tommy, menegaskan bahwa seluruh kegiatan MPLS harus berlangsung secara edukatif dengan pendampingan guru. 

"Tujuan utama kegiatan MPLS adalah membantu peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah, memahami tata tertib, serta membangun rasa percaya diri sehingga mereka dapat menjalani proses belajar dengan nyaman sejak hari pertama," sebutnya.

 

 

 

Editor : Rinaldi
kegiatan mpls genggam tangan ayah hari pertama masuk sekolah