Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Antisipasi Ancaman LGBT

Prapti Dwi Lestari • Rabu, 15 Juli 2026 | 11:31 WIB
Markarius Anwar. (JPG)
Markarius Anwar. (JPG)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Aktivitas kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang terus mengintai generasi muda Prkanbaru. Ancaman ini dinilai mulai membuat keresahan di masyarakat. Akibatnya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas kaum LGBT tersebut.

Langkah tersebut disampaikan Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar menyusul, banyaknya laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas LGBT di sejumlah lokasi di ibu kota Provinsi Riau, Selasa (14/7). Menurutnya, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam apabila ditemukan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum maupun melanggar ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Mahasiswa STIE Dharma Putra Melakukan Kegiatan Edukasi 

Selain penegakan aturan, pemerintah juga akan memperluas edukasi mengenai risiko penularan HIV kepada kalangan pelajar.

“Kami memang banyak menerima laporan dari masyarakat tentang LGBT di Kota Pekanbaru ini. Itu sebabnya kami akan tindak tegas keberadaan dan aktifitas mereka bersama pihak terkait lainnya,” katanya.

Diungkapkan Markarius Anwar, Pemko Pekanbaru akan mengambil langkah tegas terhadap aktivitas yang dianggap meresahkan warga, serta akan mengambil tindakan hukum, apabila memang keberadaannya dianggap meresahkan masyarakat.

Baca Juga: Overlay Jalan Melati dan Jalan Guru Terealisasi

Tak hanya itu, Pemerintah Kota juga akan melakukan pengawasan dan langkah preventif melalui edukasi kepada generasi muda. Program tersebut akan diperluas hingga ke sekolah-sekolah dengan melibatkan tenaga kesehatan dan psikolog.

Bahkan pemko juga sudah melakukan langkah-langkah sosialisasi di sejumlah sekolah menengah atas (SMA) dengan menghadirkan dokter untuk memberikan pemahaman mengenai risiko perilaku seksual berisiko, termasuk kaitannya dengan penularan HIV.(ayi)

Editor : Arif Oktafian
markarius anwar Wakil wali kota pekanbaru pemko pekanbaru pekanbaru