PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus berkomitmen mendorong integrasi layanan publik secara menyeluruh melalui pengembangan konsep “One Data Riau”. Terobosan berbasis teknologi ini dirancang agar berbagai informasi penting dan layanan pemerintahan dapat diakses masyarakat dan pemangku kepentingan hanya melalui satu sistem pintu terpadu.
Langkah strategis ini dibahas dalam rapat tindak lanjut pelaksanaan Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital Tahun 2026. Pertemuan yang dihadiri oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilaksanakan di ruang rapat Melati, Kantor Gubernur Riau, Rabu (15/7).
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, menegaskan bahwa Pemprov Riau menargetkan terwujudnya konsep One Data Riau dalam waktu dekat. Kehadiran basis data tunggal ini diyakini tidak hanya mempermudah akses informasi bagi masyarakat luas, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam mendukung pengambilan keputusan kebijakan yang berbasis data.
Baca Juga: Wako Pekanbaru Agung Nugroho Lantik 16 ASN, Tekankan Kinerja dan Pelayanan Maksimal untuk Masyarakat
Syahrial menjelaskan bahwa prinsip utama reformasi birokrasi digital saat ini adalah meruntuhkan sekat-sekat ego sektoral antar-instansi.
“Prinsip kita saat ini adalah bagaimana mewujudkan One Data Riau, sehingga seluruh data pemerintah daerah dapat terintegrasi penuh dalam satu sistem aplikasi yang sama,” ujar Syahrial Abdi.
Baca Juga: Pengaspalan Jalan Beringin dan Khadijah Ali Dimulai, Perbaikan Jalan di Pekanbaru Berlanjut
Untuk memberikan gambaran konkret, Syahrial mencontohkan sistem layanan rumah sakit swasta modern yang kini mayoritas telah terhubung dalam satu aplikasi praktis. Melalui sistem semacam itu, masyarakat selaku konsumen dapat dengan mudah memantau dan memilih fasilitas kesehatan yang dibutuhkan tanpa perlu berpindah-pindah platform.
Menurutnya, konsep integrasi serupa sangat mendesak untuk segera diterapkan pada jajaran rumah sakit milik pemerintah daerah di Riau. Beberapa fasilitas kesehatan pelat merah yang menjadi target integrasi cepat ini di antaranya adalah RSUD Arifin Achmad, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, serta RSUD Petala Bumi Pekanbaru.(sol)
Editor : Arif Oktafian