PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Keterbatasan ruang dan mahalnya perangkat drum elektronik menjadi tantangan bagi banyak orang yang ingin belajar maupun berlatih memainkan alat musik drum.
Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Mekatronika Politeknik Caltex Riau (PCR) Nur Iman Saputra, menghadirkan inovasi berupa drum virtual berbasis sensor akselerometer, magnetometer, dan protokol ESP-NOW sebagai proyek tugas akhirnya. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai syarat menyelesaikan pendidikan Sarjana Terapan Teknik (STrT). Melalui proyek bertajuk “Rancang Bangun Drum Virtual Berbasis Sensor Akselerometer, Magnetometer dan Protokol ESP-NOW”, Nur Iman menghadirkan sebuah instrumen musik digital yang mampu memberikan pengalaman bermain drum layaknya menggunakan perangkat asli, namun dengan ukuran yang jauh lebih ringkas dan mudah dibawa.
Baca Juga: Pemprov Percepat Integrasi Digital Layanan Publik
“Latar belakang pengembangan alat ini adalah memberikan solusi atas keterbatasan drum akustik maupun drum elektronik yang umumnya berukuran besar dan kurang praktis. Sementara drum virtual berbasis software memang lebih sederhana, tetapi masih belum mampu menghadirkan sensasi alami saat memukul drum,” ujar Nur Iman.
Baca Juga: Wako Pekanbaru Agung Nugroho Lantik 16 ASN, Tekankan Kinerja dan Pelayanan Maksimal untuk Masyarakat
Sistem yang dikembangkan memanfaatkan sensor akselerometer untuk mendeteksi gerakan pukulan stik, sedangkan sensor magnetometer digunakan untuk mengenali posisi atau instrumen drum yang dimainkan. Seluruh data kemudian dikirim secara nirkabel menggunakan protokol ESP-NOW menuju modul receiver yang berfungsi sebagai USB MIDI, sebelum diteruskan ke perangkat lunak Digital.(hen)
Editor : Arif Oktafian