Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Evaluasi Honor Kader Posyandu

Hendrawan Kariman • Kamis, 16 Juli 2026 | 11:20 WIB
Tekad Indra Perdana Abidin. (JPG)
Tekad Indra Perdana Abidin. (JPG)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Tekad Indra Perdana Abidin meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan kader Posyandu.

Permintaannya ini usai mendapati rendahnya honora­rium para kader yang rata-rata hanya mengantongi insentif berkisar hanya Rp50-100 ribu per bulan. Nominal itu, kata dia, sudah tidak layak dengan beratnya beban tugas dan tanggung jawab yang dipikul di tingkat paling bawah.

‘’Saya sering mendengar langsung keluhan dari kader Posyandu. Ada yang hanya menerima insentif Rp50 ribu sampai Rp100 ribu per bulan. Padahal, beban tugas mereka cukup besar karena menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat,” ungkap Tekad.

Baca Juga: Jalan Beringin dan Jalan Khadijah Ali Diaspal Ulang 

Tekad mengingatkan, ka­der Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat. Peran mereka tidak boleh diremehkan.

Para kader Posyandu itu, kata Tekad, tidak hanya menjalankan pelayanan kesehatan ibu dan anak saja, tapi juga turut menopang kelancaran program strategis pemerintah lainnya. Mulai dari pendataan warga, edukasi kesehatan komprehensif, hingga agenda krusial seperti pencegahan stunting.

‘’Ada kader yang rela mengeluarkan uang sendiri untuk membeli makanan tambahan bergizi atau memenuhi kebutuhan kegiatan ketika anggaran yang tersedia tidak mencukupi. Ini menunjukkan dedikasi yang luar biasa, tetapi tidak boleh terus-menerus dibebankan kepada mereka,’’ ujarnya.

Baca Juga: Pemprov Percepat Integrasi Digital Layanan Publik 

Bahkan, kata Tekad, banyak kader terpaksa merogoh kocek pribadi. Ini karena kondisi yang ada tidak mampu medorong roda pelayanan Posyandu berjalan optimal.

‘’Kami mendesak Pemko Pekanbaru segera mengevaluasi nominal insentif kader Posyandu agar disesuaikan dengan kapasitas keuangan daerah. Peningkatan insentif dan dukungan dana operasional, untuk mendongkrak motivasi kerja,’’ ujarnya.(end)

Editor : Arif Oktafian
Tekad Indra Perdana Abidin komisi iii dprd pekanbaru kader posyandu dprd pekanbaru