PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau, berkolaborasi menggesa pembangunan Flyover Simpang Garuda Sakti, Pekanbaru. Kolaborasi yang dilakukan yakni Pemprov Riau melakukan pembebasan lahan sedangkan pemerintah pusat membangun fisik flyover.
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan untuk pembebasan lahan pembangunan flyover. Dari data yang didapat di lapangan, total ada 94 persil tanah yang akan dibebaskan untuk pembangunan flyover tersebut.
‘’Target penyelesaian ganti rugi lahan tersebut pada akhir tahun ini,’’ katanya, Rabu (22/7).
Baca Juga: Rida K Liamsi Didakwa Rugikan Riau Pos Rp56,9 Miliar
Lebih lanjut dikatakannya, selain proses pembebasan lahan yang terus berlangsung. Pihak BPJN Riau juga sudah memfinalkan detail enginering desain (DED) flyover tersebut, di mana DED ini juga merupakan tahapan penting yang perlu disiapkan sebelum pembangunan fisik sebuah bangunan.
‘’Sementara kami menyelesaikan pembebasan lahan, pihak BPJN juga sudah memfinalisasi DED-nya. Termasuk juga Amdal Lalinnya, sehingga seluruh tahapannya semua berjalan dan ditargetkan pada 2027 mendatang pembangunan fisik flyover sudah bisa dilaksanakan,’’ sebutnya.
Baca Juga: Komisi XIII DPR RI Apresiasi Pelayanan Kantor Imigrasi Pekanbaru
Sementara itu, Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak mengatakan, setelah proses pembebasan lahan selesai dilakukan oleh Pemprov Riau. Selanjutnya pihaknya akan menyampaikan ke Kementerian PU terkait pengerjaan fisik flyover tersebut.
‘’DED pembangunan flyover-nya sudah kami buat, termasuk Amdal. Jika pembebasan lahan sudah selesai, kami akan langsung laporkan ke pimpinan untuk pengerjaan fisiknya,’’ katanya.
Baca Juga: Siswa SMK di Pekanbaru Meninggal Diduga Usai Berkelahi, Keluarga Korban Lapor Polisi
Yohanis juga memaparkan, untuk fisik flyover tersebut yakni panjang penanganan yakni 644 meter. Flyover akan membentang dari Jalan HR Soebrantas menuju ke arah Bangkinang. Kemudian panjang oprit arah Pekanbaru 145 meter. Panjang oprit arah Bangkinang 160 meter.
‘’Selanjutnya untuk clereance 5,3 meter, perkerasan oprit dan frontage menggunakan rigid pavement dan lebar struktur flyover 18,8 meter,’’ paparnya.(hen)
Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian