Lewat Program Ekonagam, Mahasiswa Kukerta UNRI Sulap Nanas Gambut Jadi Keripik dan Tepache di Desa Semukut

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 16:00 WIB
Tim Kukerta UNRI berfoto bersama aparatur dan warga Desa Semukut usai pelatihan inovasi olahan nanas gambut, beberapa waktu lalu.
Tim Kukerta UNRI berfoto bersama aparatur dan warga Desa Semukut usai pelatihan inovasi olahan nanas gambut, beberapa waktu lalu.

 
PULAU MERBAU (RIAUPOS.CO) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat melalui program Ekonomi Nanas Gambut (Ekonagam) di Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Program ini mendorong masyarakat mengolah nanas gambut menjadi berbagai produk bernilai jual sekaligus menerapkan konsep zero waste atau tanpa limbah.

Melalui program tersebut, mahasiswa memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk memproduksi keripik nanas sebagai camilan sehat yang memiliki nilai tambah dibandingkan hanya menjual buah segar. Produk itu juga dikemas dengan desain yang lebih menarik sehingga diharapkan mampu bersaing di pasar digital maupun menjadi oleh-oleh khas daerah.

Tak hanya itu, mahasiswa juga memanfaatkan sisa daging dan sari nanas menjadi tepache, minuman probiotik hasil fermentasi yang mulai dikenal sebagai minuman kesehatan. Sementara kulit nanas yang selama ini menjadi limbah diolah menjadi eco-enzyme, cairan serbaguna yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami rumah tangga hingga pupuk organik cair.

Ketua Tim Kukerta UNRI Desa Semukut mengatakan, nama Ekonagam dipilih karena melihat potensi besar nanas gambut yang menjadi komoditas unggulan desa. Menurutnya, pengolahan nanas tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi hasil panen, tetapi juga mampu mengurangi limbah melalui pemanfaatan seluruh bagian buah.

"Melalui program Ekonagam, kami ingin masyarakat memiliki produk unggulan berupa keripik nanas sehat. Selain itu, kami juga memperkenalkan pembuatan tepache dan eco-enzyme sehingga satu buah nanas dapat menghasilkan beberapa produk yang memiliki nilai ekonomi," ujarnya.

Program yang dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan (DPL) tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kelompok PKK dan para pemuda desa tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari proses pengolahan, fermentasi, hingga teknik pengemasan produk.

Kepala Desa Semukut mengapresiasi inovasi yang dibawa mahasiswa Kukerta UNRI. Menurutnya, selama ini masyarakat hanya menjual nanas dalam bentuk segar dengan harga yang relatif terbatas. Kehadiran program Ekonagam membuka wawasan masyarakat bahwa komoditas lokal dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

"Kami berterima kasih kepada mahasiswa Kukerta UNRI. Program ini memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat bahwa nanas gambut dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Harapannya, inovasi ini dapat menjadi cikal bakal lahirnya UMKM baru di Desa Semukut," katanya.

Melalui pendampingan yang mencakup proses produksi hingga pemasaran digital, program Ekonagam diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi nanas gambut sebagai komoditas unggulan Desa Semukut.

Editor : Rindra Yasin
ekonagam Unri kukerta