Wendi Junissa Putra Pemenang Sayembara Logo Hari Jadi Ke-69 Riau

Soleh Saputra • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 09:49 WIB
LOGO HUT RIAU (JPG)
LOGO HUT RIAU (JPG)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah mengumumkan pemenang Sayembara Logo Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau. Dari 11 logo yang dinyatakan masuk nominasi, terpilih satu logo yang merupakan karya Wendi Junissa Putra, warga Kampung Rempak, Kabupaten Siak.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan ungkapan terima kasih atas partisipasi insan kreatif yang telah berpartisipasi. Logo terpilih dinyatakan merupakan hak cipta Pemprov Riau. Pihaknya memiliki hak sepenuhnya atas desain logo yang terpilih.

‘’Kami Pemprov Riau menyampaikan terima kasih bagi peserta yang telah berpartisipasi dan berinovasi. Teruslah menjadi insan kreatif Riau yang menginspirasi melalui karya kreatif. Semoga logo ini dapat menjadi simbol kebanggan dan identitas Provinsi Riau yang kuat,’’ ujarnya.

Baca Juga: Pejabat Pemko Pekanbaru Berkinerja Buruk akan Dievaluasi Setiap Enam Bulan

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah Riau, Mardoni Akrom mengatakan, sayembara logo tersebut tahun ini mengangkat tema ‘’Bersatu dalam Keberagaman, Maju dalam Pembangunan’’. 

‘’Sayembara ini memiliki hadiah total Rp15 juta. Dengan satu logo terpilih mendapatkan hadiah senilai Rp5 juta, sementara 10 logo yang dinyatakan masuk nominasi mendapatkan hadiah senilai Rp1 juta per masing-masing logo,’’ sebutnya.

Adapun filosofi dari logo ke-69 Riau, memuat angka 69, simbol selembayung, tanjak dan kuntum bujang. Pada Angka 69, dirancang dengan komposisi yang saling memutar dan menyatu dalam keseimbangan,mencerminkan hubungan yang harmonis antara keberagaman dan persatuan.

Baca Juga: Pemko Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan, 19 Ruas Sudah Diaspal Sepanjang 23 Kilometer

‘’Kedua angka yang saling berhadapan melambangkan berbagai perbedaan dalam kehidupan baik suku, budaya, ras dan agama serta latar belakang masyarakat yang berbeda namun tetap saling melengkapi demi terwujudnya Provinsi Riau yang Maju dan Bersatu,’’ paparnya.

Kemudian Selembayung, yang menyimbolkan gerak melingkar Selembayung yang tercipta dari perpaduan angka 6 dan 9 menjadi simbol kolaborasi yang terus berputar, mengalir, dan berkembang. Tidak ada bagian yang lebih dominan, melainkan bahu-membahu dalam semangat harmonis.

‘’Filosofi ini menggambarkan bahwa pembangunan akan tumbuh lebih kokoh ketika seluruh elemen masyarakat bersinergi, menghargai keberagaman, dan berjalan bersama dalam semangat gotong royong,’’ sebutnya.

Baca Juga: Bawa Sabu 2 Kg Lewat Bandara SSK II, Kurir Asal Aceh Ditangkap 

Setelahnya simbol Tanjak, sebagai mahkota kebesaran dalam budaya Melayu Riau, melambangkan kehormatan, kebijaksanaan, kewibawaan, serta tanggung jawab seorang pemimpin dalam mengayomi masyarakat. Seorang pemimpin tidak hanya mengarahkan pembangunan, tetapi juga mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat dalam bingkai keberagaman dan semangat persatuan.

Pemimpin yang bijaksana mampu mengubah keberagaman menjadi kekuatan kolektif, serta mengarahkan seluruh potensi daerah menuju pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan menyejahterakan seluruh masyarakat Riau.

Terakhir pada simbol Kuntum Bujang, yang merupakan salah satu ornamen khas Melayu Riau yang melambangkan awal kehidupan, pertumbuhan dan harapan. Kuntum Bujang dihadirkan sebagai simbol semangat untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan melangkah maju di tengah tetap berakar pada nilai-nilai luhur budaya Melayu.

Kelopak Kuntum Bujang yang saling mekar melambangkan keharmonisan, kebersamaan, dan keseimbangan. Setiap kelopak memiliki peran yang sama pentingnya dalam membentuk satu kesatuan. Sebagaimana keberagaman masyarakat Riau menjadi kekuatan kolektif yang memperkokoh persatuan dan mempercepat pembangunan di berbagai bidang.(sol) 

Editor : Arif Oktafian
Hari Jadi Riau ke-69 Logo HUT Riau Wendi Junissa Putra pemprov riau