PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mematangkan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan Pertemuan Green Cities Mayors’ Council (GCMC) IMT-GT ke-9 yang digelar pada 4-7 Agustus 2026 di Pekanbaru.
Tak hanya memastikan seluruh rangkaian agenda internasional berjalan lancar, Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM juga menargetkan penyelenggaraan forum tersebut mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah.
Hal itu disampaikan Agung usai memimpin rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan GCMC IMT-GT ke-9, Senin (27/7). Menurutnya, seluruh perangkat daerah dan pihak terkait saat ini terus mematangkan berbagai kebutuhan teknis hingga pelayanan kepada tamu dari luar negeri. “Menjelang kedatangan delegasi dari tiga negara dan teman-teman pemerintahan daerah lain pada pertemuan GCMC IMT-GT ke-9, persiapan terus kita matangkan,” ujar Agung.
Baca Juga: Peringatan Hari Jadi Riau, Pemprov Tanam 2.200 Pohon
Ia menegaskan, forum internasional yang akan mempertemukan kepala daerah dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand tersebut merupakan momentum penting bagi Pekanbaru untuk menunjukkan kemampuan sebagai tuan rumah agenda bertaraf internasional.
“Forum internasional yang menghadirkan puluhan kepala daerah dan pimpinan kota dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand ini adalah panggung besar bagi kota kita. Dalam rakor ini, saya menekankan kesiapan di seluruh sektor. Mulai dari kesiapan lokasi, alur persidangan, pengamanan, fasilitas penunjang, hingga penyambutan tamu internasional,” tegasnya.
Karena itu, Agung meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bersama seluruh pihak yang terlibat bekerja maksimal sesuai tugas masing-masing. Kesiapan, kata dia, tidak hanya menyangkut lokasi pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mencakup pengamanan, transportasi, akomodasi, hingga pelayanan terbaik bagi seluruh delegasi.
Baca Juga: Peringatan Hari Jadi Riau, Pemprov Tanam 2.200 Pohon
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan GCMC IMT-GT ke-9 tidak hanya diukur dari suksesnya pelaksanaan acara, tetapi juga dari manfaat jangka panjang yang bisa dirasakan masyarakat. “Selain membawa nama baik daerah di kancah internasional, kita ingin ajang ini jadi pemicu pergerakan ekonomi lokal, UMKM, serta sektor pariwisata kita,” katanya.
Forum GCMC IMT-GT ke-9 sendiri merupakan pertemuan resmi para wali kota yang tergabung dalam kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Dalam forum tersebut, para kepala daerah akan berdiskusi sekaligus bertukar pengalaman mengenai berbagai isu strategis pembangunan kota berkelanjutan.
Topik yang akan dibahas meliputi transportasi ramah lingkungan, pengelolaan sampah, energi berkelanjutan, literasi karbon, ekonomi sirkular, pelestarian keanekaragaman hayati, hingga pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (Education for Sustainable Development).
Baca Juga: DLHK Pekanbaru Perketat Razia, Pembuang Sampah Sembarangan Ditindak
Selain menjadi tuan rumah, Kota Pekanbaru juga dipercaya menjadi ketua pertemuan sekaligus lead city untuk portofolio Education for Sustainable Development. Kepercayaan tersebut dinilai menjadi pengakuan atas komitmen Pekanbaru dalam mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.
Forum ini membahas pengembangan kota hijau dan pembangunan perkotaan berkelanjutan. Sebanyak 32 pemerintah kota, kabupaten, dan dewan kota dari Indonesia serta Malaysia telah diundang mengikuti forum tersebut. Sementara delegasi dari Thailand akan ditetapkan melalui Sekretariat Nasional Thailand.
Sejumlah kepala daerah dijadwalkan hadir, di antaranya dari Medan, Batam, Padang, Palembang, Bandar Lampung, Ipoh, Pulau Pinang, Alor Setar, Langkawi, Seremban hingga Kuantan.
Baca Juga: Hiswana Migas dan Pertamina Pastikan Stok BBM Riau Aman
Forum ini juga akan melibatkan berbagai organisasi internasional yang selama ini aktif mendukung pembangunan kota berkelanjutan, seperti UNESCAP, Institute for Global Environmental Strategies (IGES), serta ICLEI–Local Governments for Sustainability.
Dalam pelaksanaan forum tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dipercaya memimpin jalannya sidang sebagai Ketua Pertemuan GCMC IMT-GT ke-9. Penunjukan itu menjadi bentuk kepercayaan terhadap Pekanbaru sebagai daerah yang dinilai siap menyelenggarakan agenda internasional.
“Kepercayaan ini adalah sebuah kehormatan bagi Pekanbaru, Provinsi Riau, sekaligus Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa daerah di Indonesia mampu menjadi tuan rumah forum internasional dengan pelayanan terbaik, tata kelola pemerintahan yang baik, serta komitmen terhadap pembangunan kota yang berkelanjutan,” ujar Agung.
Ia optimistis penyelenggaraan forum internasional tersebut akan memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor ekonomi. Kehadiran delegasi dari berbagai negara diperkirakan akan menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pariwisata.
Tak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga akan memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan berbagai program unggulan yang telah dijalankan. Mulai dari pengembangan Green City, peningkatan pelayanan publik, pengelolaan lingkungan, pengembangan ekonomi hijau, hingga peluang investasi di berbagai sektor strategis.
Selama berada di Pekanbaru, para delegasi akan mengikuti sejumlah agenda. Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar internasional, dilanjutkan kunjungan ke Green School atau Sekolah Hijau, bank sampah, serta proyek Green City Pekanbaru. Para tamu juga akan mengikuti gala dinner yang menampilkan kekayaan budaya Melayu di Rumah Singgah Tuan Kadi.
Dalam jamuan tersebut, para delegasi juga dijadwalkan menikmati beragam kuliner khas Pekanbaru, termasuk Talam Durian yang menjadi salah satu makanan khas daerah.
Pemko Pekanbaru berharap seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya meninggalkan kesan positif bagi para tamu internasional, tetapi juga membuka peluang kerja sama konkret di berbagai bidang.
“Mulai dari bidang investasi, perdagangan, lingkungan, pendidikan, teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tutur Agung.(ali)
Editor : Arif Oktafian