PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Setelah memberikan surat peringatan dan waktu kepada pedagang, Kamis (30/7) Pemko Pekanbaru melakukan pembongkaran paksa lapak-lapak yang masih berdiri di Jalan Teratai ujung. Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho turun langsung melihat pembongkaran dan melakukan dialog dengan pedagang.
Pembersihan kemarin melibatkan petugas gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta Dinas PUPR Kota Pekanbaru. Proses pembongkaran puing-puing lapak yang berdiri di atas drainase dan bahu jalan dibantu menggunakan alat berat ekskavator serta pasukan kuning.
Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemko untuk menata kawasan sekitar Pasar Kodim sekaligus persiapan pengaspalan ulang jalan yang selama ini dipenuhi lapak pedagang dan mengalami kerusakan parah.
Baca Juga: Wako Geram Proyek Pasar Bawah Mangkrak
Wako menjelaskan, penataan dilakukan untuk mengembalikan fungsi Jalan Teratai sebagai akses lalu lintas dan memperbaiki sistem drainase yang selama ini tidak berfungsi optimal.
”Kita melakukan pembersihan karena akan dilakukan pengaspalan ulang. Jalan ini sudah sangat parah sekali, air tergenang di jalan, drainase tidak jalan,” ujar Wako.
Ia menjelaskan, tahapan pekerjaan akan diawali dengan pembangunan dan normalisasi drainase di sepanjang Jalan Teratai. Setelah itu, Pemko akan melanjutkan dengan pengaspalan ulang agar jalan alternatif tersebut kembali nyaman dan aman dilalui masyarakat.
Baca Juga: Wako Agung: Seluruh Koperasi di Pekanbaru Harus Maju dan Sejahterakan Anggota
Wako menegaskan pemerintah tidak bermaksud mematikan mata pencaharian pedagang. Pemko telah menyiapkan sejumlah lokasi relokasi, di antaranya Pasar Higienis, area pasar di gedung The Central, Pasar Palapa, serta pasar terdekat lainnya. ”Kita ingin pembangunan pemerintah berjalan, tapi tidak mematikan perekonomian pedagang. Kita carikan solusi terbaik, agar pedagang tetap hidup,” tegasnya.
Seorang pedagang Yuda mengaku mendukung proses perbaikan jalan dan saluran drainase yang ada di ruas jalan alternatif tersebut. Namun ia katakana para pedagang berharap setelah dilakukan perbaikan mereka masih diperbolehkan untuk tetap berjualan di pinggir jalan dan berjanji akan menjaga kebersihan.
”Di satu sisi kami senang jalan ini diperbaiki. Tapi kalau bisa izinkan lagi kami balik nanti berjualan di sini. Karena kalau di dalam pasar, susah kami dapat mutar modal. Kalau disini pembeli bisa belanja secara langsung,”ucapnya.
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Bongkar Lapak di Jalan Teratai, Wako Agung: Kembalikan Sesuai Fungsinya
Hal senada juga diungkapkan pedagang lainnya Ida Marpaung. Ia mengaku masih berharap tidak dipindahkan ke lokasi pasar tradisional jika kondisinya malah membuat mereka tidak bisa berjualan karena sepinya pembeli.
”Kami dukung program pemerintah. Tapi kasih kami kejelasan jangan nanti kalau sudah ikut masuk dipasar malah sepi pembeli. Kalau seperti itu, kami tetap balik lagi kesini, setelah tempat ini sudah baik. Kami ini hanya mencari makan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Desheriyanto didampingi oleh Sekretaris Yurikha Herian Danni menjelaskan jika penertiban ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menegakkan peraturan daerah, menjaga ketertiban umum, serta menciptakan lingkungan kota yang tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Di mana, Satpol PP melaksanakan pengamanan terhadap kegiatan penertiban PKL dan pembongkaran di Sepanjang Jalan Teratai, Jalan Seroja, dan Jalan Alamuddinsyah. ”Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif berkat sinergi seluruh personel yang terlibat. Kami berharap melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan yang berlaku semakin meningkat, sehingga tercipta tata kota yang lebih tertib, rapi, dan nyaman bagi seluruh warga Kota Pekanbaru,” ujarnya.(ilo/ayi)
Editor : Arif Oktafian