Vihara Au San Co Bio Hut ke II dan Hut Dewa Tian To Guan Sue

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 22:18 WIB
Seluruh tokoh agama Buddha dan Ormas Tionghoa foto bersama saat perayaan HUT Vihara Au San Co Bio Hut ke II dan Hut Dewa Tian To Guan Sue, Jumat (31/7/2026). (Prapti Dwi Lestari/Riaupos.co)
Seluruh tokoh agama Buddha dan Ormas Tionghoa foto bersama saat perayaan HUT Vihara Au San Co Bio Hut ke II dan Hut Dewa Tian To Guan Sue, Jumat (31/7/2026). (Prapti Dwi Lestari/Riaupos.co)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewa Tian To Guan Sue di Vihara Au San Co Bio Jalan Angkasa No 38 Pekanbaru berlangsung penuh khidmat dan semarak.

Acara yang diisi dengan sembahyang bersama dan malam ramah tanah ini dihadiri Pembimas Buddha Kanwil Riau Wiryanto S Ag MM, tokoh Agama Buddha, Kapolsek Payung Sekaki dan organisasi Tionghoa di Pekanbaru.

Menurut Ketua Panitia HUT Dewa Tian To Guan Sue, Sudirman SH MH Jumat, HUT Dewa Tian To Guan Sue dan Vihara Au San Co Bio memasuki tahun ke dua, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: KPK Kaji Sikap atas Vonis Abdul Wahid, Pengembangan Kasus Masih Berjalan

Dimana, perayaan dimulai dengan ritual, sembahyang bersama dan panggung hiburan bersama tokoh masyarakat.

Dalam ritual sembahyang bersama, terdapat ritual tatung merupakan orang yang raga atau tubuhnya dipercaya dirasuki oleh roh dewa, leluhur, atau kekuatan spiritual tertentu untuk menjadi perantara komunikasi dengan manusia.

Ritual ini dipimpin Tang Kui Hock bersama beberapa orang terpilih untuk menjadi perantara masuknya dewa.

Baca Juga: Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Inhil Bertambah Jadi 10 Orang

Tatung yang dihadirkan antara lain Tian To Gian Shue, Giok Hong Sama Thai Zi, Un Guan Shue, San Thian Huat Cu dan Tio Guan Shue. Para tatung menggunakan pakaian kebesaran berwarna merah, kuning dan hijau. warna yang melambangkan keberuntungan dan kekuatan spiritual.

Salah satu ritual yang dijalankan menyebrangi jembatan paku. Jembatan berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 1 hingga 1,5 meter. Warga Tionghoa melewati jembatan paku tanpa menggunakan sepatu atau sandal.

Tujuannya agar umat dapat menyebrangi jembatan paku dan membersihkan diri dari energi negatif dan berbagai penyakit di tubuh. Ritual dilaksanakan setiap tahun bersamaan dengan ulang tahun Dewa Tian To Guan Sue dan Vihara Au San Co Bio.

Baca Juga: DLHK Pekanbaru Tindak Tegas Pembuang Sampah Liar, 8 Pelanggar Terjaring dan Satu Pickup Diamankan

"Tahun ini, ritual HUT Dewa Tian To Guan Sue diikuti ratusan umat, mulai dari anak-anak hingga dewasa," ungkapnya.

Sudirman berharap perayaan HUT Dewa Tian To Guan Sue dapat memberikan kedamaian untuk semua umat. Kemudian diberikan kemudahan dan kesehatan, sehingga dapat menjalankan kegiatan sehari-hari dengan baik.

Sementara itu, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Wiryanto S Ag MM berharap perayaan bermanfaat bagi umat Buddha dan Vihara Au San Co Bio membawa kebahagiaan untuk umat.

Baca Juga: Himarohu Riau Desak Pemprov Segera Bertindak, Jangan Tunggu Korban Berikutnya di Jalan Sontang-Duri

"Vihara bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi praktek untuk mengamalkan ajaran Buddha. Kemudian memperkokoh kerukunan antar umat beragama," ungkapnya.

Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Riau, Mariyana dan Tokoh Agama Buddha mengucapkan terima kasih kepada majelis dan lembaga agama Buddha yang hadir di Vihara Au San Co Bio.

"Semoga Vihara Au San Co Bio menjadi tempat ibadah yang nyaman dan aman. Semua umatnya diberikan keberkahan," ungkapnya. (ayi)

Editor : M. Erizal
vihara au san co bio dewa tian to guan sue perayaan