Fraksi PDIP  Walkout, Azwendi Sebut Hal Biasa

Hendrawan Kariman • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:54 WIB
Tenku Azwendi Fajri. (jpg)
Tenku Azwendi Fajri. (jpg)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Interupsi, protes bahkan meninggalkan rapat menjadi hal lazim dan merupakan dinamika yang kerap terjadi di gedung dewan.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri terkait aksi walkout yang dilakukan Fraksi PDIP pada saat pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, beberapa waktu lalu.

Saat itu Fraksi PDIP keberatan terkait belum dibagikannya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada anggota Badan Ang­garan (Banggar) serta tidak hadirnya Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam sidang.

Baca Juga: Wako Agung Lantik 154 Ketua RT/RW Bukit Raya, Tekankan Amanah dan Responsif terhadap Lingkungan

Meski demikian, agenda utama paripurna tetap berlangsung se­suai tata tertib karena jumlah peserta rapat memenuhi ketentuan kuorum. Proses pengambilan keputusan pun berjalan hingga seluruh tahapan pengesahan Ranperda dapat diselesaikan.

Azwendi Fajri menilai perbedaan pandangan maupun penyampaian protes dalam sidang merupakan hal yang lazim terjadi dalam proses legislasi.

“Perbedaan pendapat dalam rapat paripurna merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Yang terpenting, agenda utama tetap berjalan sesuai mekanisme dan keputusan diambil berdasarkan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Baca Juga: Wako Agung Ajak Wujudkan Kota Masa Depan Hijau

Azwendi menegaskan, substansi utama sidang adalah pembahasan dan pengesahan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 menjadi Perda.

“Itu berbeda persoalan dan hanya menjadi bagian dari masukan maupun pertimbangan. Yang terpenting, Ranperda Pertanggung­jawaban APBD 2025 telah disahkan menjadi Perda sesuai aturan yang berlaku,” ujar Azwendi.(gem)

Laporan HENDRAWAN KARIMAN, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
Walkout fraksi pdip dprd pekanbaru