PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM mengajak seluruh kepala daerah yang tergabung dalam Green Cities Mayors' Council (GCMC) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai upaya menjamin masa depan generasi mendatang.
Ajakan tersebut disampaikan Agung saat pembukaan GCMC IMT-GT ke-9 di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (5/8/2026).
Forum internasional yang berlangsung hingga Jumat (7/8/2026) itu mempertemukan para kepala daerah, delegasi pemerintah, akademisi, organisasi internasional, serta pelaku usaha dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Baca Juga: Usik Kemapanan Nerazzurri
Melalui tema Green City for Sustainable Development, para peserta membahas berbagai isu strategis pembangunan kota berkelanjutan, mulai dari pengelolaan lingkungan, ekonomi sirkular, teknologi hijau, perdagangan karbon, hingga penguatan kerja sama antarkota di kawasan IMT-GT.
Hadir dalam pembukaan Rabu pagi, Plt Gubernur Riau SF Haryanto, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Wako Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Wawako Pekanbaru Markarius Anwar, Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung, jajaran OPD Pemko Pekanbaru, dan para delegasi dari Malaysia, Thailand dan Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Wako Agung mengawali sambutannya dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang hadir di Pekanbaru.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Rambutan!
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para rektor, akademisi, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta seluruh tamu undangan yang ikut menyukseskan forum internasional tersebut.
Agung mengatakan, kepercayaan yang diberikan kepada Kota Pekanbaru sebagai tuan rumah merupakan sebuah kehormatan besar, tidak hanya bagi Pemerintah Kota Pekanbaru, tetapi juga bagi masyarakat Provinsi Riau.
"Sebagai tuan rumah sudah diberikan petunjuk dan diberi amanah kepada Pemerintah Kota Pekanbaru. Ini adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan untuk masyarakat Riau dan khususnya Kota Pekanbaru. Terima kasih Bapak dan Ibu sekalian," ujarnya.
Baca Juga: Depot Air Isi Ulang Wajib Lakukan Pemeriksaan Laboratorium
Menurut Agung, Indonesia, Malaysia, dan Thailand memiliki banyak kesamaan sebagai negara bertetangga yang berada dalam satu rumpun. Kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama antardaerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Ia menilai, kepala daerah tidak mungkin mampu menyelesaikan seluruh persoalan pembangunan secara sendiri-sendiri. Karena itu, sinergi antarkota, baik di tingkat nasional maupun lintas negara, harus terus diperkuat.
"Dengan dinamika saat ini kami pikir hampir sama, baik Indonesia, Thailand maupun Malaysia. Kita adalah negeri yang bertetangga dan bahkan bisa dikatakan satu rumpun. Kita sebagai wali kota atau kepala daerah tentu tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa kerja sama yang baik dengan kepala daerah lainnya, terlebih lagi dengan daerah-daerah di negara yang berbatasan dengan kita," katanya.
Meski Pekanbaru menjadi tuan rumah, Agung mengakui masih banyak hal yang perlu dipelajari dari kota-kota lain di Indonesia, Malaysia maupun Thailand. Karena itu, ia berharap forum tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman dan inovasi yang dapat diterapkan di masing-masing daerah.
"Pekanbaru bukanlah apa-apa. Kami masih perlu mendapatkan masukan dan pengalaman dari daerah lain. Besok dalam pertemuan para kepala daerah kita bisa saling berbagi pengalaman, berbagi inovasi agar bersama-sama memajukan daerah masing-masing. Pada akhirnya tujuan dari kerja sama ini adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah kita," ungkapnya.
Dalam sambutannya, Agung menegaskan tema Green City yang diusung pada GCMC IMT-GT ke-9 sangat sejalan dengan visi pembangunan Kota Pekanbaru melalui program Pekanbaru Lestari.
Baca Juga: Pemko Siap Beri Keringanan Sewa Toko STC
Menurutnya, tema tersebut menjadi pengingat bahwa orientasi pembangunan kota saat ini tidak lagi hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan.
"Hari ini tema kita adalah Green City, sama dengan tagline di Pekanbaru yaitu Pekanbaru Lestari. Kami juga banyak mendapat inspirasi dari berbagai program pelestarian lingkungan, termasuk Green Police yang digagas Kapolda Riau. Tema ini akan menjadi semangat kita selama forum berlangsung," ujarnya.
Agung mengatakan, keberhasilan sebuah daerah tidak lagi hanya diukur dari banyaknya gedung yang berdiri, melainkan dari kemampuannya menjaga alam agar tetap lestari bagi generasi berikutnya.
Baca Juga: Hari Ini Riau Pos-HSBL Perawang Series 2026 Dibuka
"Kepedulian kita hari ini tidak lagi hanya tentang bagaimana membangun gedung-gedung besar, tetapi bagaimana kita menjaga alam. Karena menjaga alam adalah bagian dari menjaga masa depan anak-anak kita," tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa berbagai kawasan hijau terus mengalami tekanan akibat pembangunan. Bahkan kawasan pesisir dan laut pun mulai dimanfaatkan untuk pembangunan fisik. Karena itu, seluruh pemimpin daerah harus memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Oleh karena itu, kita semua yang memiliki kewenangan dan kebijakan mari bersama-sama menjaga lingkungan, menjaga alam, dan melestarikan kehidupan kita dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Baca Juga: Seluruh Peserta Didik Baru Dapat Seragam Gratis
Agung juga mengutip filosofi yang selama ini menjadi pegangan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menjalankan pembangunan berbasis lingkungan. "Kami sering diingatkan bahwa ketika kita memuliakan alam, memuliakan sungai, maka kita juga akan dimuliakan oleh alam yang menjadi tempat kita hidup," ujarnya.
Selain membahas substansi forum, Agung juga memperkenalkan rangkaian kegiatan yang akan diikuti para delegasi selama berada di Pekanbaru.
Setelah pembukaan, peserta dijadwalkan mengikuti seminar internasional yang menghadirkan para pakar dan praktisi yang telah berhasil mengembangkan berbagai program pelestarian lingkungan di berbagai negara.
Baca Juga: Pilkada Berikutnya, Dipilih Rakyat Langsung atau Campur Tangan Elite?
Pada malam harinya, Pemerintah Kota Pekanbaru menggelar welcome dinner di Rumah Singgah Tuan Kadi. Menurut Agung, lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah sebagai salah satu cikal bakal berdirinya Kota Pekanbaru dan berkaitan erat dengan sejarah Kesultanan Siak.
"Nanti malam kita akan makan malam di Rumah Tuan Kadi. Ini adalah rumah yang bersejarah, bagian dari awal mula Kesultanan Siak dan awal mula Kota Pekanbaru didirikan. Kami ingin memperkenalkan sejarah dan budaya Melayu kepada seluruh delegasi," jelasnya.
Di akhir sambutannya, Agung mengajak seluruh delegasi menikmati suasana Kota Pekanbaru selama mengikuti forum internasional tersebut. Ia berharap hubungan yang terjalin selama GCMC IMT-GT ke-9 dapat terus berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama maupun kunjungan balasan antarkota di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Baca Juga: Dari 426 Titik Hotspot di Pulau Sumatera, 44 Titik Terdeteksi di Riau
"Enjoy in Pekanbaru. Kami senang menerima kehadiran Bapak dan Ibu semua. Mudah-mudahan kami juga dapat berkunjung ke Thailand maupun Malaysia dalam kesempatan berikutnya. Thank you very much. I hope you enjoy in Pekanbaru. See you again in Pekanbaru," tutupnya.
Editor : M. Erizal