Delegasi IMT-GT Terkesan dengan Inovasi RTH Putri Kaca Mayang, Wako Agung Dorong Kolaborasi Kota Hijau tanpa Bebani APBD

M Ali Nurman • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 23:37 WIB
Wako Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Wawako Pekanbaru Markarius Anwar membawa delegasi IMT-GT GCMC ke RTH Putri Kaca Mayang menunjukkan maket pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang dikelola bersama PT Indonesia Clean Energy (ICE), Rabu (5/8/2026). (M ALI NURMAN/RIAUPOS.CO)
Wako Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Wawako Pekanbaru Markarius Anwar membawa delegasi IMT-GT GCMC ke RTH Putri Kaca Mayang menunjukkan maket pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang dikelola bersama PT Indonesia Clean Energy (ICE), Rabu (5/8/2026). (M ALI NURMAN/RIAUPOS.CO)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Kaca Mayang menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi para delegasi Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Green Cities Mayor Council (GCMC) ke-9 selama berada di Kota Pekanbaru, Rabu (5/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi ajang bagi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk memperlihatkan berbagai inovasi dalam mewujudkan konsep green city yang mengintegrasikan aspek lingkungan, edukasi, dan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, peninjauan lapangan ke RTH Putri Kaca Mayang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan IMT-GT GCMC yang bertujuan memperkenalkan berbagai program unggulan Kota Pekanbaru kepada para kepala daerah dan delegasi dari Indonesia, Malaysia, serta Thailand.

Menurutnya, berbagai fasilitas dan program yang diperkenalkan di kawasan RTH mendapat respons positif dari para delegasi. Mereka menilai konsep kota hijau yang dikembangkan Pekanbaru memiliki banyak inovasi yang dapat menjadi referensi bagi daerah lain di kawasan IMT-GT.

 Baca Juga: Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Sungai Guntung Hilir Rengat

"Alhamdulillah seluruh konsep green city yang kita tampilkan di RTH Putri Kaca Mayang mendapat apresiasi dari para delegasi. Semua yang kita paparkan mendapat tanggapan yang positif," ujar Agung usai mendampingi kunjungan lapangan.

Ia menjelaskan, RTH Putri Kaca Mayang tidak hanya berfungsi sebagai kawasan hijau untuk memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan, tetapi juga dirancang sebagai ruang publik yang nyaman bagi masyarakat untuk beraktivitas.

Di kawasan tersebut tersedia berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat, mulai dari area bermain anak hingga perpustakaan yang menjadi sarana literasi bagi warga.

"Di RTH ini juga ada perpustakaan. Jadi orang tua bisa membaca buku sambil menemani anak-anak bermain. Ini menjadi salah satu fungsi ruang terbuka hijau yang ingin kita hadirkan untuk masyarakat," jelasnya.

 Baca Juga: SMPN 4 Pekanbaru Jadi Etalase Wako Agung Nugroho Tampilkan Green City di Hadapan Delegasi IMT-GT GCMC

Selain memperkenalkan fungsi ruang publik, Pemko Pekanbaru juga memaparkan sistem pengelolaan sampah yang tengah dikembangkan di kota ini. Salah satunya melalui maket pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang dikelola bersama PT Indonesia Clean Energy (ICE).

Agung menerangkan, pengelolaan sampah tersebut diarahkan untuk menghasilkan gas metana yang nantinya dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi karbon sekaligus mendukung pengembangan program carbon capture.

"Pengelolaan sampah di TPA itu tadi juga kita jelaskan kepada para delegasi. Tujuan kita bagaimana Pekanbaru bisa memperoleh manfaat melalui carbon capture dari pengelolaan sampah yang dilakukan," katanya.

Inovasi lain yang turut diperkenalkan kepada para delegasi adalah keberadaan waste station, yaitu fasilitas yang memungkinkan masyarakat mengumpulkan dan memilah sampah anorganik sebelum ditukarkan menjadi uang elektronik (e-money).

Program tersebut, kata Agung, dirancang untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi dari sampah yang berhasil dikumpulkan.

"Melalui waste station ini kita ingin mengedukasi masyarakat agar terbiasa memilah sampah. Dari sampah yang dipilah itu juga ada manfaat ekonominya karena bisa ditukarkan menjadi e-money," ungkapnya.

 Baca Juga: Disdikbud Inhu Kaji Usulan Lima Hari Pembelajaran di Tingkat SD dan SMP

Menurut Agung, seluruh konsep dan inovasi yang dipresentasikan selama kunjungan lapangan menunjukkan bahwa pembangunan kota hijau tidak hanya berfokus pada penyediaan ruang terbuka hijau, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah, pengurangan emisi, edukasi lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Ia menambahkan, antusiasme yang ditunjukkan para delegasi membuka peluang kerja sama yang lebih luas antardaerah dalam mengembangkan konsep kota hijau di kawasan IMT-GT. Pemko Pekanbaru pun menyatakan siap berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh anggota IMT-GT, termasuk membuka akses terhadap berbagai perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

"In sya Allah ke depan kita akan saling berbagi pengalaman, berbagi ilmu, dan memberikan akses agar bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang peduli terhadap lingkungan. Yang terpenting, program-program ini dapat berjalan tanpa membebani APBD," pungkas Agung.(ali)

Editor : Edwar Yaman
Delegasi IMT-GT inovasi wako agung kota hijau rth putri kaca mayang