PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sudah mulai mengerjakan perbaikan drainase dan badan Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan sejak beberapa hari lalu. Namun, pedagang yang sebelumnya diingatkan untuk pindah, hingga Rabu (5/8) masih tetap berjualan di pinggir jalan.
Pantauan Riau Pos, Rabu (5/8) terlihat sejumlah pasukan kuning dari Dinas PUPR Pekanbaru dengan mobil pengangkut sampah diturunkan untuk mengangkut sampah kayu, plastik dan lainnya yang masih tergenang di saluran drainase yang mampet.
Di sisi lain, puluhan pedagang masih tetap bertahan di lokasi meskipun kondisi ruas jalan digenangi air kotor berbau amis dan berwarna hitam pekat di seluruh ruas jalan. Meski dengan kondisi demikian, tetap ada pembeli yang mendatangi lapak pedagang.
Baca Juga: Anggaran Pendidikan Perlu Ditambah Perbaikan Sarana dan Prasarana Sekolah
Menurut salah seorang pedagang sayur Yanti mengaku masih berjualan diatas trotoar karena tidak ingin pindah kelokasi baru dan takut dagangannya tidak laku dibeli oleh pembeli.
Apalagi saat ini masih banyak pasar tumpah yang dibiarkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, sehingga ia menilai jika harus pindah mungkin ia akan ikut berjualan di kawasan Jalan Ahmad Yani.
”Kami masih bertahan karena di sinilah tempat kami cari makan kalau pindah ke dalam pasar pasti sepi dan banyak yang tak mau beli kalau memang dipaksa sama pemerintah juga harus pindah tentu kami milih ikut bergabung ke pasar tumpah di Jalan Ahmad Yani. Lebih ramai di sana orang belanja,” katanya.
Baca Juga: Mona Plaza Hotel Hadirkan Promo Spesial Agustus
Di sisi lain,Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa selama ini ruas jalan tersebut diperuntuhkan hanya untuk jalan. Namun, kenyataan para pedagang memanfaatkan sepanjang bahu jalan itu sebagai pasar untuk berjualan.
”Sebenarnya ini kan fungsinya untuk jalan, bukan untuk jualan, maka kami mengingatkan agar para pedagang memahaminya,” ucapnya.
Agung menambahkan, jika saat ini tim di lapangan bukan hanya melakukan overlay atau pengaspalan ulang. Nantinya mereka juga melakukan perbaikan terhadap drainase yang tidak berfungsi lagi.
Di mana banyak sampah yang menyumbat saluran air sehingga membuatnya ruas jalan terus tergenang saat hujan mengguyur Pekanbaru. Makanya pengaspalan ulang jalan ini dilakukan karena kondisi jalan tersebut sudah rusak berat dan harus segera dilakukan perbaikan menyeluruh.
”Drainase di ruas jalan itu juga tidak lagi berfungsi dengan baik, maka saat ini dilakukan perbaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Edward Riansyah mengatakan sebelum dilakukan overlay di jalan Teratai, dilakukan perbaikan drainase yang sudah tidak berfungsi.
”Untuk Jalan Teratai ada (dilakukan overlay, red) sepanjang 783 meter, dilakukan perbaikan badan jalannya,” kata Edward Riansyah, Selasa (4/8).
Ia menjelaskan, terdapat sekitar 100 meter drainase yang akan dibangun kembali, sementara saluran yang sudah ada akan dinormalisasi. Selain itu, sejumlah main hole yang selama ini tertutup juga akan dibuka agar aliran air kembali lancar.
Menurutnya, kondisi drainase yang tersumbat disebabkan karena selama ini tertutup lapak pedagang.
”Ada sekitar 100 meter drainase yang ada kita lakukan perbaikan baru,” katanya.(ayi/ilo)
Editor : Arif Oktafian