PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM mendorong pengurus Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW) dan kelompok Dasawisma untuk semakin aktif menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat. RT dan RW diminta tidak sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi turun langsung mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi warga di lingkungan masing-masing.
Pesan tersebut disampaikan Wako Pekanbaru Agung Nugroho saat melantik RT, RW dan Dasawisma se-Kecamatan Binawidya, di Student Center Kampus Universitas Riau (Unri), Selasa (11/8/2026) siang.
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 195 RT dan 44 RW dari lima kelurahan di Kecamatan Binawidya dikukuhkan. Kelima kelurahan tersebut yakni Kelurahan Simpang Baru dengan 35 RT dan 10 RW, Kelurahan Tobek Godang dengan 73 RT dan 15 RW, Kelurahan Delima dengan 48 RT dan 8 RW, Kelurahan Binawidya dengan 39 RT dan 11 RW, serta Kelurahan Sungai Sibam dengan 14 RT dan 4 RW.
Baca Juga: KPK Ajukan Banding Perkara Abdul Wahid, Memori Diserahkan ke PN Pekanbaru
Agung hadir didampingi Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Ketua TP PKK Sulastri Agung, Ketua I TP PKK Sari Rahmawati, Camat Binawidya Muhammad Zaid Riadi serta para kepala OPD di lingkungan Pemko Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Agung menegaskan bahwa sejak dilantik, seluruh hak dan kewajiban RT dan RW sudah mulai berjalan. Karena itu, ia meminta para pengurus lingkungan tidak lagi menunggu pemerintah untuk bergerak dalam menangani berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
"Pak RT/RW, mulai detik ini hak dan kewajiban sudah berjalan. Tidak perlu lagi menunggu pemerintah untuk bergerak. Mulai hari ini Pak RW dan RT sudah harus bergerak. Menolong masyarakat, membantu pemerintah, menghubungkan antara masyarakat dan pemerintah," tegas Agung.
Baca Juga: SMAN 2 Bangkinang Tantang SMAN 1 Tandun di Laga Pembuka Riau Pos-HSBL 2026
Menurutnya, pemerintah kota memiliki keterbatasan dalam memantau seluruh persoalan yang terjadi hingga ke tingkat lingkungan. Karena itu, keberadaan RT dan RW menjadi sangat penting sebagai mata dan telinga pemerintah dalam mengetahui kondisi masyarakat secara langsung.
Agung mengakui, dirinya bersama Wakil Wali Kota tidak mungkin dapat melihat seluruh persoalan yang terjadi di setiap lingkungan. Dengan jumlah masyarakat dan wilayah Pekanbaru yang cukup luas, dibutuhkan peran aktif aparatur di tingkat paling bawah untuk menyampaikan berbagai persoalan kepada pemerintah.
"Kami jujur saja, banyak kekurangan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Kami enggak bisa lihat semua seluk-beluk di lingkungan bapak/ibu sekalian," ujarnya.
Baca Juga: Dosen IMSYA Bobby Ferly Jadi Penyuluh Ekonomi Pancasila IMPI BPIP RI, Soroti Pinjol dan Judol
Karena itu pula, kata Agung, Pemko Pekanbaru berupaya membangun kedekatan antara kepala daerah, jajaran pemerintah dan RT/RW. Salah satunya melalui kegiatan retret dan malam keakraban yang nantinya akan melibatkan para pengurus RT dan RW.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda pelatihan, tetapi diharapkan dapat membangun hubungan emosional antara pemerintah kota dengan RT dan RW. Dengan hubungan yang semakin dekat, komunikasi mengenai persoalan masyarakat di lapangan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat.
"Kita ingin terjalin bukan hanya tentang saat pelatihan saja, tapi juga ingin terjalin saat kita adakan malam keakraban dan punya hubungan emosional yang sendiri," katanya.
Baca Juga: Tindaklanjuti MoU Perbaikan Jalan Benai, Muklisin Temui Direktur PT Agrinas di Jakarta
Agung juga menyinggung sejumlah pembangunan yang menurutnya terus digenjot Pemko Pekanbaru. Ia membandingkan kondisi penanganan pembangunan saat ini dengan periode sebelumnya, terutama dalam hal perbaikan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
"Tahun lalu dan sebelum kami, mungkin anggarannya sama dengan hari ini. Tapi Bapak Ibu bisa lihat bagaimana saya dan Pak Wakil Wali Kota memimpin Kota Pekanbaru," ujarnya.
Ia menyebut perbaikan jalan, drainase, sekolah hingga penyediaan baju sekolah gratis sebagai bagian dari upaya pemerintah mengembalikan manfaat anggaran kepada masyarakat.
Baca Juga: Luasan Lahan Terbakar di Pasir Limau Kapas Capai 50 Hektare
"Kalau dulu memperbaiki jalan saja itu susahnya minta ampun. Kalau hari ini Bapak Ibu sekalian bisa lihat berbagai macam jalan sudah diperbaiki, sekarang drainase, terus jalan sudah banyak di Binawidya, perbaikan sekolah, bahkan baju sekolah gratis pun sudah kita siapkan," katanya.
"Kenapa? Karena kami ingin uang rakyat kembali kepada rakyat," sambung Agung. Dalam konteks tersebut, ia meminta RT dan RW menjadi bagian penting dalam memastikan program pembangunan dan pelayanan pemerintah benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.
Agung meminta para pengurus RT dan RW aktif melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kondisi lingkungan. Mulai dari warga kurang mampu, anak yang tidak bersekolah, infrastruktur yang rusak hingga kebutuhan pembangunan lainnya. "Melalui RT/RW ini kami ingin Bapak Ibu cek di lingkungannya masing-masing. Mana orang susah, mana yang tidak sekolah, mana jalan yang rusak, mana yang harus kita bangun," katanya.
Baca Juga: Raih Industry Marketing Champion 2026, JNE Pekanbaru Perkuat Posisi Jadi Pemimpin Industri Logistik
Ia bahkan meminta para RT dan RW tidak ragu menyampaikan laporan secara langsung kepada dirinya maupun melalui camat. Persoalan yang ditemukan di lapangan diminta disertai dokumentasi sehingga pemerintah dapat mengetahui kondisi sebenarnya dan menindaklanjutinya. "Bapak Ibu cari nomor HP saya atau koordinasi dengan camat. Foto, kirim lokasi atau videokan dan apa keluhannya, insya Allah saya akan bantu di sana," tegasnya.
Selain mendorong penguatan fungsi RT dan RW, Agung juga memastikan pemerintah kota memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para pengurus lingkungan. Ia meminta RT dan RW tidak lagi khawatir mengenai kepastian pembayaran insentif sebagaimana yang terjadi pada periode sebelumnya.
"Lalu Pak RW dan RT enggak usah lagi dipikirkan yang seperti dulu. Enggak usah berpikir untuk demo-demo tentang insentif," katanya.
Baca Juga: Tidak Harmonis Lagi, Bupati Inhu pada Masanya Gugat Cerai Suami ke Pengadilan Agama Rengat
Agung mengatakan, pada masa sebelumnya pembayaran hak aparatur maupun pengurus lingkungan belum selalu berjalan secara penuh. Ia bahkan menyebut pembayaran TPP pegawai pada periode sebelumnya hanya berlangsung sekitar delapan hingga paling banyak 10 bulan.
"Kalau dulu Bapak Ibu sekalian, jangankan RT/RW tidak ada kepastian bulannya, betul tidak? Pegawai saja itu dibayarkan cuma delapan bulan. Paling banyak itu hanya 10 bulan," ujarnya.
Sementara saat ini, lanjut Agung, Pemko Pekanbaru telah menganggarkan pembayaran TPP pegawai hingga 14 bulan. "Tapi saat ini Bapak Ibu sekalian, pegawai itu 14 bulan TPP-nya," katanya.
Baca Juga: Dua Bupati Kompak Perjuangkan Jalan Rantau Berangin-Pasirpengaraian-Padang Lawas Jadi Jalan Nasional
Tak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan tambahan tunjangan hari raya (THR) bagi RT dan RW se-Kota Pekanbaru. Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap para pengurus lingkungan yang selama ini berhadapan langsung dengan masyarakat. "Bahkan kami sudah menganggarkan untuk tambahan THR untuk RT RW se-Kota Pekanbaru," ungkapnya.
Perhatian serupa juga diberikan kepada kader Posyandu. Agung menyebut insentif kader-kader Posyandu akan mengalami kenaikan hingga 100 persen. "Termasuk juga ibu-ibu kader Posyandu. Insentif kader-kader Posyandu ini, tapi ini tidak boleh pegang kalkulator ya? Kami naikkan 100 persen! Disyukuri lah berapa 100 persen naik ya," ujarnya disambut para peserta.
Agung menilai penguatan peran RT dan RW harus dibarengi dengan kedekatan emosional antara pemerintah dengan masyarakat. Karena itu, rencana malam keakraban nantinya tidak hanya diisi kegiatan formal, tetapi juga menjadi momentum bagi kepala daerah dan jajaran pemerintah untuk merasakan langsung kehidupan masyarakat di lingkungan RT dan RW.
Baca Juga: Waspada! Ada Upaya Penipuan Mengatasnamakan Kajati Riau
Agung juga mengatakan dirinya selama menjabat Wali Kota Pekanbaru memilih tetap dekat dengan masyarakat. Ia mengaku hingga kini belum pernah tidur di rumah dinas karena ingin tetap merasakan kehidupan dan persoalan warga secara langsung. "Saya, sampai hari ini menjabat belum pernah tidur di rumah dinas. Kenapa? Karena saya takut nanti saya lupa diri," katanya.
Ia menyebut saat ini dirinya masih tinggal di wilayah Kecamatan Binawidya. Setiap pagi, ia mengaku masih menerima warga yang datang menyampaikan berbagai persoalan. "Hari ini saya tidur masih di Kecamatan Binawidya, yang setiap subuhnya saya harus ketemu dengan warga yang melaporkan kepada saya. Setiap hari itu melaporkan 15-20 orang tentang misalnya ada anaknya yang mau kuliah, ada yang begini, ada yang cerai, macam-macam lah. Dan itu masih saya layani sampai saat ini," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agung juga meminta para pengurus Dasawisma untuk mendukung kerja RT dan RW sekaligus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Baca Juga: RTRW Riau Harus Berdiri di Atas Kepastian Hukum, Bukan Sekadar Garis di Atas Peta
Ia meminta Dasawisma memprioritaskan program kebersihan lingkungan. "Pertama program bersih lingkungan, habis itu Aku Hatinya PKK, dan kegiatan-kegiatan lain dan juga termasuk ibu-ibu PKK," katanya.
Agung menegaskan, Dasawisma merupakan salah satu ujung tombak pemerintah kota melalui TP PKK dalam menjangkau masyarakat hingga tingkat lingkungan. Karena itu, peran Dasawisma harus berjalan seiring dengan tugas RT dan RW. "Insya Allah nanti sekali kumpul bajunya hampir samaan dengan ibu-ibu PKK karena Dasawisma ini adalah bagian ujung tombaknya Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah PKK. RT/RW juga begitu," ujarnya.
Ia kemudian mengajak seluruh RT, RW dan Dasawisma yang baru dilantik untuk bekerja bersama pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Selamat, terima kasih, dan mari kita bekerja sama-sama menolong masyarakat Pekanbaru," pungkas Agung.
Editor : Rinaldi