PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Awal pekan ini perbaikan Jalan Teratai di Kecamatan Senapelan mulai memasuki tahap penimbunan pasir dan batu (sirtu) untuk pelapisan ulang aspal. Meski proses perbaikan terus berjalan, pedagang yang berjualan di pinggir jalan tersebut enggan pindah ke lokasi lain. Sementara, Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan para pedagang harus pindah ke lokasi lain dan tidak diperbolehkan berjualan di pinggir Jalan Teratai baik saat proses perbaikan maupun usai perbaikan jalan.
Pantauan Riau Pos, Selasa (11/8), terlihat sejumlah alat berat diturunkan untuk membantu proses penimbunan sirtu di ruas jalan tersebut. Sementara bagian drainase di kiri dan kanan ruas jalan juga sudah mulai dikeruk. Air kotor berwarna hitam pekat dan berbau amis mengalir ke badan jalan yang rusak parah dan belum dilakukan penimbunan. Sementara itu, masih banyak pedagang yang tetap bertahan menggunakan bahu jalan dan trotoar sebagai lokasi berjualan. Mereka enggan pindah ke lokasi pasar yang telah ditentukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.
Seorang pedagang, Rani, mengaku ia akan tetap bertahan meskipun saat ini sejumlah alat berat mulai dioperasikan untuk melakukan perbaikan ruas jalan dan drainase di kawasan tersebut. Ia berdalih tidak ingin pindah karena takut tidak ada pembeli yang berbelanja di kawasan pasar yang ditentukan pemko sehingga dapat mengurangi pemasukkannya.
Baca Juga: Pengendara Motor Tewas di Flyover
”Kami di sini cuma cari makan, bukan meminta-minta. Kalau kami pindah ke pasar itu, nanti tidak ada yang mau datang. Karena banyak pasar tumpah yang berjualan barang sama yang akan dipilih pembeli. Tak apa lah kami menepi saja dulu jualannya. Biar petugas yang memperbaiki jalan bisa segera menyelesaikan perbaikan jalan dan drainase,” ucapnya.
Di sisi lain, Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa para pedagang tidak boleh kembali berjualan di sepanjang Jalan Teratai begitu jalan selesai diperbaiki. Ia menyebut bahwa para pedagang mesti memahami bahwa lokasi tersebut adalah jalan umum.
”Para pedagang yang masih berjualan di Jalan Teratai ini harus pindah karena jalan ini bukan ditempatkan untuk berjualan tetapi untuk jalan umum,” tegasnya.
Baca Juga: JNE Pekanbaru Raih Penghargaan Industry Marketing Champion 2026
Ia mengatakan, saat ini Pasar Higienis yang juga berada di Jalan Teratai menjadi satu titik relokasi bagi pedagang yang biasa berjualan di sepanjang Jalan Teratai.
Ia katakan, ada rencana Pasar Higienis bakal direnovasi karena kondisinya sudah lama terbengkalai. ”Pasar Higienis ini juga sudah didapati beberapa kali tempat anak-anak memakai lem, ada juga orang dewasa yang tidur di sana,” ungkap Wako.
Menurutnya, selama ini ada banyak oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kondisi Pasar Higienis yang kosong. Ada juga yang nekat mengonsumsi narkoba sehingga sempat ditemukan alat hisap sabu di pasar itu.
Baca Juga: Pemprov Dorong Percepatan Peremajaan Kelapa
”Rencananya, konsep Pasar Higienis ini dibuka saja, seperti Pasar Palapa,” katanya.
Agung menyampaikan bahwa ada rencana tahun ini proses renovasi Pasar Higienis bakal bergulir. Ia menyebut renovasi tersebut bagian dari penertiban terhadap pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan Teratai.
Pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan Teratai bisa masuk ke dalam pasar itu. Apalagi, juga tersedia kios dalam kompleks The Central Plaza.
”Jangan sampai mereka pindah, malah mereka belum ada tempat,” ujarnya.(yls)
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kota
Editor : Arif Oktafian