PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Upaya penyeludupan narkotika jenis sabu kembali digagalkan petugas gabungan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Seorang pria penumpang berinisial AY (36) diamankan setelah kedapatan membawa 1.004 gram atau sekitar 1 kilogram sabu yang disembunyikan di dalam koper dan diduga akan dibawa ke Jakarta.
Penangkapan terjadi di area pemeriksaan keberangkatan Bandara SSK II, Selasa (11/8). AY diketahui merupakan penumpang dengan rute penerbangan Pekanbaru menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Kepala Dinas Operasi (Kadis Ops) Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin (RSN), Kolonel Pnb Andri Setiawan, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari pemeriksaan rutin yang dilakukan petugas Aviation Security (Avsec) terhadap barang bawaan penumpang menggunakan mesin X-Ray.
Baca Juga: RS Awal Bros Usung Tema HUT Ke-28 Quality of Life
Saat proses pemeriksaan berlangsung, petugas mencurigai isi koper milik AY. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan secara manual di ruang pemeriksaan.
”Petugas Avsec bersama pihak pengamanan dari Lanud RSN melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap koper tersebut setelah terdeteksi mencurigakan melalui X-Ray,” kata Kolonel Andri, Rabu (12/8).
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan serbuk berwarna putih yang diduga kuat merupakan narkotika jenis sabu. Barang haram tersebut disembunyikan di antara lipatan celana yang berada di dalam koper milik pelaku. ”Ditemukan serbuk berwarna putih yang disembunyikan di antara lipatan celana di dalam koper,” ujarnya.
Baca Juga: Seragam Gratis Juga untuk SMP Swasta Mitra Pemko
Setelah temuan tersebut dipastikan, AY langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti diserahkan kepada pihak kepolisian guna proses penyidikan.
”Proses penanganan hukum kami serahkan kepada pihak kepolisian selaku pihak yang berwenang untuk mengungkap lebih jauh asal-usul dan jaringan yang berkaitan dengan penyelundupan sabu ini,” jelasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil sinergi yang terus terjalin antara petugas Avsec Bandara SSK II dan personel Lanud Roesmin Nurjadin yang diperbantukan untuk pengamanan di kawasan bandara.
Baca Juga: Pemko Dapat Tambahan Transfer Rp9,7 M
Menurutnya, kolaborasi antarinstansi dan kewaspadaan petugas di lapangan menjadi faktor penting dalam mencegah upaya penyelundupan narkotika melalui jalur udara.
”Kolaborasi antara petugas Avsec bandara dan personel Lanud RSN yang bertugas dalam pengamanan BKO di Bandara SSK II terus berjalan dengan baik,” jelasnya.(dof)
Editor : Arif Oktafian