534 Kasus DBD di Pekanbaru, Satu Warga Meninggal Dunia

Joko Susilo • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:58 WIB
Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue (DBD). (Istimewa)
Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue (DBD). (Istimewa)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Diskes) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hingga minggu ke-30 atau sepanjang Januari-Juli 2026, tercatat sebanyak 534 kasus DBD di Kota Pekanbaru. Dari jumlah tersebut, satu warga dinyatakan meninggal dunia.

Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Deddy Sambudi, mengatakan warga yang meninggal dunia tersebut merupakan warga Kecamatan Tuah Madani. Pihaknya masih melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebabnya.

Baca Juga: Tingkatkan Kekompakan Dalam Melayani Masyarakat, Penyuluh KB Gelar Capacity Building Penyuluh KB se-

"Satu orang meninggal dunia, warga Kecamatan Tuah Madani. Kita melakukan penyelidikan epidemiologi apa yang menyebabkan," kata Deddy, Kamis (13/8/2026).

Deddy menyebutkan, Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi, yakni mencapai 86 kasus. Selanjutnya Kecamatan Marpoyan Damai dengan 85 kasus dan Kecamatan Bukit Raya sebanyak 66 kasus.

Kemudian, Kecamatan Binawidya dan Tenayan Raya masing-masing mencatat 44 kasus, Payung Sekaki 39 kasus, Rumbai 33 kasus, Rumbai Timur 32 kasus, Limapuluh 31 kasus, dan Kulim 28 kasus.

Baca Juga: Kebakaran Lahan di Rimbo Panjang Capai 3 Hektare, Api Padam Namun Asap Masih Muncul

Sementara itu, Kecamatan Sail dan Rumbai Barat masing-masing terdapat 11 kasus. Kemudian Senapelan dan Sukajadi masing-masing 10 kasus, serta Pekanbaru Kota sebanyak empat kasus.

"Untuk pasien yang dirawat tidak ada, sudah sembuh. Kami mengimbau masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS," terang Deddy.

Untuk menekan penyebaran DBD, Diskes Pekanbaru juga melakukan sejumlah langkah pencegahan, di antaranya fogging serta pemberantasan dan pembersihan jentik-jentik nyamuk di lingkungan masyarakat.

Baca Juga: Baru Cair Rp22,4 Miliar, Tunda Salur Meranti Masih Tersisa Rp114,7 Miliar

Masyarakat juga diminta rutin menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), terutama dengan memastikan tidak ada tempat penampungan air yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD. (ilo)

Editor : M. Erizal
DBD di Pekanbaru dbd Demam Berdarah (DBD)