PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Seluruh rangkaian pelantikan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Ketua Rukun Warga (RW) secara serentak di Kota Pekanbaru dari 15 kecamatan akhirnya tuntas dilaksanakan. Sebanyak 3.081 Ketua RT dan 763 Ketua RW kini resmi menjalankan tugas di 83 kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pekanbaru.
Pelantikan tersebut mencakup seluruh kecamatan di Kota Pekanbaru, yakni Bukit Raya, Bina Widya, Lima Puluh, Marpoyan Damai, Payung Sekaki, Pekanbaru Kota, Rumbai, Rumbai Barat, Sail, Senapelan, Sukajadi, Tenayan Raya, Kulim dan Tuah Madani.
Dengan selesainya seluruh tahapan pelantikan, para pengurus RT dan RW definitif diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi langsung bergerak memberikan pelayanan dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah.
Baca Juga: Hydro Coco Turut Berpartisipasi
Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM menegaskan, sejak dikukuhkan, seluruh Ketua RT dan RW sudah memiliki hak dan kewajiban untuk menjalankan tugas di lingkungannya masing-masing. Agung meminta para pengurus lingkungan tersebut tidak menunggu pemerintah datang untuk mengetahui persoalan masyarakat.
Sebaliknya, RT dan RW harus aktif turun ke tengah warga, mengidentifikasi persoalan dan menyampaikannya kepada pemerintah agar dapat segera ditindaklanjuti. “Seluruh Ketua RT dan Ketua RW harus bisa merangkul masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar Agung, Kamis (13/8).
Menurut Agung, posisi RT dan RW sangat strategis karena menjadi bagian pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Tidak semua persoalan warga dapat diketahui langsung oleh wali kota, wakil wali kota maupun organisasi perangkat daerah (OPD).
Baca Juga: Kasus Pembunuhan Viral di Rumbai Naik Tahap II
Karena itu, keberadaan RT dan RW menjadi mata dan telinga pemerintah untuk mengetahui kondisi masyarakat hingga ke lingkungan terkecil. “Pak RT, Pak RW, mulai detik ini hak dan kewajiban Pak RT, Pak RW sudah berjalan. Tidak perlu lagi menunggu pemerintah untuk bergerak. Mulai saat ini Pak RW, Pak RT sudah harus bergerak. Menolong masyarakat, membantu pemerintah, menghubungkan antara masyarakat dan pemerintah,” tegasnya.
Agung mengakui, pemerintah kota memiliki keterbatasan untuk melihat seluruh persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan luas wilayah dan jumlah penduduk Pekanbaru yang cukup besar, kepala daerah bersama jajaran pemerintah tidak mungkin mengetahui seluruh kondisi warga secara langsung.
“Kami, jujur saja banyak kekurangan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Kami enggak bisa lihat semua seluk-beluk di lingkungan Bapak Ibu sekalian,” ujarnya.
Baca Juga: Dua Komplotan Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Wilayah Sukajadi Pekanbaru Diringkus Polisi
Karena itulah, Agung berharap para Ketua RT dan RW yang baru dilantik dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan warga. Mereka diminta tidak sekadar menunggu laporan, tetapi aktif melakukan pemantauan di wilayah masing-masing.
Mulai dari mendata warga yang membutuhkan bantuan, anak yang tidak bersekolah, kondisi jalan dan drainase, hingga berbagai persoalan sosial lainnya. “Melalui RT RW ini kami ingin Bapak Ibu cek di lingkungannya masing-masing. Mana orang susah, mana yang tidak sekolah, mana jalan yang rusak, mana yang harus kita bangun,” katanya.
Agung juga meminta para RT dan RW tidak ragu menyampaikan persoalan yang ditemukan di lapangan kepada pemerintah. Laporan dapat disampaikan melalui camat maupun langsung kepada dirinya.
Baca Juga: 534 Kasus DBD di Pekanbaru, Satu Warga Meninggal Dunia
Ia bahkan meminta laporan tersebut dilengkapi dengan dokumentasi agar pemerintah mendapatkan gambaran yang jelas mengenai persoalan yang terjadi. “Bapak dan ibu cari nomor ponsel saya atau koordinasi dengan camat. Foto, kirim share lokasi atau videokan dan apa keluhannya. In sya Allah saya akan bantu di sana,” tegasnya.
Selain menjalankan fungsi pelayanan masyarakat, Agung juga meminta RT dan RW ikut menyukseskan berbagai program prioritas Pemerintah Kota Pekanbaru. Salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi balita, ibu menyusui dan ibu hamil di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan program pemerintah sangat membutuhkan dukungan aparatur di tingkat bawah karena mereka yang mengetahui kondisi warga secara lebih dekat. “Kami yakin seluruh Ketua RT dan Ketua RW juga bisa membantu program pemberdayaan masyarakat,” ulasnya.
Baca Juga: 534 Kasus DBD di Pekanbaru, Satu Warga Meninggal Dunia
Agung juga meminta RT dan RW memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Menurutnya, warga yang membutuhkan bantuan tidak boleh dibiarkan menghadapi persoalannya sendiri.
RT dan RW diharapkan dapat menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah sehingga warga yang membutuhkan dukungan dapat memperoleh akses terhadap bantuan maupun pelayanan yang tersedia. “Seluruh Ketua RT dan Ketua RW jangan membiarkan masyarakat yang sedang dalam kesulitan. Mereka bisa menjembatani masyarakat yang memang butuh dukungan dari pemerintah,” ungkapnya.
Para Ketua RT dan RW sendiri telah melalui proses pemilihan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Sebelum ditetapkan, mereka melewati sejumlah tahapan, termasuk proses fit and proper test. Karena itu, Agung berharap proses tersebut menjadi modal awal bagi para pengurus untuk menjalankan amanah dengan baik dan bertanggung jawab.
Pelantikan serentak tersebut dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Kota Pekanbaru. Dengan total 3.081 RT dan 763 RW, struktur pemerintahan paling bawah kini telah terisi di seluruh 83 kelurahan yang berada di 15 kecamatan.
Baca Juga: Penyeludupan Sabu 1 Kg Tujuan Jakarta Digagalkan di Bandara
Terakhir, penutupan pelantikan serentak RT dan RW dilakukan Selasa (11/8) kemarin. Yakni untuk Kecamatan Payung Sekaki, Binawidya dan Sukajadi. Dalam pelantikan tersebut, Agung hadir bersama Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Ketua TP PKK Kota Pekanbaru Sulastri Agung, Ketua I TP PKK Kota Pekanbaru Sari Rahmawati, Camat setempat serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemko Pekanbaru.
Dalam kesempatan itu, Agung juga menegaskan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari proses, melainkan awal bagi RT dan RW untuk mulai bekerja melayani masyarakat. Ia berharap seluruh pengurus lingkungan dapat membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah kecamatan, kelurahan dan OPD terkait. Dengan komunikasi yang cepat, berbagai persoalan yang muncul di masyarakat dapat segera direspons.
Pemko Pekanbaru, lanjutnya, juga berupaya membangun kedekatan emosional dengan para pengurus RT dan RW. Salah satunya melalui rencana kegiatan retret dan malam keakraban yang melibatkan para pengurus lingkungan.
Baca Juga: Seragam Gratis Juga untuk SMP Swasta Mitra Pemko
Menurut Agung, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi forum pelatihan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara kepala daerah, jajaran pemerintah dan RT/RW. “Kita ingin terjalin bukan hanya tentang saat pelatihan saja, tapi juga ingin terjalin saat kita ada malam keakraban dan punya hubungan emosional yang sendiri,” katanya.
Di hadapan para pengurus lingkungan, Agung juga menyampaikan sejumlah program pembangunan yang saat ini terus digenjot Pemko Pekanbaru. Ia menyebut perbaikan jalan, drainase, sekolah hingga penyediaan baju sekolah gratis sebagai bagian dari upaya pemerintah mengembalikan manfaat anggaran kepada masyarakat. “Tahun lalu dan sebelum kami, mungkin anggarannya sama dengan hari ini. Tapi Bapak Ibu bisa lihat bagaimana saya dan Pak Wakil Wali Kota memimpin Kota Pekanbaru,” ujarnya.
Ia mengatakan, sejumlah persoalan infrastruktur yang sebelumnya sulit ditangani kini mulai diperbaiki secara bertahap. “Kalau dulu memperbaiki jalan saja itu susahnya minta ampun. Kalau hari ini Bapak Ibu sekalian bisa lihat berbagai macam jalan sudah diperbaiki, sekarang drainase, terus jalan sudah banyak di Binawidya, perbaikan sekolah, bahkan baju sekolah gratis pun sudah kita siapkan,” katanya. “Kenapa? Karena kami ingin uang rakyat kembali kepada rakyat,” sambung Agung.
Baca Juga: Pemko Dapat Tambahan Transfer Rp9,7 M
Dalam konteks tersebut, RT dan RW diminta turut memastikan berbagai program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Tidak hanya persoalan pembangunan fisik, tetapi juga persoalan sosial harus menjadi perhatian. RT dan RW diminta aktif mengidentifikasi warga kurang mampu, anak yang tidak sekolah, keluarga yang membutuhkan intervensi pemerintah maupun persoalan lainnya.
Perhatian terhadap Insentif RT/RW
Di sisi lain, Agung memastikan pemerintah kota juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para pengurus lingkungan. Ia meminta para Ketua RT dan RW tidak lagi mengkhawatirkan kepastian pembayaran insentif.
Agung mengatakan Pemko Pekanbaru telah menyiapkan anggaran untuk memastikan hak para pengurus lingkungan tersebut. “Lalu Pak RW, Pak RT enggak usah lagi dipikirkan lagi yang seperti dulu. Enggak usah berpikir untuk demo-demo tentang insentif,” katanya.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan periode sebelumnya. Menurutnya, pada masa lalu pembayaran hak aparatur pemerintah maupun pengurus lingkungan belum selalu berjalan penuh. “Kalau dulu, jangankan RT RW yang tidak ada kepastian bulannya, betul tidak? Pegawai saja itu dibayarkan cuma delapan bulan. Paling banyak itu hanya 10 bulan,” ujarnya.
Tapi saat ini, kata Agung, Pemko Pekanbaru telah menganggarkan pembayaran TPP pegawai hingga 14 bulan. “Tapi saat ini Bapak Ibu sekalian, pegawai itu 14 bulan TPP-nya,” katanya.
Pemko Pekanbaru juga telah menganggarkan tambahan tunjangan hari raya (THR) bagi RT dan RW se-Kota Pekanbaru. “Bahkan kami sudah menganggarkan untuk tambahan THR untuk RT RW se-Kota Pekanbaru,” ungkapnya.
Selain RT dan RW, perhatian juga diberikan kepada kader Posyandu. Agung menyebut insentif kader Posyandu akan mengalami kenaikan hingga 100 persen. “Termasuk juga ibu-ibu kader Posyandu. Insentif kader-kader Posyandu ini, tapi ini tidak boleh pegang kalkulator ya? Kami naikkan 100 persen! Disyukuri lah berapa 100 persen naik ya,” ujarnya.
Dasawisma Diminta Perkuat Pemberdayaan
Dalam pelantikan tersebut, Agung juga mengingatkan pentingnya peran kelompok Dasawisma dalam mendukung kerja RT dan RW. Dasawisma diminta aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan, Aku Hatinya PKK serta kegiatan pemberdayaan lainnya.
Menurut Agung, Dasawisma merupakan salah satu ujung tombak pemerintah kota melalui Tim Penggerak PKK untuk menjangkau masyarakat hingga tingkat lingkungan. Karena itu, keberadaan Dasawisma harus berjalan beriringan dengan RT dan RW.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan berbagai program pemerintah dan kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan hingga tingkat keluarga. “In sya Allah nanti sekali kumpul bajunya hampir samaan dengan ibu-ibu PKK karena Dasawisma ini adalah bagian ujung tombaknya Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah PKK. RT RW juga begitu,” ujarnya.
Agung menegaskan, setelah seluruh proses pelantikan RT dan RW di 15 kecamatan tuntas, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh pengurus benar-benar bekerja di tengah masyarakat. Ia berharap para Ketua RT dan RW tidak menjadikan jabatan tersebut sekadar posisi administratif, tetapi sebagai amanah untuk membantu warga sekaligus memperkuat pelayanan pemerintah dari tingkat paling bawah.(ali)
Editor : Arif Oktafian