PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kinerja investasi Kota Pekanbaru menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang semester pertama 2026. Hingga Juni, realisasi penanaman modal di ibu kota Provinsi Riau itu mencapai Rp7,35 triliun atau tepatnya Rp7.352.577.147.806.
Capaian tersebut sekaligus mengantarkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meraih Peringkat I Riau Investment Award 2026. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Pekanbaru mencatatkan realisasi investasi terbesar di wilayahnya selama periode Januari-Juni 2026.
Penghargaan tersebut diterima Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin yang hadir mewakili Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Penghargaan diserahkan dalam rangkaian Riau Investment Forum yang digelar Pemerintah Provinsi Riau di Ballroom Dang Merdu BRK Syariah, Pekanbaru, Jumat (14/8). Penganugerahan itu juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau tahun 2026.
Baca Juga: Dukung Pertumbuhan Ekonomi, CIMB Niaga Perkuat Solusi Perbankan Terintegrasi bagi Nasabah
Bagi Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan. Menurutnya, angka investasi yang berhasil melampaui target menunjukkan bahwa berbagai upaya pembenahan pelayanan dan kemudahan berusaha yang dilakukan Pemko Pekanbaru mulai memberikan dampak terhadap kepercayaan investor.
Agung menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan, realisasi investasi pada semester pertama 2026 tidak hanya mampu memenuhi target yang telah ditetapkan, tetapi bahkan melampaui target nasional yang diberikan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk Kota Pekanbaru.
"Alhamdulillah, target investasi kita di Semester I tidak hanya tercapai, tetapi jauh melampaui target nasional. Ini adalah bukti nyata bahwa iklim investasi di Pekanbaru sangat sehat dan mendapat kepercayaan penuh dari para pemodal," ujar Agung.
Baca Juga: Bulog Bengkalis Siap Salurkan Bantuan Pangan Periode Juli–September untuk 64.550 PBP
Ia mengatakan, Pemko Pekanbaru terus berupaya menciptakan iklim usaha yang memberikan kepastian dan kemudahan bagi investor. Pemerintah kota, menurutnya, berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi investasi yang mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
"Komitmen kami adalah memberikan karpet merah bagi investasi yang membawa dampak positif bagi ekonomi daerah. Kemudahan berusaha terus kita tingkatkan secara konsisten," tegasnya.
Salah satu upaya yang dilakukan, lanjut Agung, adalah memperkuat pelayanan perizinan melalui penerapan aplikasi perizinan digital terpadu. Digitalisasi tersebut diharapkan mampu memangkas proses administrasi, sekaligus menciptakan pelayanan yang lebih transparan dan mudah diakses oleh calon maupun pelaku investasi.
Baca Juga: Penghargaan Lencana Darma Bakti untuk Sulastri Bentuk Apresiasi atas Komitmen Majukan Pramuka
"Implementasi aplikasi perizinan digital terpadu membuat seluruh proses administrasi dan perizinan menjadi jauh lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh investor," katanya.
Agung menilai, penghargaan sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi tersebut harus menjadi pemacu bagi jajaran Pemko Pekanbaru untuk tidak cepat berpuas diri. Capaian itu justru harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat berbagai inovasi yang telah dilakukan.
"Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh elemen pemerintah kota dan kolaborasi yang baik dengan masyarakat. Ke depan, kita akan terus memastikan infrastruktur pelayanan publik kita mampu merespons dinamika investasi global dengan sigap," imbuhnya.
Baca Juga: Fronx dan XL7 Jadi Best Seller di Riau
Data realisasi investasi semester pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan yang cukup mencolok. Dari target investasi yang ditetapkan sebesar Rp4.712.500.000.000, realisasi yang berhasil dicapai Pekanbaru mencapai Rp7.352.577.147.806.
Dengan demikian, capaian investasi Pekanbaru telah mencapai 156,02 persen dari target yang ditetapkan. Artinya, realisasi investasi yang masuk hingga Juni telah melampaui target sebesar lebih dari separuh dari target awal.
Jika dilihat berdasarkan jenis penanaman modal, investasi dalam negeri atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi kontributor terbesar. Nilainya mencapai Rp6.115.613.409.300.
Baca Juga: Perbarui Aplikasi, Hadirkan Fitur Catat Meter Mandiri Berbasis OCR
Investasi PMDN tersebut tersebar dalam 7.286 proyek. Dari aktivitas investasi tersebut, tercatat serapan sebanyak 5.283 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan tujuh Tenaga Kerja Asing (TKA).
Sementara itu, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) juga cukup signifikan. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, nilai PMA yang terealisasi di Pekanbaru mencapai Rp1.236.963.738.506. Investasi asing tersebut berasal dari 451 proyek dan menyerap 638 TKI serta satu TKA.
Data tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan investasi di Pekanbaru tidak hanya tercermin dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari aktivitas proyek dan tenaga kerja yang terserap. Ribuan tenaga kerja Indonesia terlibat dalam berbagai proyek investasi yang berjalan sepanjang semester pertama tahun ini.
Baca Juga: Dari Indonesia ke Dunia, Epson EcoTank Tembus 100 Juta Unit
Yang menarik, peningkatan investasi tersebut juga terlihat dari perkembangan realisasi antartriwulan. Pada Triwulan I atau periode Januari-Maret 2026, realisasi investasi Pekanbaru tercatat sekitar Rp2,55 triliun.
Memasuki Triwulan II, periode April-Juni, nilai tersebut melonjak menjadi sekitar Rp4,79 triliun. Dengan demikian, terdapat peningkatan realisasi sekitar Rp2,24 triliun hanya dalam rentang satu triwulan.
Lonjakan tersebut menjadi salah satu indikator menguatnya aktivitas investasi di Pekanbaru sepanjang semester pertama 2026. Wako Agung berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun. Selain meningkatkan aktivitas perekonomian daerah, masuknya investasi juga diharapkan memberikan efek berganda bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas usaha dan penguatan pertumbuhan ekonomi lokal.
Baca Juga: Satpol PP-PKP Kuansing Operasi Pekat di Sentajo Raya, Lima Wanita Penghibur Diamankan
Bagi Wako Agung, capaian Riau Investment Award 2026 sekaligus menjadi penegasan bahwa pembenahan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik memiliki kaitan erat dengan upaya membangun iklim investasi yang lebih kompetitif.
Dengan realisasi yang telah mencapai Rp7,35 triliun pada enam bulan pertama, Pemko Pekanbaru kini dituntut mempertahankan momentum tersebut. "Kita akan memastikan investasi yang masuk tidak berhenti pada angka realisasi, tetapi benar-benar memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Pekanbaru," tegas Agung.
Editor : Rinaldi