PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM dan Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru Hj Sulastri A., S.Sos., M.H menerima penghargaan Lencana Darma Bakti dari Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen keduanya dalam mendukung pembinaan dan pengembangan Gerakan Pramuka.
Sulastri menerima penghargaan tersebut pada Kamis (13/8/2026) malam dalam rangkaian Upacara Ulang Janji memperingati Hari Pramuka ke-65 di lapangan utama Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Penghargaan itu disematkan langsung oleh Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Drs Budi Waseso.
Baca Juga: Semarak HUT ke-81 RI di Balik Jeruji, WBP Rutan Rengat Antusias Ikuti Berbagai Perlombaan
Sehari setelahnya, Jumat (14/8/2026) pagi, giliran Wako Agung yang menerima tanda penghargaan serupa. Agung yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru menerima Lencana Darma Bakti dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus Pembukaan Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026.
Bagi Agung, penganugerahan tersebut menjadi momen istimewa sekaligus tambahan semangat untuk semakin memperkuat pembinaan generasi muda di Kota Pekanbaru.
"Kemarin merupakan momen yang sangat istimewa saat menghadiri Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus Pembukaan Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026," ujar Agung.
Baca Juga: 25 Anggota Paskibraka Rohul Dikukuhkan, Bupati Anton Minta Jaga Kekompakan
Ia mengatakan, penghargaan tersebut diterimanya bersama Ketua Kwarcab Pekanbaru di tengah semangat ribuan anggota Pramuka dari seluruh Indonesia.
"Di tengah gelora semangat ribuan anggota Pramuka se-Indonesia, alhamdulillah saya selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru bersama Ketua Kwarcab Kota Pekanbaru menerima Penganugerahan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka Lencana Darma Bakti," kata Wako Agung akhir pekan lalu.
Menurut Agung, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi menjadi pemicu untuk meningkatkan kerja-kerja pembinaan generasi muda di Pekanbaru. Ia menegaskan, semangat tersebut akan diteruskan melalui penguatan berbagai program Gerakan Pramuka.
Baca Juga: Capella Honda Sambut Kunjungan BGTK Kemendikdasmen Riau dan Bakal Calon Kepala Sekolah
"Lencana ini makin membakar semangat kita untuk tancap gas memperkuat program-program pembinaan generasi muda di Kota Pekanbaru," tegasnya.
Agung berharap penghargaan tersebut membawa keberkahan sekaligus semakin menguatkan semangat pengabdian seluruh jajaran Gerakan Pramuka untuk masyarakat dan bangsa. "Semoga penghargaan ini membawa keberkahan dan makin menguatkan semangat bakti kita untuk negeri. Salam Pramuka!" ucapnya.
Sementara itu, Lencana Darma Bakti yang diterima Sulastri menjadi bentuk apresiasi Kwarnas atas komitmen dan pengabdiannya dalam membina serta mengembangkan Gerakan Pramuka, khususnya di Kota Pekanbaru.
Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Penyerang Warga di Area Perkebunan Agrinas
Penganugerahan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 109 Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Penghargaan Lencana Darma Bakti tertanggal 6 Agustus 2026.
Sulastri mengaku terharu sekaligus bahagia ketika menerima penghargaan tersebut. Ia menyebut tidak menyangka upaya yang dilakukan bersama jajaran pengurus dalam pembinaan dan pengembangan Gerakan Pramuka mendapat perhatian serta apresiasi dari Kwarnas.
"Ini tentu menjadi kebahagiaan sekaligus rasa haru bagi saya. Saya tidak menyangka apa yang kami lakukan dalam pembinaan dan pengembangan Gerakan Pramuka mendapat perhatian dan apresiasi dari Kwarnas," ujar Sulastri.
Baca Juga: Sambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia, IKTS Gelar Turnamen IKTS Cup XVI Tahun 2026
Namun, Sulastri menilai penghargaan tersebut bukan semata-mata capaian pribadi. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang selama ini turut mendukung kemajuan Gerakan Pramuka di Kota Pekanbaru.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Kwartir Daerah (Kwarda) Riau, jajaran pengurus Kwarcab Pekanbaru, Kwartir Ranting (Kwarran), Gugus Depan (Gudep), Satuan Karya Pramuka (Saka), hingga Satuan Komunitas Pramuka (Sako).
"Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Wali, Kwarda, pengurus Kwarcab, Kwarran, Gudep, Saka dan Sako. Ini semua hasil kerja bersama untuk mendidik generasi muda menuju Indonesia Emas 2045," kata Sulastri.
Baca Juga: Pemprov Kucurkan Bantuan Rp1,4 Milliar untuk Pacu Jalur, Peserta Dapat Bantuan Rp2 Juta per Jalur
Ia berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi, tetapi menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Gerakan Pramuka Pekanbaru untuk terus meningkatkan pembinaan generasi muda.
Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kemandirian serta semangat kebersamaan generasi muda. Karena itu, pembinaan kepramukaan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.
Lencana Darma Bakti sendiri merupakan salah satu tanda penghargaan Gerakan Pramuka yang diberikan kepada seseorang, baik yang berada di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka, yang dinilai telah memberikan jasa atau pengabdian cukup besar bagi perkembangan Gerakan Pramuka dan gerakan kepramukaan di dunia.
Baca Juga: Berantas PETI, Polsek Kampar Kiri Bakar Dua Rakit Tambang Emas Ilegal di Sungai Batang Bio
Penghargaan tersebut diberikan kepada mereka yang memperlihatkan prestasi kerja yang dapat dibanggakan dan memberikan manfaat besar bagi pembinaan serta perkembangan kepramukaan.
Kontribusi berupa tenaga, pikiran, dana maupun fasilitas yang dinilai sangat membantu kegiatan pembinaan dan pengembangan kepramukaan juga menjadi bagian dari dasar pemberian penghargaan.
Sementara itu, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso menegaskan posisi strategis Gerakan Pramuka dalam sistem pendidikan nasional.
Baca Juga: Kota Pekanbaru Diselimuti Kabut Tipis, BMKG Sebut Hanya Haze
Ia menyatakan Gerakan Pramuka memposisikan diri sebagai pilar ketiga dalam tiga pilar sistem pendidikan nasional, yakni pendidikan di keluarga, pendidikan di sekolah dan pendidikan di masyarakat.
Budi Waseso mengatakan, apabila membaca dengan teliti Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tertera dengan jelas bahwa untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, selain pendidikan keluarga dan pendidikan formal di sekolah, pendidikan juga harus dilakukan dengan jalan kepanduan.
"Saat ini kita kenal sebagai pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya diserahkan kepada Gerakan Pramuka. Artinya, pilar ketiga sistem pendidikan nasional adalah Pendidikan Kepramukaan, bukan yang lain," kata Budi Waseso.
Editor : M. Erizal